• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Mental Illness dan Kanker, Apa Hubungannya?

Sekar Sari by Sekar Sari
1 Februari 2023
in Artikel, Kesehatan
76 5
Ilustrasi orang yang terkena kanker dan mental illness. (Freepik/Harianmuria.com)

Ilustrasi orang yang terkena kanker dan mental illness. (Freepik/Harianmuria.com)

624
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Zaman kini, mental illness atau gangguan mental sudah umum terjadi pada siapapun, terutama remaja. Menurut WHO (World Health Organization), satu dari lima anak-anak dan remaja di seluruh dunia mengalami gangguan mental.

Ada lebih dari 200 jenis mental illness yang diketahui, dengan gejala dan tingkat keparahan yang beragam, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, hingga psikosis.

Lalu, apa hubungan mental illness dengan kanker?

Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia.  Kanker terjadi ketika ada mutasi genetik pada sel, sehingga sel tersebut tumbuh tidak normal. Menurut data Globocan (Global Cancer Observatory), pada tahun 2018 angka kasus baru tercatat 348.809, dan mengalami peningkatan menjadi 396.914 pada tahun 2020. Pada 2021, WHO memperkirakan 10 juta jiwa meninggal dunia karena kanker setiap tahunnya dan bahkan, 70 persen angka kematian akibat kanker terjadi pada negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Semua aspek kehidupan penderita kanker mengalami perubahan setelah terdiagnosa. Banyak metode pengobatan kanker yang umum digunakan, yakni kemoterapi, operasi pengangkatan sel kanker, radioterapi, imunoterapi, hingga memberikan obat-obatan yang mampu menghambat mutasi genetik pada sel.

Dalam praktiknya, penanganan kanker di Indonesia masih memiliki hambatan, seperti ketimpangan jumlah fasilitas, hingga terbatasnya jumlah tenaga medis khusus kanker yang kewalahan menangani sekian banyak pasien. Inilah yang menyebabkan tingginya angka kematian akibat kanker di Indonesia.

Lalu, bagaimana nasib mental seorang penderita kanker?

Setiap orang berpotensi mengalami gangguan mental, salah satu faktornya yaitu penyakit fisik kronis. Dengan angka kematian setinggi itu, maka tidak sedikit penderita kanker yang menyerah akan hidup. Terus memikirkan maut yang akan segera menjemputnya. Kekhawatiran akan kematian memenuhi kepalanya. Perasaan sedih, putus harapan, kehilangan minat terhadap apa yang disukai, dan berakhir patah semangat untuk sembuh. Pikiran-pikiran inilah penyebab munculnya mental illness dalam diri penderita, seperti stres, depresi hingga gangguan kecemasan.

Penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas, penurunan konsentrasi, dan perubahan kemampuan seksual sangat mempengaruhi psikologis penderita, yang menyebabkan tidak stabilnya mental.

Pasien dengan penyakit fisik yang parah memiliki gangguan mental setidaknya dua kali lebih banyak dari populasi umum. Sekitar 25 persen wanita mengalami apatis pasca operasi payudara. Dua sampai lima dari sepuluh orang penderita penyakit kronis mengalami gangguan mental emosional, sama meningkatnya dengan jumlah penderita penyakit kronis di Indonesia. Inilah mengapa dukungan dari lingkungan sangat berpengaruh terhadap penderita.

Dukungan ini berupa konseling, edukasi, dukungan spiritual, hingga dukungan kelompok yang kini sudah banyak dikembangkan oleh masyarakat. Karena banyaknya penderita kanker yang memiliki gangguan mental, sangat penting bagi pelayanan kanker untuk menyediakan pelayanan terintegrasi dan komprehensif di bidang onkologi.

Inilah mengapa peringatan Hari Kanker Sedunia, yang pertama kali dibentuk pada tahun 2000 dan telah diinaugurasi oleh Union for International Cancer Control (UICC) sangat dibutuhkan, sebagai wujud perhatian kepada masyarakat agar lebih sadar dan bermawas diri terhadap penyakit tersebut. Selain itu, Peringatan Hari Kanker Sedunia juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penyakit tersebut.

Diperingati pada 4 Februari di seluruh penjuru dunia, Indonesia juga salah satu negara yang turut memeriahkan peringatan ini dengan berbagai kegiatan, seperti penyuluhan, senam bersama, jalan sehat, dan kegiatan sosial lainnya.

Mental Illness dan Kanker, Apa Hubungannya? | Harianmuria

Nuhla Maulidia (seorang pelajar yang harus kehilangan ibu kandungnya karena kanker)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: ArtikelKankerMental Illness
SummarizeShare45SendShare
Previous Post

Pemkab Jepara Dapat Apresiasi Kemendagri, Pj Bupati: Beberapa Sektor Masih Terus Diperbaiki

Next Post

Pati Dapat Kuota Haji 1.300-an Jamaah

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

by ulfa puspa
30 September 2026
591

Harianmuria.com - Muncul paradoks yang besar dengan munculya budaya digital. Niat awalnya manusia menciptakan mesin pintar agar bisa membantu mengatasi problem hidupnya sehingga kehidupan lebih mudah dan nyaman...

Tata Cara Salat Istisqa dan Bacaan Doanya

Tata Cara Salat Istisqa dan Bacaan Doanya

by ulfa puspa
8 September 2026
621

Harianmuria.com – Musim kemarau berdampak menyusutnya sumber air bersih sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi maupun aktivitas harian. Kemarau juga mengakibatkan vegetasi mudak kering sehingga rawan...

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

by ulfa puspa
29 Juli 2026
621

DEMAK, Harianmuria.com - Bawang merah dan ubi jalar telah menjadi komoditas holtikultura utama Desa Kotakan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Praktik pertanian bawang merah yang intensif mendorong petani Desa...

Jejak Sejarah dan Makna Laku Spiritual 1 Suro di Surakarta

Jejak Sejarah dan Makna Laku Spiritual 1 Suro di Surakarta

by ulfa puspa
16 Juni 2026
787

Harianmuria.com – Malam Satu Suro yang bertepatan dengan malam 1 Muharram dalam kalender Hijriah, kerap dijadikan momentum yang penuh nuansa spiritual dan sakral bagi masyarakat Jawa. Tradisi perayaan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dirgahayu Polri, Polisi Ideal Itu Ada?

Dirgahayu Polri, Polisi Ideal Itu Ada?

30 Juni 2025
616
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus hadirkan layanan Cathlab tercover BPJS, pasien jantung dan stroke tak perlu lagi dirujuk ke kota besar.

Tak Perlu ke Kota Besar, Layanan Cathlab RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Sudah Tercover BPJS

17 September 2025
643

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya