REMBANG, Harianmuria.com – Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, menjadi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026.
Program TMMD di Ngajaran mendapat anggaran Rp1,9 miliar untuk pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya pembangunan jalan penghubung antar kabupaten, yakni Desa Ngajaran, Kabupaten Rembang dengan Desa Bogorejo, Kabupaten Blora.
Bupati Rembang, Harno, saat membuka TMMD pada Selasa, 13 Oktober 2026 menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan seluruh pihak yang bersinergi dalam program pembangunan tersebut.
Menurut Harno, TMMD bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik, melainkan juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
“TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui TMMD, semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap pembangunan desa terus diperkuat,” ujarnya.
Harno mengatakan bahwa tema TMMD tahun ini, “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” menegaskan bahwa kemajuan bangsa harus dimulai dari desa. Akses yang semakin baik juga akan memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan jangkauan pelayanan publik.
Menurutnya, Desa Ngajaran dipilih untuk program TMMD karena memiliki akses jalan strategis yang menghubungkan antardesa hingga antarwilayah kabupaten.
“Dari aspek wilayah, jalan ini merupakan akses penghubung Desa Ngajaran dengan Desa Bogorejo, Kabupaten Blora. Selain untuk mobilitas masyarakat, jalan ini juga menjadi akses anak sekolah, pelayanan umum, dan untuk meningkatkan akses ekonomi,” jelasnya.
Pemerintah Rembang, kata Harno, terus berupaya memetakan kebutuhan masyarakat agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menjawab persoalan di lapangan.
Kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, dan infrastruktur masih menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
“Masyarakat yang dibutuhkan pertama adalah listrik, air terus infrastruktur. Pemkab terus mencari solusi mana yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
TMMD Reguler ke-130 di Desa Ngajaran dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp1,9 miliar, dengan dukungan dari berbagai sumber pendanaan.
Rinciannya, anggaran Mabes TNI Angkatan Darat sebesar Rp338,3 juta, APBD Provinsi Jawa Tengah Rp261,97 juta, APBD Kabupaten Rembang Rp622,64 juta, serta dukungan CSR sebesar Rp75 juta.
Melalui program tersebut, sejumlah pekerjaan fisik akan dilaksanakan. Di antaranya pembangunan rabat beton sepanjang 1.175 meter dengan lebar 2,5 meter serta pembangunan plat beton berukuran 4 meter x 1,4 meter.
Selain infrastruktur jalan, program TMMD juga mencakup bedah rumah atau pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak lima unit dan pembangunan dua unit sumur bor.
Harno menekankan, keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari rampungnya pembangunan fisik. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga hasil pembangunan, memperkuat persatuan, serta mempertahankan budaya gotong royong.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Desa Ngajaran untuk terlibat aktif selama pelaksanaan program berlangsung.
“Jadikan program ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, membangun kepedulian, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap setiap hasil pembangunan,” pesannya.
Pemerintah Kabupaten Rembang juga berkomitmen mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat.
“Melalui sinergi dan kebersamaan, kita berharap pembangunan di desa semakin merata dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat demi mewujudkan Rembang Sejahtera,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











