• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Saat Dunia Memperketat Standar, Indonesia Memilih Memperkuat Biosekuriti

Sekar Sari by Sekar Sari
2 Juli 2026
in Nasional
70 1
Badan Karantina Indonesia (Barantin) saat audiensi strategis bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Asosiasi Eksportir Sarang Burung Walet di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026. (Dok. for Harianmuria.com)

Badan Karantina Indonesia (Barantin) saat audiensi strategis bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Asosiasi Eksportir Sarang Burung Walet di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026. (Dok. for Harianmuria.com)

544
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Di tengah semakin ketatnya persyaratan perdagangan global, Indonesia memilih menjawab tantangan dengan memperkuat sistem biosekuriti nasional. 

Bagi pemerintah, keamanan hayati bukan lagi sekadar instrumen pengawasan, melainkan fondasi untuk menjaga kepercayaan pasar internasional sekaligus memastikan produk ekspor Indonesia mampu bersaing di tingkat global. 

Komitmen tersebut ditegaskan Badan Karantina Indonesia (Barantin) dalam audiensi strategis bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Asosiasi Eksportir Sarang Burung Walet di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat kemitraan antara pemerintah dan pelaku usaha guna menghadirkan sistem perdagangan yang lebih efisien, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan daya saing nasional. 

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengatakan bahwa pemerintah tengah melakukan transformasi besar terhadap paradigma layanan karantina. Jika sebelumnya karantina sering dipersepsikan sebagai tahapan administratif yang memperlambat arus perdagangan, kini fungsi tersebut diarahkan menjadi instrumen strategis yang melindungi investasi, menjaga kualitas komoditas, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk Indonesia. 

“Negara harus hadir memberikan kepastian bagi dunia usaha. Biosekuriti bukan hambatan perdagangan, melainkan jaminan mutu yang meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia. Semakin kuat sistem biosekuriti kita, semakin besar pula peluang ekspor nasional berkembang,” tegas Karding. 

Sebagai wujud nyata transformasi tersebut, Barantin telah mengintegrasikan seluruh layanan karantinanya ke dalam National Logistic Ecosystem (NLE) melalui Indonesia National Single Window (INSW). Integrasi ini berhasil menyederhanakan proses layanan, mengurangi duplikasi dokumen, mempercepat proses di pelabuhan, serta menekan biaya logistik yang selama ini menjadi perhatian dunia usaha. 

Namun, menurut Karding, peran pemerintah tidak berhenti pada penyederhanaan birokrasi. Barantin juga mengambil langkah aktif menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi eksportir Indonesia di pasar internasional. Salah satu contohnya adalah penanganan persoalan ekspor sarang burung walet yang sempat mengalami penangguhan sementara oleh General Administration of Customs of China (GACC). 

Alih-alih menyerahkan persoalan tersebut kepada pelaku usaha, pemerintah melakukan investigasi ilmiah melalui pengujian laboratorium menggunakan metode ICP-MS untuk mengidentifikasi penyebab tingginya kandungan aluminium pada produk. 

Kajian tersebut menghasilkan temuan penting bahwa kandungan aluminium bukan berasal dari air maupun lingkungan alami, melainkan akibat gesekan produk dengan material bangunan berupa dinding beton dan papan kayu di rumah walet. 

Berbekal temuan tersebut, Barantin bersama asosiasi eksportir segera menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) skrining bahan baku, memperkuat sistem ketertelusuran (traceability), sekaligus melakukan diplomasi teknis dengan otoritas karantina Tiongkok agar kepercayaan terhadap produk Indonesia dapat segera dipulihkan.

“Kami menyelesaikan persoalan berdasarkan data ilmiah, bukan asumsi. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya mengawasi, tetapi juga hadir mendampingi pelaku usaha dalam menjaga keberlanjutan ekspor Indonesia,” ujar Karding.

Kolaborasi tersebut turut tercermin dari kinerja ekspor nasional yang tetap menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026. Komoditas kelapa sawit beserta turunannya masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor mencapai Rp32,03 triliun. 

Di sektor perkebunan, kopi biji mencatatkan nilai ekspor Rp6,9 triliun, sedangkan pinang biji mencapai Rp2,9 triliun. Di sektor hewan, sarang burung walet tetap menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia dengan nilai ekspor mencapai Rp3,6 triliun.

Sementara itu, komoditas udang dan tuna terus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam perdagangan hasil perikanan dunia. Selain mendukung kelancaran ekspor, Barantin juga terus menjalankan fungsi perlindungan terhadap sumber daya hayati nasional. 

Sepanjang semester pertama tahun ini, pengawasan karantina berhasil mencegah masuk dan keluarnya berbagai komoditas berisiko yang berpotensi membawa hama dan penyakit lintas negara, sehingga mampu menghindarkan Indonesia dari potensi kerugian ekonomi hingga ratusan miliar rupiah. 

Melalui kolaborasi yang semakin erat bersama APINDO, asosiasi eksportir, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Barantin optimistis Indonesia mampu memperkuat posisinya sebagai preferred hub komoditas biologis di kawasan Asia Tenggara. 

Pemerintah menegaskan bahwa daya saing ekspor tidak hanya ditentukan oleh besarnya volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan sistem biosekuriti yang kredibel, layanan publik yang cepat, serta kepastian regulasi yang memberikan rasa aman bagi dunia usaha. 

Dengan semangat tersebut, Barantin akan terus memperkuat pelayanan, memperluas kolaborasi, dan memastikan setiap produk Indonesia yang memasuki pasar global membawa standar mutu yang mampu bersaing sekaligus membanggakan nama bangsa.

Jurnalis: Amelia Erisanna

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: BarantinBerita Jakarta Terkinijakarta
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Rembang Siapkan Embung Irigasi untuk Petani, Anggarannya Rp250 Juta

Next Post

720 Siswa Kurang Mampu di Blora Terima Bantuan Pendidikan Jelang Tahun Ajaran Baru

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Suasana usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Karantina Indonesia 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Buka Rakornas 2026, Kepala Barantin Targetkan Akses Ekspor Indonesia Makin Mudah

by Redaksi
15 Oktober 2026
510

BEKASI, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendorong transformasi total sistem perkarantinaan nasional demi mempermudah jalan bagi produk-produk unggulan Indonesia menembus pasar internasional. Arahan tersebut ditegaskan oleh Kepala...

Ilustrasi-kuda laut kering

Mengaku Makanan Ringan, Modus Pengiriman Ilegal 1.728 Kuda Laut Kering Terbongkar di Bandara RHF

by Redaksi
12 Oktober 2026
515

TANJUNGPINANG, Harianmuria.com — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) membongkar modus pengelabuan pengiriman ilegal 1.728 ekor kuda laut kering di terminal kargo Bandara Raja...

Kepala Barantin - Abdul Kadir Karding

Barantin Pasang Karpet Merah! Siap Boyong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

by Redaksi
11 Oktober 2026
516

SEMARANG, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) siap memberikan kemudahan dan "karpet merah" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta generasi muda untuk memperluas jangkauan pasar...

Ilustrasi-pertanian Lada Putih.

1.300 Kelompok Petani Lada Babel Diholding demi Dongkrak Mutu Ekspor Internasional

by Redaksi
4 Oktober 2026
565

PANGKALPINANG, Harianmuria.com — Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi melakukan holding terhadap 1.300 kelompok petani lada putih. Langkah strategis ini ditempuh guna...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

ILUSTRASI: Buah Parijoto yang kaya manfaat dan mendapat cerita mitos. (Istimewa/Harianmuria.com)

Buah Parijoto, Manfaat dan Mitos yang Menyertainya

17 September 2022
2.4k
Ilustrasi anak yang menjadi korban bullying di sekolah. (Freepik/Harianmuria.com)

Psikolog Bagikan Tanda-Tanda Perundungan pada Anak dan Cara Mengatasinya

7 Mei 2023
600

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya