BLORA, Harianmuria.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan revitalisasi sarana pendidikan di SMP Negeri 3 Blora yang didanai melalui program Bantuan Presiden (Banpres). Program yang dilaksanakan secara swakelola tersebut dinilai berjalan sesuai harapan dengan hasil pembangunan yang berkualitas.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Dindik) Blora, Sandi Tresna Hadi, mengatakan bantuan senilai Rp2,09 miliar yang diterima SMPN 3 Blora memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan fasilitas sekolah.
Dana tersebut digunakan untuk pembangunan tiga ruang kelas baru, ruang kesenian di lantai dua, rehabilitasi enam ruang kelas, pembangunan satu bangunan penghubung antarruangan, serta pembangunan satu unit kamar mandi.
“Secara kualitas bangunan bagus dan baik. Kami juga melihat kolaborasi pihak sekolah dengan pelaksana kegiatan berjalan baik sehingga hasilnya sesuai harapan,” ujar Sandi saat meninjau pembangunan di SMPN 3 Blora, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurutnya, SMPN 3 Blora menjadi salah satu dari empat sekolah yang ditinjau oleh Dindik Blora dalam rangka evaluasi pelaksanaan program revitalisasi sarana pendidikan yang bersumber dari pemerintah pusat.
Sebelumnya, tim juga melakukan peninjauan ke SMPN 3 Kunduran, SMPN 3 Jiken, dan SMPN 2 Kedungtuban yang turut menerima program serupa.
“Hasil peninjauan di beberapa sekolah tersebut menunjukkan kualitas pekerjaan cukup baik,” katanya.
Sandi menilai bantuan dari pemerintah pusat memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan di Kabupaten Blora.
Pasalnya, kebutuhan rehabilitasi dan pembangunan fasilitas sekolah masih cukup besar, sementara kemampuan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbatas.
“Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu masih sangat terbatas. Sementara sekolah yang membutuhkan rehabilitasi maupun pembangunan ruang baru jumlahnya cukup banyak,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat meningkatkan alokasi bantuan revitalisasi sekolah pada tahun 2026 hingga 2027 agar lebih banyak satuan pendidikan memperoleh manfaat program tersebut.
“Kami berharap dukungan anggaran dari pusat bisa ditambah sehingga sekolah-sekolah yang belum mendapatkan revitalisasi juga bisa tersentuh program ini,” katanya.
Menurut Sandi, keberlanjutan program revitalisasi sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemerataan kualitas sarana pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Blora.
“Intinya bantuan tersebut sangat membantu peningkatan kualitas sarana pendidikan di Blora,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











