JAKARTA, Harianmuria.com – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes) Ahmad Riza Patria menilai dunia usaha memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan desa melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Menurut Riza, pembangunan desa tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan sektor swasta diperlukan agar potensi desa, baik sumber daya alam maupun budaya, dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Pembangunan desa tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga memerlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, terutama pihak swasta,” ujar Riza dalam acara CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026 di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Senin (29/9/2026).
Ia mengatakan desa memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang besar. Di sisi lain, desa juga menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha.
Melalui program CSR, lanjut Riza, perusahaan tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pelaku ekonomi. Dunia usaha juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Melalui kegiatan CSR, dunia usaha tidak hanya berperan sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat desa,” katanya.
Riza menjelaskan, program CSR yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan telah memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat desa. Dampaknya antara lain terlihat pada penguatan ekonomi lokal, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga pembangunan sarana dan prasarana.
Karena itu, ia berharap kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang semakin solid, kontribusi perusahaan terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa diharapkan semakin besar.
“Semoga kolaborasi, sinergi ini dapat terus kita tingkatkan,” ujar Riza.
CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026 merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan Kemendes PDT bersama Indonesia Sustainability Social Forum (ISSF). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan desa.
Ketua ISSF Sudarmanto mengatakan penyelenggaraan CSR dan PDB Awards 2026 menjadi momentum penting karena ajang tersebut telah memasuki tahun kelima dan konsisten dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kemendes PDT.
Menurut Sudarmanto, kolaborasi tersebut sejalan dengan Astacita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk mendorong pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
“ISSF terus bersemangat memberikan motivasi kepada perusahaan agar memberikan kontribusi nyata lewat CSR,” kata Sudarmanto.
(Ant/Harianmuria.com)











