BANGKA TENGAH, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyebutkan tren ekspor lada putih atau "Muntok White Pepper" Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 2026 terus mengalami peningkatan, sehingga dapat menaikkan nilai tambah bagi petani dan pelaku UMKM di daerah itu.
"Kita terus mendorong lada Bangka Belitung ini semakin memperluas pasar ekspor di pasar global," kata Plt Deputi Karantina Tumbuhan Barantin, Dian S.R. Kusumastuti saat menghadiri peluncuran Holding UMKM dan pelepasan ekspor lada putih ke Belanda di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (15/8/2026).
Pelepasan 8,2 ton biji lada putih petani Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah senilai sekitar Rp1,21 miliar diekspor ke Belanda melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menunjukkan komoditas unggulan daerah in memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan masuk ke pasar internasional.
"Tugas kita bersama adalah memastikan kualitas, standar, dan ketertelusurannya terpenuhi sehingga kepercayaan pasar terhadap lada Bangka semakin kuat,” ujarnya.
Berdasarkan data Barantin, ekspor lada putih Bangka Belitung sepanjang 2025 mencapai 1,37 ribu ton melalui 184 kali pengiriman dengan nilai sekitar Rp180 miliar.
Komoditas tersebut antara lain dikirim ke Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.
Lalu tren positif berlanjut hingga Juni 2026, ekspor lada telah mencapai 919,5 ton senilai sekitar Rp148,9 miliar. Volume tersebut meningkat 25,75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 731,2 ton.
"Peningkatan ekspor perlu diikuti penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari kualitas produksi, pemenuhan standar, ketertelusran hingga kesiapan pelaku usaha memenuhi persyaratan negara tujuan," katanya.
Lebih lanjut Dian menegaskan bahwa Barantin terus mendukung pelaku usaha melalui edukasi dan pendampingan, pemenuhan persyaratan teknis, ketertelusuran, serta pemeriksaan dan tindakan karantina pada tahap pelalulintasan dan ekspor.
"Meski saat ini lada Bangka masih dikirim melalui Tanjung Priok untuk selanjutnya diekspor, Barantin berharap ke depan komoditas tersebut dapat langsung diekspor dari Bangka Belitung," ujar Dian.
Ia berharap kedepanya lada Bangka Belitung tidak hanya dikirim ke luar daerah untuk kemudian diekspor melalui wilayah lain.
"Kita dorong agar ekspornya dapat dilakukan langsung dari Bangka Belitung, sehingga nilai tambah dan manfaat ekonominya dapat lebih banyak dirasakan oleh daerah, petani, dan UMKM,” tegas dia.
Namun untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Barantin, pelaku usaha, petani, UMKM, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya.
"Dengan peningkatan ekspor dan terbukanya akses pasar internasional, lada Bangka Belitung diharapkan tidak hanya menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi juga semakin berdaya saing di pasar global," tukas Dian.
Editor: Asih











