DENPASAR, Harianmuria.com — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperketat strategi penyiapan tenaga kerja berkualitas lewat jalur pendidikan vokasi.
Langkah konkret ini ditunjukkan oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat meninjau fasilitas Migrant Center di Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali, pada Jumat (2/10/2026), sekaligus berdialog langsung dengan para alumni yang bersiap meniti karier di luar negeri.
Peninjauan tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas institusi dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, profesional, serta memahami jalur migrasi kerja yang aman dan prosedural di kancah internasional.
Hadir mendampingi dalam kegiatan strategis ini Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan dr. Yuli Farianti, Direktur Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan dr. Jefri Ardianto, Kepala BP3MI Muhammad Iqbal, Ketua Tim Pendayagunaan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan WNI/Diaspora Lita Dwi Astari, S.T.P., M.Si., beserta jajaran civitas akademika Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Di tengah tingginya permintaan tenaga kesehatan profesional di berbagai negara, Menteri Mukhtarudin menegaskan pentingnya peran Migrant Center sebagai pusat informasi, konsultasi, dan persiapan dini bagi mahasiswa maupun alumni.
"Pelindungan Pekerja Migran tidak hanya berbicara mengenai penanganan ketika terjadi persoalan, tetapi harus dimulai sejak seseorang mempersiapkan diri untuk bekerja di luar negeri, selama bekerja, hingga setelah kembali ke tanah air," tutur Mukhtarudin.
Menurut dia, Calon Pekerja Migran wajib dibekali kompetensi, pengetahuan, kemampuan bahasa, serta pemahaman mendalam mengenai hak dan kewajiban sebelum mengambil keputusan besar untuk merantau ke luar negeri.
"Keberadaan Migrant Center di lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar memiliki arti penting. Fasilitas ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk memperoleh informasi yang benar mengenai peluang kerja di luar negeri, memahami persyaratan dan prosedur penempatan, serta mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan," ujar Menteri.
Ia juga menegaskan bahwa peluang kerja global harus diimbangi dengan kesiapan kualitas sumber daya manusia agar posisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) semakin diperhitungkan di negara penempatan.
Dalam sesi dialog bersama para alumni, Menteri Mukhtarudin secara tegas mengingatkan pentingnya menempuh jalur keberangkatan yang legal demi keamanan jangka panjang.
"Pastikan seluruh dokumen dan proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi, pahami isi perjanjian kerja, ketahui hak dan kewajiban, serta jangan mudah percaya pada tawaran kerja yang tidak jelas," imbuh Menteri.
Pemerintah berharap kompetensi lulusan Poltekkes Kemenkes Denpasar terus ditingkatkan agar selaras dengan standar internasional, sehingga mampu membawa nama baik bangsa di tingkat global.
"Yang kita ingin pastikan adalah setiap Pekerja Migran Indonesia yang berangkat dari Indonesia membawa kompetensi, profesionalisme, dan kesiapan, serta mendapatkan pelindungan sejak sebelum berangkat, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air," pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.
Editor: Asih











