BLORA, Harianmuria.com – Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masih menjadi pekerjaan besar bagi Pemerintah Kabupaten Blora. Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab tetap berkomitmen melanjutkan program tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Pujiriyanto, mengatakan program RTLH terus menjadi fokus pemerintah sejak 2017, bersamaan dengan pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Selain penerangan jalan umum (PJU), Kami juga fokus RTLH sejak tahun 2017 lalu,” ujarnya, 2 Juli 2026.
Ia menjelaskan dari sekitar 91 ribu RTLH yang tercatat pada awal program, sebanyak 12 ribu unit telah diperbaiki.Dengan demikian, hingga kini masih terdapat sekitar 79 ribu rumah yang membutuhkan penanganan.
“Jumlahnya memang masih banyak, itu menjadi PR kita,” sambungnya.
Pada 2026, Pemkab Blora menargetkan perbaikan sekitar 2.000 RTLH. Target tersebut lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran.
Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Blora tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tapi juga menggandeng berbagai sumber pendanaan lain, seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Baznas, Corporate Social Responsibility (CSR), hingga dukungan perusahaan.
“Oleh karena itu, saya ingin RTLH ini tidak selalu bergantung dari APBD. Bisa dari CSR, Baznas, tergantung dari skala prioritasnya,” jelasnya.
Pujiriyanto mengungkapkan, jumlah masyarakat yang mengajukan bantuan RTLH terus bertambah. Meski demikian, pelaksanaan program tetap disesuaikan dengan target serta skala prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menambahkan, sekitar 79 ribu RTLH yang masih tersisa telah memiliki data by name by address yang bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut menjadi dasar dalam penetapan calon penerima bantuan agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
“Tahun ini sampai akhir 2026 masih ada sekitar 79.000 RTLH. Itu pun sudah ada by name by address-nya. Hal itu didukung dari data DTSEN sehingga sudah jelas dan valid,” tegasnya.
Meski telah memiliki basis data yang jelas, pihaknya tetap akan melakukan verifikasi ulang terhadap calon penerima bantuan untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar memenuhi kriteria.
Selain program RTLH, pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) juga menjadi salah satu prioritas pembangunan yang telah ditekankan Bupati Blora.
“Saya rasa program yang kemarin disampaikan dalam pelantikan, Bapak Bupati Blora yakni RTLH dan Penerangan Jalan Umum (PJU),” pungkasnya.
Jurnalis: Hanafi
Editor: Sekar











