• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Migrant Center Universitas Udayana Siap Jadi One-Stop Service Unggulan!

Redaksi by Redaksi
2 Oktober 2026
in Berita KP2MI
67 1
Sinergi KP2MI dengan Universitas Udayana.

Sinergi KP2MI dengan Universitas Udayana.

523
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

BALI, Harianmuria.com — Universitas Udayana (Unud) bersiap menghadirkan terobosan besar dalam ekosistem pelindungan tenaga kerja global melalui pembentukan Migrant Center Universitas Udayana (MCU) yang dirancang sebagai pusat layanan terpadu (one-stop service).

Kehadiran fasilitas komprehensif ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Universitas Udayana di Bali, Jumat, (2/10/2026).

Penandatanganan kerja sama strategis ini dilakukan langsung oleh Menteri P2MI/Kepala BP2MI Mukhtarudin bersama Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., guna memperkuat tata kelola pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari hulu hingga hilir.

Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana mengatakan kerja sama tersebut bukan sekadar hubungan formal antarlembaga, melainkan bentuk tanggung jawab perguruan tinggi untuk menghadirkan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Sudarsana, pelindungan Pekerja Migran tidak hanya berkaitan dengan proses penempatan kerja.

Aspek kompetensi, penguasaan bahasa, pemahaman budaya, akses informasi, kesehatan, hingga kesiapan menghadapi dunia kerja global juga menjadi bagian penting.

"Kolaborasi tersebut merupakan contoh bagaimana kekuatan akademik perguruan tinggi dapat bersinergi dengan lembaga pelatihan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi peluang kerja internasional," kata Sudarsana.

Berbagai potensi tersebut, lanjut dia, akan dikembangkan melalui pembentukan Migrant Center Universitas Udayana (MCU).

Sudarsana mengatakan gagasan pembentukan Migrant Center sebelumnya telah dibahas bersama Menteri P2MI ketika pihak Universitas Udayana melakukan audiensi dengan Mukhtarudin.

"Kami harapkan Migrant Center menjadi wadah koordinasi yang mengintegrasikan potensi program studi, LPK, pemerintah, dan dunia usaha dalam mendukung peningkatan kompetensi, kesiapan, serta perlindungan calon Pekerja Migran Indonesia," cetus Sudarsana.

Ia menegaskan MCU diarahkan menjadi one-stop service bagi calon maupun pekerja migran, mulai dari penyiapan sebelum bekerja hingga aspek pendukung lainnya.

"Kami sebut MCU ini menjadi one-stop service bagi pekerja migran, dari sisi penyiapan, memberikan pemahaman, literasi pengelolaan keuangan, dari sisi kesehatan karena kami memiliki rumah sakit yang bisa mengecek kesehatan termasuk juga kesehatan mentalnya," kata Sudarsana.

Dari aspek bahasa, Universitas Udayana juga memiliki sumber daya yang dinilai mendukung kebutuhan calon PMI. Universitas memiliki Language Center serta sejumlah program studi bahasa di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.

Sudarsana mengatakan Universitas Udayana telah memiliki kemampuan pengajaran sejumlah bahasa, termasuk bahasa Inggris, Prancis, Jepang dan Mandarin.

Untuk bahasa Mandarin, pihaknya menyebut laboratorium bahasa Universitas Udayana telah bekerja sama dengan lembaga HSK Mandarin sehingga dapat mendukung sertifikasi kemampuan bahasa bagi calon pekerja yang akan bekerja di sejumlah negara Asia.

"Kalau sekarang bahasa Mandarin, laboratorium kami sudah bekerja sama dengan HSK Mandarin yang sudah bisa resmi mengeluarkan sertifikat untuk para pekerja di luar negeri di Asia. Begitu juga nantinya untuk bahasa Jepang. Kalau bahasa Inggris sudah pasti," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Mukhtarudin mengatakan kerja sama dengan Universitas Udayana menjadi langkah penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pelindungan Pekerja Migran khususnya melalui pendidikan, peningkatan kompetensi, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pelindungan Pekerja Migran Indonesia," tutur Menteri Mukhtarudin.

Menurut Menteri, pembentukan Kementerian P2MI oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari transformasi kelembagaan dalam penyelenggaraan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Transformasi tersebut, kata Mukhtarudin, diarahkan untuk memperkuat tata kelola pelindungan Pekerja Migran dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan peluang kerja luar negeri, penyiapan dan pelatihan CPMI terampil, layanan penempatan dan pelindungan, pencegahan Pekerja Migran nonprosedural, hingga pemberdayaan, purna Pekerja Migran dan keluarganya.

"Presiden juga memberikan arahan agar kualitas pelindungan PMI diperkuat sejak sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah bekerja, termasuk melalui peningkatan kualitas dan kapasitas calon Pekerja Migran melalui vokasi dan peningkatan keterampilan," ujar Menteri.

Mukhtarudin menegaskan peningkatan kompetensi menjadi bagian penting agar PMI yang ditempatkan di luar negeri tidak hanya memperoleh kesempatan kerja, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.

Karena itu, calon Pekerja Migran perlu dibekali kompetensi, memahami prosedur penempatan, serta mampu bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi.

"Melalui pendidikan, penelitian, pengembangan inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Udayana dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pengetahuan, kompetensi, dan kesiapan generasi muda," beber Mukhtarudin.

Editor: Asih

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita KP2MIInfo KP2MIKementrian Perlindungan Pekerja Migran IndonesiaKP2MIpekerja migranPekerja Migran Indonesiaperlindungan pekerja migran
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Menteri P2MI Dorong Lulusan Poltekkes Siap Taklukkan Pasar Global Sebagai Tenaga Medis Elit!

Next Post

Proyek Perbaikan Jembatan Pengkol Rembang Ditarget Rampung Oktober 2026

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) menandatangani Nota Kesepahaman di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Perkuat Kemandirian Ekonomi, KP2MI Gandeng FPPI Berdayakan Perempuan Pekerja Migran Indonesia

by Redaksi
16 Oktober 2026
513

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya. Kolaborasi tersebut...

Menteri P2MI Mukhtarudin (kanan) dan Menteri Perindustrian Sarmuji usai penandatanganan pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

KP2MI dan Kemenperin Perluas SMK Go Global, 1.066 Calon PMI Disiapkan Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
15 Oktober 2026
524

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama untuk menyiapkan lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui...

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

by ulfa puspa
10 Oktober 2026
556

BLORA, Harianmuria.com – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora mencatat sebanyak 964 warga sebagai pencari kerja selama periode Januari-April 2026. Kepala Dinperinaker Blora, Endro Budi Darmawan,...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (Dok. KP2MI)

Resmikan Migrant Center Unpad, Menteri P2MI Targetkan 500.000 Pekerja Migran Terampil hingga 2029

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Harianmuria – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dinkes Salatiga catat 4 kasus positif chikungunya.

Waspada! Gejala Chikungunya Muncul di Salatiga, Dinkes Temukan 4 Kasus Positif

14 Juli 2025
553
Tradisi Meron Sukolilo Pati sebagai bentuk pagelaran memperingati Maulid Nabi. (YouTube/Harianmuria.com)

Mengulik Sejarah dan Makna Budaya Meron, Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Sukolilo Pati

3 Oktober 2022
1.3k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya