BLORA, Harianmuria.com – Tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun Badan Gizi Nasional (BGN) di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora belum juga beroperasi hingga memasuki tahun ajaran baru 2026/2027.
Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika Diannita, mengatakan hingga saat ini belum ada instruksi dari BGN terkait pengoperasian tiga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di aset milik Pemkab Blora tersebut.
“Tiga SPPG di aset Pemkab belum ada arahan dari BGN, enggak mandek,” ujar Artika, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, seluruh pembangunan gedung beserta sarana dan prasarana telah selesai dan dinyatakan lengkap. Namun, operasional masih menunggu kebijakan dari Badan Gizi Nasional.
“Untuk sarpras sudah lengkap, kemarin kesana meninjau sudah lengkap,” katanya.
Artika menjelaskan, saat ini terdapat 94 dapur SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Blora. Selain itu, sembilan dapur lainnya masih menunggu pencairan dana, sedangkan 43 dapur masih berada pada tahap persiapan.
“(Kuota SPPG di Blora?) Semuanya, pendaftaran by sistem. Kalau kuota kita tidak bisa menjawab,” katanya.
Berdasarkan data sebelumnya, Pemkab Blora telah meminjamkan tiga bidang tanah kepada BGN untuk pembangunan dapur SPPG sebagai bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiga lokasi tersebut berada di Kecamatan Blora, Randublatung, dan Jiken.
Lahan di Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora, memiliki luas sekitar 2.190 meter persegi, sedangkan dua lokasi lainnya masing-masing seluas 1.000 meter persegi.
Pembangunan ketiga dapur tersebut mulai dipercepat pada November 2025 dengan target operasional pada Januari 2026. Sesuai papan informasi proyek, pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 75 hari, mulai 12 Oktober hingga 30 Desember 2025.
Untuk dapur SPPG di Kelurahan Kunden, pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Aufar Putra Mandiri dengan pengawasan oleh PT Amythas.
Namun, hingga Februari 2026 progres pembangunan baru mencapai sekitar 90 persen. Sampai pertengahan Juli 2026, ketiga dapur tersebut masih belum beroperasi karena menunggu instruksi resmi dari BGN.
Selain tiga lahan tersebut, Pemkab Blora juga telah menyediakan satu aset lain yang kini telah dimanfaatkan sebagai dapur operasional program MBG, yakni dapur SPPG yang berada di kawasan dekat Lapangan Kridosono dan menjadi dapur SPPG pertama yang beroperasi di Kabupaten Blora.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











