BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari empat terminal mencapai Rp57 juta per Juni 2026.
Jumlah itu setara dengan 60 persen dari total target yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp97,5 juta. Adapun empat terminal itu yakni Terminal Ngawen, Randublatung, Kunduran dan Todanan.
“Untuk semester I, sudah Rp57.950.000 dari pendapatan retribusi kios sama TPR (tempat pemungutan retribusi) bus,” ujar Kepala UPT Terminal dan Parkir, Blora, Adhitya Mukti Sanjaya, Senin, 10 Agustus 2026.
Ia menuturkan target PAD empat terminal tersebut dari tahun ke tahun tidak mengalami penambahan. Menurutnya pencapaian target saat ini bisa dicapai karena Terminal Ngawen masih ramai dibanding terminal lainnya.
“TPR bus Rp5 ribu kalau masuk terminal. (Sehari) antara 10 sampai 15 armada, mengingat lahan Terminal Ngawen yang sempit,” bebernya.
Lebih lanjut, Adit menambahkan jumlah kios yang ada di empat terminal tipe C tersebut hanya berjumlah 27 kios. Sehingga menurutnya pendapatan yang berasal dari retribusi kios belum maksimal.
“Saat ini masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi, sehingga angkutan umum banyak ditinggalkan, dan terminal tipe C bisa dibilang sepi,” ujarnya.
Sebagai informasi tambahan, Dinrumkimhub Blora mencatat jumlah angkutan umum saat ini hanya tersisa 67 armada. Sementara jika dibandingkan pada tahun 2005, jumlah angkutan mencapai 202 armada.
Adapun angkutan umum tersebut saat ini melayani lima koridor di wilayah Kabupaten Blora. Yaitu, koridor Blora-Kunduran sebanyak 23 armada, koridor Blora-Cepu 21 armada, koridor Blora-Jepon dan Cepu-Randublatung-Doplang-Sulur masing-masing 6 armada, terakhir Blora-Medang-Bulu sebanyak 11 armada.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Tia











