• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Kisah di Balik Tragedi Kebakaran Apartemen Hong Kong

ulfa puspa by ulfa puspa
17 Februari 2026
in Artikel
71 0
Almarhumah Yasmiati, pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Grobogan, diserahkan kepada pihak keluarga. (Dok for Harianmuria com)

Almarhumah Yasmiati, pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Grobogan, diserahkan kepada pihak keluarga. (Dok for Harianmuria com)

549
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Ini terjadi November tahun lalu. Meski sudah tiga bulan sejak peristiwa tragis itu terjadi, izinkan saya membagi kisahnya.

Sebuah screenshoot media Hong Kong News Updates masuk ke hape saya. Ada foto wanita berhijab warna oranye, mengenakan t-shirt lengan panjang motif merah-putih, dengan narasi yang sangat menyentuh:

HK fire: Dead Indonesian helper found huddled with ward hailed as selfless. The bodies of Sri Wahyuni and her 93 year-old employer were found with their arms around each other and covered in a blanket.

(Kebakaran di Hong Kong: Pembantu asal Indonesia yang tewas ditemukan meringkuk bersama majikannya, dipuji sebagai sosok yang tidak egois. Jasad Sri Wahyuni dan majikannya yang berusia 93 tahun ditemukan dengan lengan saling merangkul dan tertutup selimut.)

Untuk sesaat, mulut saya tercekat, speechless. Membayangkan loyalitas dan dedikasi luar biasa dari seorang pekerja migran Indonesia di negeri orang. Tak pelak, Sri Wahyuni adalah syuhada asal Blitar, yang niscaya membuat bangga bangsa, negara, dan keluarga. 

Pikiran masih menerawang, mencoba membayangkan tragedi yang merenggut nyawa Sri Wahyuni dan majikan yang berusia 93 tahun.

Tiba-tiba, Mukhtarudin sang Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, memecah hening sesaat, dengan mengisahkan peristiwa kebakaran 26 November 2025, yang melanda apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong. Di distrik yang tenang di wilayah New Territories itu, api tiba-tiba menjadi tak terkendali. Wang Fuk Court—kompleks perumahan bersubsidi dengan 8 blok menara dan 1.984 unit apartemen—dihuni kurang lebih 4.600 jiwa, mayoritas kelas menengah-bawah.

Kebakaran itu diduga merambat cepat melalui perancah bambu dan jaring pelindung proyek renovasi. Penyelidikan otoritas setempat mengarah pada dugaan kelalaian kontraktor yang menggunakan material tidak tahan api. Namun di balik angka-angka dan laporan investigasi, ada cerita tentang manusia, tentang dedikasi, tentang pilihan paling sunyi di detik paling genting.

Begitu mendapat laporan, menteri langsung menugaskan staf segera terbang ke “Pearl of the Orient”, julukan untuk Hong Kong. Berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal RI (Kemenlu), dan otoritas setempat, Kementerian P2MI segera membuka Posko bantuan dan dukungan psikologis kepada para pekerja migran yang terdampak.

Sampai di situ, saya sama sekali tidak menyela. Saya perhatikan, Menteri Mukhtarudin sedang “on fire”, mengisahkan tragedi kebakaran apartemen di Tai Po, Hong Kong.
“Menurut catatan, ada kurang lebih dua-ratus-ribuan pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Sebagian di antaranya bekerja di Distrik Tai Po yang berada di wilayah New Territory,” ujar putra Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pertama yang jadi menteri ini.

Data resmi Fire Services Department (FSD) menyebutkan, kebakaran hari Rabu 26 November 2025 itu, menyebabkan 160 orang meninggal dunia, dan 79 mengalami luka serius. Sedangkan pekerja migran Indonesia sebanyak 140 orang yang tinggal di area terdampak, tercatat 130 orang selamat, 1 orang sakit dan dirawat (sekarang sudah sembuh dan pulang ke Indonesia), 9 orang meninggal dunia.
Di titik inilah negara bergerak lebih sistematis.

Berdasarkan data final per 9 Desember 2025, sembilan Pekerja Migran Indonesia yang meninggal dunia berasal dari lima orang Jawa Timur, tiga orang Jawa Tengah, dan satu orang Jawa Barat. Menteri langsyng mengarahkan Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI segera melakukan penyerahan santunan kematian sebesar Rp20.000.000 kepada masing-masing ahli waris, dilaksanakan secara simbolis pada 12 hingga 16 Desember 2025 di berbagai kabupaten asal korban.

Penyerahan santunan itu tidak dilakukan secara administratif semata. Selain KP2MI, hadir pula Palang Merah Indonesia, Disnaker, BPJS Ketenagakerjaan, BP3MI, perangkat desa, camat, bahkan unsur keamanan setempat. 

Negara datang langsung ke rumah duka. Negara menatap keluarga yang kehilangan. Negara menyampaikan duka secara terbuka.

Menteri Mukhtarudin lalu menuturkan bahwa pada 22 Desember 2025, Ia menerima kedatangan salah satu dari enam jenazah pekerja migran Indonesia dari Hong Kong. Jenazah tiba di dua terminal kargo: Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media nasional, Menteri P2MI menyambut langsung pemulangan jenazah PMI korban kebakaran Hong Kong, memastikan proses berjalan cepat, terhormat, dan bermartabat melalui kolaborasi erat antara KP2MI dan Kementerian Luar Negeri.

Dari keenam jenazah yang telah dipulangkan ke tanah air di antaranya almarhumah Novita asal Indramayu (Jawa Barat), Yasmiati asal Grobogan (Jawa Tengah), Siti Fatonah asal Semarang (Jawa Tengah), Darwati asal Cilacap (Jawa Tengah), Erwati asal Malang, dan Sri Wahyuni asal Blitar, Jawa Timur.

Proses pemulangan berlangsung sampai dengan 25 Desember 2025, berdasarkan brafaks resmi KJRI Hong Kong. Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI atas arahan Menteri melakukan koordinasi ketibaan di cargo bandara, penyediaan ambulans BP3MI, hingga pendampingan serah-terima kepada ahli waris dan proses pemakaman. Dokumen kematian resmi diserahkan kepada keluarga sebagai bentuk kepastian hukum.

Satu per satu jenazah diantarkan ke rumah duka. Ada shalat jenazah. Ada tahlil. Ada air mata yang jatuh di pelukan keluarga serta negara yang selalu berdiri di sisi mereka.

Heroisme Sri Wahyuni

Kisah berlanjut ke almarhumah Sri Wahyuni (42). Pekerja Migran Indonesia yang yang bekerja sebagai perawat lansia. Saat si jago merah mengepung apartemen, ia mengambil pilihan paling berani: tetap bersama majikannya yang berusia 93 tahun.

Alih-alih mencari selamat, pejuang ekonomi asal Blitar, Jawa Timur itu memilih tidak meninggalkan orang yang dirawatnya. Keduanya ditemukan berpelukan di kamar lantai empat. Sebuah kesaksian bisu wujud pengabdian hingga detik terakhir.

Staf menteri Mukhtarudin yang mengantar jenazah ke rumah duka, mendapat informasi tambahan. Beberapa jam sebelum kejadian, Sri Wahyuni sempat menelepon suaminya, Sugeng Widodo.

Sugeng sempat heran mendapat telepon istri di jam kerja. Perbedaan waktu Blitar – Hong Kong yang hanya selisih satu jam, menjadikan pola komunikasi Sri Wahyuni dan keluarga relatif tidak ada kendala.

Saat menelepon suami, Sri Wahyuni mengabarkan sedang merapihkan tempat peristirahatan majikan. Tentu konteksnya bukan tempat peristirahatan terakhir. Tapi siapa sangka, telepon Sri Wahyuni kepada Sugeng Widodo adalah telepon terakhir.

Kepergian Sri Wahyuni tentu saja meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan keberanian dan kemanusiaan. Sri Wahyuni dikenang sebagai pahlawan sunyi, seorang pekerja migran Indonesia yang di saat paling genting, memilih melindungi sesama hingga akhir hayat,” tutur Menteri Mukhtarudin, takzim.

Heroisme Yatemi

Kisah-kisah di balik kebakaran hebat di apartemen Wang Fuk Court Hong Kong tidak berhenti di situ. Ia juga mendapatkan catatan terkait pekerja migran lain yang bekerja di flat 507 lantai 5, Blok C. Namanya Yatemi. Saat api mulai berkobar dan menjalar cepat, Yatemi tengah dalam kondisi sakit, tapi tetap menjalankan tugasnya menjaga seorang kakek yang menggunakan kursi roda. Tanpa ragu, ia meninggalkan seluruh barang pribadinya, termasuk paspor, demi satu tujuan utama: menyelamatkan nyawa.

Dengan sisa tenaga dan keberanian, Yatemi mendorong kursi roda sang kakek turun dari lantai lima menuju lantai dasar, hingga keduanya berhasil keluar dan selamat. “Pasca kejadian, Yatemi menjalani perawatan di rumah sakit selama delapan hari,” tambah Mukhtarudin.

Dengan mempertimbangkan kondisi majikan yang kini tinggal di panti jompo, Yatemi memutuskan kembali ke Indonesia. Saat ini, ia berada di rumah anaknya di Dusun Krajan, RT 5/3, Ngentrong, Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur. Yatemi pulang bukan hanya membawa kisah keselamatan dari musibah, tetapi juga mengusung teladan keberanian yang menginspirasi.

Negara pun memastikan Yatemi dan PMI terdampak lainnya mendapat perhatian. Pada 28–29 Desember 2025, KP2MI menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp10.000.000 kepada masing-masing Pekerja Migran Indonesia terdampak, dilaksanakan di BNI Gallery Admiralty Hong Kong, difasilitasi KJRI Hong Kong dan BNI Cabang Hong Kong.

Dari pendataan mendetail, tercatat 75 Pekerja Migran Indonesia terdampak (3 di antaranya telah kembali ke Indonesia). Koordinasi dengan employer dilakukan agar para PMI mendapat izin hadir menerima bantuan.

Bantuan itu mungkin tidak menghapus trauma. Tetapi ia menjadi pesan yang jelas: negara hadir.

Pejuang Ekonomi

Hidangan coto Makassar yang secara khusus kami pesan melalui go food dari kedai Jl. Ampera sudah dihidangkan. Pak Menteri paham betul tentang hobi kuliner saya.

Buat saya (dan mungkin buat pak menteri), hidangan coto Makassar ini seperti ‘diplomasi kuliner’ antar-sahabat. Sebab, beberapa waktu lalu, saya sempat ditraktir makan kuliner khas Pangkalan Bun, daerah kelahiran Menteri Mukhtarudin. Nama menunya ‘soto manggala” yang berisi singkong.

Sambil menyantap coto, kami melanjutkan perbincangan. Kali ini agak serius. Katanya, “Kita harus mengubah paradigma yang mengatakan bahwa pekerja migran adalah pahlawan devisa. Tepatnya, pekerja migran adalah pejuang ekonomi keluarga.”
Apa perbedaan substansialnya?
Julukan “pahlawan devisa” tercium aroma eksploitasi. Sedangkan, sebutan “pejuang ekonomi keluarga” memiliki tone yang lebih positif. Maka, tupoksi Kementerian P2MI pun menjadi lebih jelas, yaitu penekanan pada aspek perlindungan.

“Pelindungan terhadap para pejuang ekonomi keluarga. Perlindungan sebelum berangkat ke negeri orang, perlindungan selama berjuang di negeri orang, sampai pada perlindungan saat kembali ke tengah keluarga,” tutur ayah empat orang anak ini.

Menteri Mukhtarudin menyampaikan bahwa arahan Presiden kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia adalah pelindungan maksimal dari sebelum, selama dan setelah bekerja, serta optimalisasi penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil (mengubah paradigma dan orientasi pekerja dari lowskill ke medium-high skill).

Dalam konteks blue print Indonesia Maju, Mukhtarudin mengilustrasikan mata rantai program Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Dimulai dari perlindungan pekerja migran, tercipta Indonesia sejahtera, hingga menjadi Indonesia maju. Dan tragedi Tai Po menjadi pengingat keras: perlindungan bukan slogan, tetapi sistem yang harus bekerja dalam situasi darurat sekalipun.

Menengah – Bawah

Wang Fuk Court adalah kompleks perumahan bersubsidi yang terletak di Tai Po, Hong Kong. Sebuah distrik yang dihuni kurang lebih 300.000 jiwa. Kompleks Wang Fuk Court terdiri dari 8 blok menara dengan total 1.984 unit apartemen dan dapat menampung hingga 4.600 penduduk. Kebakaran 26 November 2025 lalu, menghanguskan 7 dari 8 blok menara. Kebakaran ini diduga menyebar melalui perancah bambu dan jaring pelindung yang terpasang di seluruh blok apartemen untuk proyek renovasi.

Penyelidikan menunjukkan bahwa kebakaran kemungkinan disebabkan oleh kelalaian kontraktor, Prestige Construction & Engineering Co Limited, yang menggunakan bahan-bahan yang tidak tahan api. Pemerintah Hong Kong telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran dan mengambil tindakan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Saat ini, tengah berlangsung proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Proses ini diharapkan dapat memulihkan kompleks ini menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi penduduk ke depan. Penghuni Wang Fuk Court umumnya berasal dari kelas menengah ke bawah. Program perumahan subsidi pemerintah Hong Kong memang menyasar keluarga dengan pendapatan rendah hingga menengah.

Data sensus menunjukkan bahwa mayoritas penghuni memiliki pendapatan bulanan di bawah 20,490 dollar Hong Kong (sekitar Rp 40 juta). Rata-rata usia penghuni sekitar 56,6 tahun. Selain itu, banyak penghuni yang merupakan pensiunan atau memiliki pekerjaan dengan pendapatan rendah.

Terhadap warga selamat yang kehilangan tempat tinggal, Pemerintah Hong Kong telah meluncurkan program bantuan untuk membantu penghuni terdampak. Termasuk bantuan keuangan dan akomodasi sementara.

WA Jusuf Kalla

Mangkuk berisi coto Makassar tandas sudah. Obrolan melebar dan meliar ke mana-mana. Tapi tetap konstruktif dan produktif. Tiba saatnya, ia kembali ke pekerjaannya. “Oh ya… sebentar, saya harus mengucapkan terima kasih kepada Bapak Jusuf Kalla,” ujar Mukhtarudin tiba-tiba.

Sejurus kemudian, ia tampak mengetik pesan WhastApp di ponselnya. Tak lama kemudian, ia meminta saya membaca pesan yang ia kirim kepada Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu.

Ass wr wb Pak Jusuf Kalla
Saya Mukhtarudin selaku Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia mau sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas bantuan Palang Merah Indonesia yang berkolaborasi aktif dengan Palang Merah Hong Kong, telah memberikan bantuan kepada korban akibat kebakaran WNI Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong utk mendapatkan santunan sebesar 5.000 Dolar Hong Kong per bulan selama satu tahun. (total 9 orang yang meninggal)

Palang Merah Indonesia Hebat, Sehat selalu Pak Jusuf Kalla

Tak berapa lama berselang, JK menelpon Pak Menteri menyambut berita gembira terkait Palang Merah Indonesia, dimana Jusuf Kalla menjadi ketua umumnya. Mukhtarudin tersenyum lega.

Karena pada akhirnya, api boleh menghanguskan bangunan. Tetapi ia tidak bisa membakar solidaritas.
Sri Wahyuni telah menunjukkan arti pengabdian sampai akhir hayat.

Yatemi telah menunjukkan arti keberanian dalam kondisi paling rapuh. Dan negara, melalui kerja sunyi para petugasnya, berupaya memastikan bahwa tidak satu pun keluarga dibiarkan sendiri menghadapi kehilangan.

Dari Tai Po, kita belajar satu hal: pelindungan bukan sekadar mandat undang-undang. Ia adalah janji moral bangsa kepada setiap pejuang ekonomi keluarga Indonesia — di mana pun mereka berada.

Penulis: Egy Massadiah

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: KP2MIPekerja Migran Indonesia
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Kunjungi Rembang, Menhan Minta Yonif TP 888 Jadi Kekuatan Tempur dan Penggerak Pangan

Next Post

Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh Pada 19 Februari 2026

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Anak PMI asal Gresik, Adil (kiri) bersama petugas KBRI di Malaysia Shohenudin. (Dok. pribadi)

Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

by Redaksi
17 Agustus 2026
565

KUALA LUMPUR, Harianmuria.com – Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menghadirkan kisah membanggakan dari anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Adil Maulana Nur Hidayatullah...

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin. (Dok. KP2MI)

Pesan HUT ke-81 RI dari Menteri Mukhtarudin: PMI Harus Terlindungi dari Hulu hingga Hilir

by Redaksi
17 Agustus 2026
510

JAKARTA, Harianmuria.com – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan pentingnya perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurut Mukhtarudin,...

Ketibaan jenazah di rumah duka di Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Sabtu (15/8/2026).

BP3MI Jawa Barat Fasilitasi Pemulangan Jenazah Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu dari Taiwan

by Redaksi
15 Agustus 2026
516

INDRAMAYU, Harianmuria.com – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat memfasilitasi pemulangan jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial BI yang meninggal dunia saat bekerja di...

Jenazah PMI yang meninggal dunia di Taiwan tiba di rumah duka di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Jenazah PMI yang Meninggal di Taiwan Tiba di Bogor, Negara Pastikan Hak hingga Akhir Hayat

by Redaksi
15 Agustus 2026
516

KAB. BOGOR, Harianmuria.com – Jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial N yang meninggal dunia di Taiwan akhirnya tiba di rumah duka di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten...

Load More

BERITA UTAMA

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
516
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Gubernur Anwar Hafid Minta Forum Pemuda Sulteng Jadi Motor Pembangunan Daerah

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi ibu dan bayinya. (Freepik/Harianmuria.com)

Penjelasan Childfree Menurut Pandangan Islam, Pahami agar Tidak Langsung Menghakimi

20 Februari 2023
573
Waspada DBD! 90 Kasus Ditemukan di Blora dalam Empat Bulan

Waspada DBD! 90 Kasus Ditemukan di Blora dalam Empat Bulan

11 Juni 2025
549

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya