PATI, Harianmuria.com – Angka peristiwa kebakaran di Kabupaten Pati hingga Juli 2026 mencapai 73 kasus. Lonjakan peristiwa terjadi pada musim kemarau.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat (Damkar Linmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo, mengatakan jumlah peristiwa kebakaran tahun ini lebih tinggi ketimbang tahun 2025 yang hanya 70 kasus.
Dari jumlah peristiwa kebakaran pada 2026, Kecamatan Pati Kota tercatat terbanyak dengan 17 kasus. Kemudian Kecamatan Kayen 9 kasus dan Kecamatan Winong 7 kasus.
“Januari sampai Juli di 21 kecamatan sudah ada 73 kasus kebakaran, dari yang mendominasi urutan terbanyak Pati, kedua Kayen, ketiga Winong. Kalau dibandingkan 2025 kurang lebih 70,” kata Dwi, baru-baru ini.
Peristiwa kebakaran terjadi di lahan pertanian dan perkebunan, pekarangan, bangunan permukiman hingga kandang ternak.
Menurutnya, pemicu kabakaran paling banyak disebabkan kelalaian manusia karena aktivitas pembakaran hingga korsleting listik.
“Kejadian paling banyak kelalaian manusia seperti membakar sampah, membuka lahan tebu dengan dibakar menjalar ke tanaman aktif karena tiupan angin kencang. Sedangkan, ada juga kebakaran pawon (dapur) atau kandang untuk menghangatkan ternak, yang kemudian apinya membesar membakar bangunan yang menempel area kandang ataupun pawon tersebut,” terangnya.
Agar jumlah kasus kebakara tidak terus bertambah, Dwi berpesan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam bertindak, khususnya di musim kemarau. Jika menyalakan api disarankan seperlunya saja.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Ulfa











