KUDUS, Harianmuria.com – Jembatan Desa Tangjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus mulai dibangun setelah diperjuangkan puluhan tahun.
Kepala Desa Tanjungrejo, Christian Rahadiyanto, mengatakan pembangunan jembatan di kawasan Blok Tambak Romo merupakan aspirasi lama masyarakat yang baru dapat direalisasikan melalui dukungan program pemerintah pusat.
“Usulan pembangunan jembatan ini sudah diperjuangkan lebih dari 10 hingga 20 tahun. Baru tahun ini bisa terealisasi karena masuk dalam program pendukung ketahanan pangan dan akses penyeberangan bagi anak-anak sekolah,” ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurutnya, persetujuan pembangunan jembatan berawal dari komunikasi dengan Komandan Kodim Kudus. Setelah proposal beserta dokumentasi dikirim ke pusat pada akhir Mei 2026, persetujuan dari Mabes TNI turun hanya dalam waktu delapan hari.
“Prosesnya sangat cepat. Setelah proposal kami kirim, delapan hari kemudian langsung mendapat persetujuan. Ini menjadi momentum penting bagi kemajuan desa,” katanya.
Pembangunan fisik jembatan dimulai dua hari sebelum Hari Raya Iduladha dengan peletakan batu pertama. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong melibatkan masyarakat, personel TNI, serta dukungan alat berat yang tersedia di lokasi.
Pengecoran sisi barat telah selesai dan pekerjaan berlanjut pada bagian tengah serta sisi timur. Seluruh konstruksi ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari, termasuk pemasangan rangka baja dan pengecoran akhir.
Ia meyakini Jembatan Tanjungrejo dapat mendukung akses menuju lahan-lahan produktif yang selama ini sulit dijangkau, termasuk kawasan bekas tambang galian C yang terbengkalai.
Pemerintah desa memperkirakan potensi lahan yang dapat dikembangkan mencapai hampir 100 hektare.
“Lahan pascatambang yang selama ini tidak produktif bisa dihidupkan kembali. Potensinya sangat besar untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Pemerintah Desa Tanjungrejo juga menyiapkan pembukaan jalan permanen yang menghubungkan kawasan pertanian hingga area bumi perkemahan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor pertanian dan pariwisata secara berkelanjutan.
Di sektor wisata, Pemdes Tanjungrejo berencana menghidupkan kembali destinasi wisata Cengkir Manis yang sempat mati suri akibat pandemi Covid-19. Revitalisasi objek wisata tersebut akan didukung bantuan pemerintah daerah sebesar Rp50 juta serta pendanaan dari Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Kami menargetkan Cengkir Manis kembali beroperasi maksimal pada Maret tahun depan. Fokus utamanya wisata river tubing dengan konsep paket wisata yang lebih menarik dan terintegrasi dengan kuliner lokal,” jelasnya.
Untuk mendukung operasional wisata, pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan pengelola Bendungan Logung terkait ketersediaan debit air. Hasil koordinasi tersebut memastikan aliran air akan dilepas setiap akhir pekan sehingga aktivitas wisata dapat berjalan optimal sekaligus menjadi daya tarik baru bagi pengunjung.
Pihaknya pun berharap pembangunan jembatan dan pengembangan kawasan wisata tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata di Desa Tanjungrejo.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











