• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Senin, Agustus 17, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ulama-ulama Kharismatik dan Bersejarah di Kudus Sebagai Penerus Perjuangan Dakwah Walisongo

Sekar Sari by Sekar Sari
6 September 2022
in Artikel
227 7
ILUSTRASI: Makam salah satu ulama kharismatik KH Raden Asnawi Kudus di komplek masjid Menara Sunan Kudus. (Intagram @kang.hanan/Harianmuria.com)

ILUSTRASI: Makam salah satu ulama kharismatik KH Raden Asnawi Kudus di komplek masjid Menara Sunan Kudus. (Intagram @kang.hanan/Harianmuria.com)

1.8k
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Selain keberadaan makam dua Walisongo yang sangat dihormati, juga adanya ratusan pondok pesantren, menjadikan wilayah ini dikenal dengan sebutan kota santri. Pernah menjadi pusat penyebaran Islam pada zamannya, Kudus pun melahirkan ulama-ulama kharismatik sebagai penerus perjuangan dakwah Sunan Kudus dan Sunan Muria.

Siapa sajakan ulama kharismatik yang dalam penyebaran ajaran Islam di Kudus? Simak ulasannya berikut ini.

KH Raden Asnawi           

KH Raden Asnawi memiliki nama kecil Raden Ahmad Syamsi lahir di Kudus pada 1861 Masehi. Ia merupakan putra dari H. Abdullah Husnin dan Raden Sarbinah.

Raden Asnawi Syamsi termasuk keturunan ke-14 dari Sunan Kudus (Raden Ja’far Shodiq) dan keturunan kelima dari Kiai Haji Mutamakin seorang wali di Desa Kajen, Margoyoso Pati yang hidup pada zaman Sultan Agung Mataram.

Dalam berdakwah, Raden Asnawi melakukan interaksi langsung dengan komunitas muslim Kudus. Raden Asnawi mempelopori adanya tradisi pengajian Islam yang terkenal dengan nama Pengajian Pitulasan yang digelar digelar secara khusus, yakni setiap hari ke tujuh setiap bulan kalender Hijriah di Menara Kudus.

Ulama kharismatik pendiri organisasi Nahdlatu Ulama (NU) ini juga dikenal memiliki karomah. Dalam suatu riwayat diceritakan, pendiri Madrasah Qudsiyyah ini pernah membuat takut dan gentar para penjajah Belanda. Saat itu, Raden Asnawi dianggap sebagai penggerak kerusuhan untuk membangkang pemerintahan kolonial Belanda, sehingga ia di sempat dimasukkan ke penjara.

Raden Asnawi wafat pada hari Sabtu Kliwon tanggal 26 Desember 1959 M pada usia 98 tahun dan dimakamkan di di kompleks Makam Masjid Menara Kudus di jalan Menara, Pejaten, Desa Kauman, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Kyai Haji Muhammad Arwani Amin Kudus

Kyai Haji Muhammad Arwani Kudus lahir pada tanggal 5 September 1905 atau 5 Rajab 1323 H di Madureksan, Kerjasan. Ia dikenal dengan sebutan Mbah Arwani, yang merupakan guru para ulama dan penghafal Al Qur’an tersebar di Indonesia.

Mbah Arwani mengajarkan Al Qur’an pertama kali di Masjid Kenepan Kudus, pada saat itu ia menyelesaikan pendidikan nyantri di Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Saat itu, kebanyakan santrinya berasal dari luar kota Kudus. Seiring berjalannya waktu, banyak santrinya yang mulai berdatangan dari  luar provinsi, luar pulau Jawa, bahkan saat ini ada yang berasal dari luar negeri seperti Brunei Darussalam dan Malaysia.

Pada tahun 1979 Masehi, mbah Arwani mendirikan pesantren yang diberi nama Yanbu’ul Qur’an yang berarti Sumber al-Qur’an. Ponpes tersebut meruapakan pondok huffadz terbesar yang ada di kota Kudus. Di pondok pesantren itulah para santri menimba ilmu Qira’at Sab’ah.

KH M Arwani Amin Sa’id juga dikenal masyarakat sebagai seorang ulama yang memiliki kelebihan luar biasa. Banyak yang mengatakan bahwa KH Arwani Amin adalah seorang wali. Beberapa santrinya mengatakan bahwa KH Arwani Amin memiliki indra keenam dan dapat mengetahui apa yang akan terjadi dan melihat apa yang tidak terlihat.

Selain itu, Mbah Arwani terkenal jenius, karena sudah hafal al-Qur’an terlebih dahulu pada umur 9 tahun. Ia bahkan hafal Hadits Bukhori Muslim dan menguasai Bahasa Arab dan Inggris. Kecerdasan dan kejeniusan  inilah yang menggugah para murid-murid nya lebih tekun belajar.

Mbah Arwani wafat pada  tanggal 1 Oktober tahun 1994 M pada  usia 92 tahun (dalam hitungan Hijriyah). Beliau dimakamkan di komplek Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus.

KH Ahmad Basyir

KH Ahmad Basyir lahir 30 November 1924 Masehi di Jekulo, Kudus. Ia merupakan putra dari Kyai Mubindan dan Nyai Dasirah. Semasa mudanya sekitar tahun 1944-1945, KH Ahmad Basyir muda bergabung di Badan Perjuangan Republik Indonesia (BPRI). Namun setelah menjadi aktivis dan mengembara ilmu ke berbagai Kiai, ia memutuskan untuk  kembali ke Jekulo pada tahun 1949 dan mengabdi pada K.H. Yasin. Dari sanalah KH Ahmad Basyir mendapatkan ijazah Dalail al-Khoirat beserta hizib-nya atas ketekunannya menjalankan ritual riyadhah.

Pada tahun 1969, Kiai Basyir mendirikan Madrasah Diniyah Nurul Ulum Jekulo Kudus. Lalu ia mewakafkan sebuah bangunan kuno di sebelah utara masjid Kauman. Pada tahun 1970 bangunan tersebut dijadikan sebuah pondok pesantren.

Kiai Basyir merupakan seorang ulama yang mentradisikan riyadhoh (laku prihatin) sejak masih berusia muda. Tradisi itu masih beliau pegangi hingga usia 88 tahun. Ia juga memegang falsafah ilmu dan memiliki prinsip jika ingin sebuah ilmu itu bermanfaat maka harus diamlakan walau hanya satu kali.

Banyak hal yang dapat diteladani dari Kiai Basyir, yaitu kegigihannya dalam menuntut ilmu, kreatifitas hidup, perjuangan hingga akhlaqul karimah yang menjadi tempat para santri dan masyarakat berkiblat.

Kiai Basyir wafat pada 18 Maret 2014 Masehi dan dimakamkan di kompleks pemakaman sekitar Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus, Jawa Tengah

KH Sanusi Ali

KH Sanusi Ali atau yang lebih dikenal dengan  Mbah Sanusi Ali berasal dari desa Jekulo, Kudus. Ia merupakan sosok waliyullah yang sangat luar biasa, bahkan ada yang mengatakan keramatnya mirip dengan ulama besar Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Dalam menyebarkan ajaran Islam, Mbah Sanusi Ali lebih senang melayani dan terjun langsung ke masyarakat daripada mendirikan sebuah pesantren. Mbah Sanusi sering melakukan riyadlah dengan bertapa di puncak Argo Jimbangan, salah satu puncak di Gunung Muria selama 40 hari.

Dalam catatan sejarah, konon pada saat itu ada seorang saudagar Kudus tengah dihadang oleh para perampok di tengah jalan. Lalu saudagar tersebut berkali-kali menyebut nama Mbah Sanusi dan tiba-tiba tanpa disangka Mbah Sanusi datang kemudian nmenolongnya.

Selain itu, Mbah Sanusi juga dikenal mampu menaklukkan macan yang beringas dan menjadikannya pendamping khususnya saat melakukan tapa brata. Konon katanya, macan itulah yang selalu membawakan bumbung air untuk berwudhu untuk Mbah Sanusi menjalankan sholat lima waktu.

Ada sebuah riwayat mengatakan, Mbah Sanusi pernah suatu hari  pergi  ke sebelah barat daya kota Jogyakarta, daerah Laut Selatan. Di laut tersebut, konon  terdapat Masjid Nabi Khidlir as yang dapat dilihat oleh Mbah Sanusi. Namun ketika Mbah Sanusi memasuki masjid tersebut, seketika bangunannya tenggelam ke dasar laut. Namun saat keluar dari masjid, tubuhnya sama sekali tidak basah.

Setelah kejadian itu, ia mendapat karomah dari Allah berupa sebuah Kembang Jaya Sampurna yang berbentuk  kayu. Katanya, barang siapa memiliki pusaka itu, oramng tersebut akan memiliki kedudukan sebagaimana para ratu. Sehingga pada saat itu, apabila ada Bupati Kudus yang sedang jatuh sakit, abdi dalemnya akan diperintahkan untuk meminta obat kepada Mbah Sanusi. Lalu Bupati tersebut  diberi satu keping uang godem oleh Mbah Sanusi untuk direndam didalam air lalu  diminum.

Mbah Sanusi wafat dan dimakamkan di dimakamkan di desa Kauman, Jekulo, kec. Jekulo, Kudus.

KH Yasin

KH Yasin memiliki nama asli Sukandar berasal dari Desa Cebolek (Kajen), KecamatanMargoyoso, Pati. Nama Yasin diperolehnya ketika ia telah menunaikan ibadah haji. KH Yasin merupakan putra  dari H Amin dan Salamah.

Saat masih remaja, ia menuntut ilmu di berbagai pondok pesantren. Yakni pesantren Sidogiri, pesantren Pekalongan, dan Bangkalan Madura yang pada saat itu pengasuhnya adalah Mbah Kholil, seorang ahli nahwu.

Pada tahun 1918, Mbah Yasin mendirikan sebuah pondok pesantren Bareng (Al Qaumaniyyah) yang berada di wilayah Jekulo. Latar belakang, ia mendirikan ponpes tersebuta karena banyaknya anak-anak yang ingin menunut ilmu agama dirumahnya dan atas saran dari sang guru, Mbah Sanusi.

Karena saat itu belum banyak santri, maka baru  pada 1923 pondok tersebut baru diresmikan dan diberi nama ponpes Al Qaumaniyyah. Dalam catatan sejarah, Al Qaumaniyyah merupakan nama untuk memudahkan pembaca. Pada masa Mbah Yasin,pesantren ini belum dinamai, namun para santri pada saat itu menyebutnya pondok Mbareng. Sebab secara historis pondok Mbareng ini dulu belum terlalu dijangkau kendaraan umum, sehingga jika ada yang ingin ke sana cukup menyebut pondok Mbareng.

Mbah Yasin wafat pada hari Rabu Pon tanggal 30 Desember 1953 Masehi dan dimakamkan di desa Kauman, Jekulo, kec. Jekulo, Kudus.

Demikian nama-nama ulama kharismatik  yang menyebarkan ajaran Islam pasca Walisongo di kota Kudus. Dan tentunya masih ada banyak tokoh-tokoh keagamaan di Kudus yang ikut berperan dalam memperjuangkan dakwah Islam sampai sekarang. (Kontributor Uin – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info KudusInfo MuriaKH Ahmad BasyirKH Raden AsnawiKH Sanusi AliKH YasinkudusKyai Haji Muhammad Arwani Kudusulama-ulama kudusWalisongo
SummarizeShare130SendShare
Previous Post

Sosialisasi Lantas Polres Rembang, Odong-odong Dilarang Melintas di Jalan Raya

Next Post

Kunjungan ke Pendopo Kabupaten Pati, Ganjar Pranowo Bahas Persiapan Pemilu 2024

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
529

KUDUS, Harianmuria.com – Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2027 telah disepakati dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus...

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

by ulfa puspa
13 Agustus 2026
528

KUDUS, Harianmuria.com – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proses pembangunan Puskesmas Jekulo pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sidak dilakukan...

Warga Keluhkan Asap dan Debu Aktivitas Industri PG Rendeng Kudus

Warga Keluhkan Asap dan Debu Aktivitas Industri PG Rendeng Kudus

by ulfa puspa
11 Agustus 2026
528

KUDUS, Harianmuria.com – Masyarakat Kabupaten Kudus mengeluhkan asap dan debu aktivitas industri Pabrik Gula (PG) Rendang karena mengganggu kenyamanan. Keluhan tersebut mendapat respons Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Pihaknya kemudian...

Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

by Sekar Sari
31 Juli 2026
1.6k

KUDUS, Harianmuria.com - Sosok ulama sekaligus penulis produktif asal Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, belakangan menjadi perhatian publik setelah memilih tidak hadir untuk menerima MUI Award 2026...

Load More

BERITA UTAMA

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
524
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
527
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
529
DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

13 Agustus 2026
528

TRENDING HARI INI

  • Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    171 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Rektor Termuda Rian Pramana Hibahkan Seluruh Gaji untuk Dosen dan Tendik Universitas Gresik

    647 shares
    Share 259 Tweet 162
  • Antusiasme Balap Tinggi, Blora Diwacanakan Punya Sirkuit Dragbike Permanen

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • NgAllah Suluk Maleman: Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Festival Menjadi Gresik Ajak Warga Cintai Kota Lewat Seni dan Kuliner

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Harga Material Naik, Anggaran RTLH di Semarang Jadi Rp35 Juta per Unit

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

PKG

80 Persen Warga Jateng Ditargetkan Terima Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

5 Februari 2025
695
Keong Srutup, Menu Khas Kampung Sawah Segaran yang Bikin Ketagihan

Keong Srutup, Menu Khas Kampung Sawah Segaran yang Bikin Ketagihan

26 Mei 2025
694

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya