• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Senin, Juli 27, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Rumah Warga Tinjomoyo Semarang Retak Diduga Terdampak Proyek Mall Pakuwon

Rosyid by Rosyid
11 Juni 2026
in Semarang, News
69 1
Rumah Rajono, warga RT 5/RW 5, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, mengalami retak diduga terdampak proyek Mall Pakuwon, Rabu, 10 Juni 2026. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

Rumah Rajono, warga RT 5/RW 5, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, mengalami retak diduga terdampak proyek Mall Pakuwon, Rabu, 10 Juni 2026. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

541
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Sejumlah warga RT 5/RW 5, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, mengeluhkan kerusakan pada rumah mereka yang diduga terdampak aktivitas pembangunan kawasan Mall Pakuwon. Warga mengaku khawatir kondisi bangunan yang mengalami retakan dan ambles semakin parah hingga berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.

Salah satu warga terdampak, Parjono (70), mengaku rumahnya mengalami kerusakan cukup serius. Bangunan yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi proyek itu kini dipenuhi retakan pada lantai maupun dinding di berbagai bagian rumah.

“Kalau dulu waktu itu hanya bentet-bentet gitu toh. Sedikit. Iya. Terus selama ini (Red : Mall Pakuwon) mulai dibangun, kondisi retakan menjadi parah,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Rabu, 10 Juni 2026.

Parjono menuturkan, selama musim hujan berlangsung dirinya kerap merasakan getaran pada malam hari saat proyek berjalan. Meski intensitas getaran saat ini berkurang seiring masuknya musim kemarau, ia menilai terdapat perubahan kondisi yang signifikan pada rumahnya.

“Getaran ini kan malam jam 1:00, selama waktu ini hujan, nah sekarang sudah beda sekarang nggak seperti dulu pokoknya ada perbedaan sedikit Makanya waktu tanggal 7 kemarin arisan pertemuan bapak-bapak itu Ini mulai rumah itu, ini,” katanya.

Kondisi tersebut membuatnya merasa waswas. Namun karena rumah tersebut menjadi satu-satunya tempat tinggal bagi keluarganya, ia memilih tetap bertahan meski khawatir bangunan sewaktu-waktu mengalami kerusakan lebih parah.

“Sebetulnya khawatir karena memang kondisinya rusak, barang baik jadi remuk, tapi mau gimana lagi,” tuturnya.

Parjono mengungkapkan bahwa pihak pengembang sebelumnya telah melakukan sosialisasi terkait proyek pembangunan kepada warga. Ia juga telah melaporkan kondisi rumahnya kepada pengurus lingkungan setempat.

“Kemarin sudah di foto sama RT dan akan dilaporkan ke pihak pakuwon,” katanya.

Ketua RT 5/RW 5 Kelurahan Tinjomoyo, Gimin, menyebut hingga saat ini terdapat sekitar 19 rumah dari 16 kepala keluarga yang dilaporkan mengalami kerusakan. Namun menurutnya, keretakan bangunan tidak hanya diduga dipengaruhi proyek pembangunan Mall Pakuwon, melainkan juga aktivitas perbaikan Jalan Gombel Lama.

Selain kerusakan bangunan, warga juga mengeluhkan debu yang muncul selama pekerjaan berlangsung serta penurunan aktivitas usaha mikro di sekitar lokasi.

“Sementara ini saya melaporkan Ada 19 rumah dari 16 KK. Dampaknya itu ya keretakan rumah, terus debu-debu. dan juga UMKM-nya juga kedampak,” ujarnya.

Gimin menjelaskan, kontraktor proyek perbaikan Jalan Gombel Lama, PT Galatama, telah menyampaikan kesiapan untuk memberikan kompensasi atau melakukan perbaikan terhadap rumah warga yang berada dalam radius terdampak.

“Kalau yang pengerjaan jalan ini dari PT Galatama mau ganti, mau memperbaiki,” katanya.

Sementara untuk proyek pembangunan Mall Pakuwon, menurutnya pihak pengembang juga pernah menyampaikan komitmen serupa apabila ditemukan kerusakan yang berkaitan dengan aktivitas pembangunan. Saat ini pihaknya masih mengajukan laporan resmi terkait kondisi rumah warga.

“Kompensasinya mau memperbaiki jika ada keretakan-keretakan rumah warga. Karena sudah difoto-foto rumah-perumah semua, baru kemarin saya tuh pengajuan,” katanya.

Meski demikian, Gimin mengaku hingga kini belum ada pendampingan dari instansi pemerintah terkait proses pendataan maupun verifikasi kerusakan yang dialami warga.

“Kalau pendampingan dari dinas belum ada. Kita masih pengajuan sendiri. dari warga pengajuan ke RT, saya ke RW, RW baru ke Kelurahan,” jelasnya.

Ia berharap proses pengajuan dapat segera ditindaklanjuti sehingga warga yang terdampak memperoleh kepastian terkait penanganan kerusakan rumah yang mereka alami.

DPRD Kota Semarang Akan Panggil Pihak Pengembang Mall Pakuwon

Di sisi lain, Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Herlambang Prabowo Setyo Aji, menilai pembangunan proyek skala besar seperti Mall Pakuwon harus mempertimbangkan secara menyeluruh aspek sosial, lingkungan, dan kondisi geologi kawasan.

Menurutnya, wilayah Gombel dikenal memiliki karakteristik khusus karena berada di area yang masuk zona patahan aktif sehingga memerlukan kajian yang lebih mendalam.

“Artinya harus dipertimbangkan tentang persoalan sosial kemasyarakatannya juga persoalan lingkungan. Belum lagi persoalan amdalnya atau amdalalinnya. Karena menurut saya gombel ini rupek loh. Kenapa dipaksakan begitu,” tuturnya.

Herlambang mengatakan Komisi C DPRD Kota Semarang berencana memanggil pihak pengembang dan Dinas Penataan Ruang (Distaru) untuk membahas persoalan tersebut lebih lanjut.

Ia menilai penerapan teknologi dalam pembangunan di kawasan rawan tetap harus diimbangi dengan kajian risiko yang matang karena kondisi alam tidak selalu dapat diprediksi.

“Rekayasa teknologi sebesar apapun menurut saya di dalam daerah patahan aktif banyak menyisakan persoalan nantinya. Karena tanah yang bergerak itu menurut saya bisa saja direkayasa lewat teknologi, tapi alam kadang-kadang tidak bisa dilawan,” katanya.

Meski mendukung investasi yang masuk ke Kota Semarang, Herlambang menegaskan aspek keselamatan lingkungan dan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses pembangunan.

“Kita kan juga nggak mau kalau nanti kedepan ada masalah, toh nanti juga yang rugi kita sendiri, kalau perlu kita panggil ahli dari BRIN untuk pembanding,” ujarnya.

Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Semarangsemarang hari ini
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Diperjuangkan 20 Tahun, Jembatan Tanjungrejo Kudus Baru Dibangun 2026

Next Post

APBD Terbatas, Dindik Blora Minta Banpres Revitalisasi Sekolah Ditambah

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

Pemkot Semarang Siagakan 900 Ribu Liter Air Bersih Hadapi Musim Kemarau

Pemkot Semarang Siagakan 900 Ribu Liter Air Bersih Hadapi Musim Kemarau

by Rosyid
26 Juli 2026
512

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan cadangan air bersih sebanyak 900 ribu liter sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau. Wali Kota Semarang, Agustina...

Profil Riswan Lasibo, Plt Kepala BKHIT Jateng yang Dorong Transformasi Layanan Karantina

Profil Riswan Lasibo, Plt Kepala BKHIT Jateng yang Dorong Transformasi Layanan Karantina

by Rosyid
24 Juli 2026
520

SEMARANG, Harianmuria.com - Riswan Lasibo, S.STP., M.Si. dipercaya mengemban tugas sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah. Sosok yang lahir di...

Temukan Oper Sewa Ilegal, Pemkot Semarang Benahi Pengelolaan Rusunawa

Temukan Oper Sewa Ilegal, Pemkot Semarang Benahi Pengelolaan Rusunawa

by Rosyid
24 Juli 2026
514

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperketat pengelolaan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) untuk memastikan hunian bersubsidi tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Langkah itu dilakukan melalui...

5 Armada Damkar Semarang Tak Beroperasi Akibat Efisiensi, Bappeda Respons Begini

5 Armada Damkar Semarang Tak Beroperasi Akibat Efisiensi, Bappeda Respons Begini

by ulfa puspa
23 Juli 2026
513

SEMARANG, Harianmuria.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang membantah efisiensi anggaran berdampak pada operasional lima armada pemadam kebakaran. Menurut Bappeda, persoalan itu muncul karena adanya pengalihan...

Load More

BERITA UTAMA

Korupsi Rp10,2 M di Kebun Binatang Surabaya Bikin Fasilitas Rusak dan Kondisi Satwa Kurus

Korupsi Rp10,2 M di Kebun Binatang Surabaya Bikin Fasilitas Rusak dan Kondisi Satwa Kurus

25 Juli 2026
549
Pihak Ponpes Ketar-Ketir Tambang Diduga Ilegal di Kudus Tetap Beroperasi Dekat Pesantren

Pihak Ponpes Ketar-Ketir Tambang Diduga Ilegal di Kudus Tetap Beroperasi Dekat Pesantren

25 Juli 2026
525
Pemprov Jateng Ajukan Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan Usai Viral Siswa Makan MBG di Halaman

Pemprov Jateng Ajukan Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan Usai Viral Siswa Makan MBG di Halaman

24 Juli 2026
515
Desa Dimoro Grobogan Jadi Lokasi Perdana Penanaman Padi Sistem Teknologi Modern

Desa Dimoro Grobogan Jadi Lokasi Perdana Penanaman Padi Sistem Teknologi Modern

24 Juli 2026
516

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Program PTSL Ditargetkan Sasar 3.234 Bidang Tanah di Blora

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh di Jateng Masuki Babak Akhir, Ada 942 Pendaftar

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Puluhan Hektare Sawah di Blora Mulai Kekeringan, Ancaman Puso Hantui Petani

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Ratusan Atlet se-Jateng Ikuti Kejurprov Gulat Piala Kepala Disporabudpar Grobogan

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • ISPA di Blora Capai 50.740 Kasus, Warga Diminta Jaga Kesehatan saat Peralihan Musim

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Manuskrip Kuno Masjid Jami Lasem Rembang Raih Sertifikat Registrasi Nasional

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

ILUSTRASI: Seorang ibu yang mendidik anaknya. (Freepik/Harianmuria.com)

Begini Rahasia Mendidik Anak Ala Ustaz Solmed

9 Juli 2023
569
Lansia Blora Gigih Lestarikan Racikan Jamu Tradisional di Tengah Modernisasi

Lansia Blora Gigih Lestarikan Racikan Jamu Tradisional di Tengah Modernisasi

15 Mei 2025
604

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya