BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 720 siswa kurang mampu di Kabupaten Blora menerima bantuan pendidikan menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Beasiswa pendidikan diberikan Baznas Blora berupa uang dengan total dana Rp300 juta. Dana tersebut dihimpun dari zakat yang disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan Kabupaten Blora. Dalam waktu dekat, bantuan serupa akan kembali digelontorkan.
Ketua Baznas Kabupaten Blora, Sutaat, mengatakan penyaluran dana zakat melalui UPZ Dinas Pendidikan, dilakukan secara rutin setiap dua bulan. Upaya itu, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu.
“(Bulan Juni) Kami mentasarufkan Rp300 juta. Setiap dua bulan kami salurkan untuk beasiswa siswa yang tidak mampu,” ujar Sutaat, Kamis, 2 Juli 2026.
Baznas juga berencana menyalurkan beasiswa pendidikan Rp300 juta pada Juli 2026. Menurutnya, bantuan tersebut diprioritaskan pada Juni dan Juli karena bertepatan dengan kebutuhan siswa memasuki tahun ajaran baru. Terutama untuk pembelian seragam hingga perlengkapan sekolah.
“Karena kebutuhan tahun ajaran baru cukup besar, maka kami prioritaskan pada bulan Juni dan Juli. Bantuan ini diharapkan digunakan untuk membeli seragam maupun perlengkapan sekolah,” ujarnya.
Secara keseluruhan Baznas Blora menyalurkan bantuan kepada 720 penerima manfaat, yang terdiri 481 siswa SD, 239 siswa SMP.
“Selain siswa, ada satu penerima bantuan modal usaha, empat penerima bantuan kesehatan, serta 15 penerima dalam kategori fisabilillah,” sambungnya.
Khusus melalui UPZ Dinas Pendidikan, Baznas mengalokasikan dana Rp300 juta untuk beasiswa siswa kurang mampu. Setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp350 ribu yang disalurkan secara bertahap sesuai kuota yang telah ditetapkan.
Menurut Sutaat, penerima bantuan merupakan siswa kurang mampu yang telah didata oleh Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan (Korwil Bidik) bersama pihak sekolah di masing-masing kecamatan.
“Data penerima sudah tersedia di Korwil Bidik dan kepala sekolah. Penyalurannya dilakukan secara bertahap sesuai kuota yang ada,” katanya.
Pihaknya mengapresiasi peran Dinas Pendidikan Kabupaten Blora sebagai penyumbang zakat terbesar melalui UPZ dengan kontribusi hampir 50 persen dari total penghimpunan zakat Baznas Kabupaten Blora.
Sutaat berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekolah sehingga meringankan beban keluarga penerima manfaat sekaligus mendukung kelancaran proses belajar siswa pada tahun ajaran baru.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar digunakan untuk kebutuhan sekolah agar dapat meringankan beban keluarga penerima manfaat,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











