REMBANG, Harianmuria.com – Pembangunan Jembatan Pengkol di Dusun Semen, Desa Pengkol, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang masuk tahap penyelesaian pada awal Oktober 2026.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, mengatakan progres pembangunan Jembatan Pengkol sudah 90 persen. Beberapa pekerjaan yang masih dilakukan di antaranya pengurukan jalan pendekat menuju jembatan serta penyelesaian tahap akhir.
“Kalau Jembatan Pengkol ini sudah hampir selesai. Saat ini kami mengerjakan pengurukan jalan pendekatnya, kemudian tinggal penyelesaian finishing jembatan,” Kata Nugroho pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Nugroho optimistis proyek pembangunan Jembatan Pengkol bisa tuntas sesuai target.
“Ya, mungkin sekitar 90 persen. Paling lama dua minggu lagi sudah selesai,” jelasnya.
Proyek Jembatan Pengkol dikerjakan menggunakan anggaran Rp270 juta dari APBD. Dana tersebut diperuntukkan menangani kerusakan konstruksi jembatan agar bisa berfungsi kembali.
Secara teknis konstruksi Jembatan Pengkol dibangun dengan panjang sekitar 11,8 meter, lebar 5 meter, dan ketinggian kurang lebih 5,5 meter. Kerusakan terjadi pada sejumlah bagian penting konstruksi, terutama balok dan abutmen atau struktur penopang di bagian kepala jembatan.
Nugroho menjelaskan, indikasi kerusakan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun, kondisi jembatan semakin parah setelah diterjang banjir besar pada akhir tahun sebelumnya.
Arus banjir menyebabkan kerusakan struktur jembatan, termasuk bagian abutmen dan balok. Kondisi tersebut membuat jembatan tidak lagi memungkinkan dilalui kendaraan berat sehingga diperlukan penanganan secara menyeluruh pada bagian yang mengalami kerusakan.
“Indikasi kerusakannya sebenarnya sudah cukup lama. Namun, pada awal tahun kemarin terjadi banjir besar sehingga kerusakannya semakin parah. Kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan berat, sehingga bagian yang rusak kami bongkar dan tangani,” terangnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











