BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 1.026 Penerima manfaat Bantuan Sosial (Bansos) di wilayah Kabupaten Blora dicoret. Hal ini usai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melakukan penyisiran data karena terdapat indikasi sejumlah penerima yang tergolong mampu.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengatakan pencoretan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.
“Per Juni ini sudah ada 1.026 penerima yang kami coret dari daftar karena ada indikasi berasal dari keluarga mampu namun masih menerima bantuan,” ujar Luluk, Senin, 29 Juni 2026.
Saat ini pihaknya masih menunggu penetapan desil terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebagai dasar pemutakhiran data penerima bantuan sosial. Masyarakat juga diminta aktif mengecek data melalui aplikasi Cek Bansos, jika ditemukan warga yang layak menerima bantuan.
Luluk menargetkan proses penyisiran data rampung pada Desember mendatang. Proses tersebut dilakukan bersama para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di bawah Kementerian Sosial.
“Setelah kami berkomunikasi PKH warga yang sudah mampu tidak lagi menerima bantuan. Sebaliknya, keluarga yang benar-benar berhak menjadi prioritas,” tegasnya.
Saat ini, Dinsos P3A Blora bersama pendamping PKH terus melakukan verifikasi dan penyisiran data di lapangan agar penyaluran bansos semakin akurat dan tepat sasaran.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk mengundurkan diri muncul dari Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora. Sebanyak lima kepala keluarga (KK) secara sukarela melepaskan statusnya sebagai penerima bansos.
Lurah Tambahrejo, Amik Kristanti, mengatakan, kelima warga tersebut mendatangi kantor kelurahan untuk menyampaikan pengunduran diri agar bantuan dapat dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.
“Memang ada beberapa warga yang datang sendiri dan menyampaikan bahwa mereka sudah merasa mampu sehingga tidak lagi berhak menerima bantuan,” ujarnya.
Menurut Amik, langkah tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan tingginya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ada sekitar lima KK yang mengundurkan diri secara sukarela. Kami sangat mengapresiasi kesadaran mereka, karena masih banyak warga lain yang lebih membutuhkan bantuan,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Tia











