• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 20, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Pertanian di Asemrudung Grobogan Mulai Terdampak Kekeringan

utia by utia
20 Agustus 2026
in Grobogan, News
61 5
Ketua Gapoktan Sedio Mukti Desa Asemrudung, Mulyono, memberikan keterangan mengenai kondisi kekeringan yang berdampak ke pertanian desa setempat, Kamis, 20 Agustus 2026. (Ahmad Abror/Harianmuria.com)

Ketua Gapoktan Sedio Mukti Desa Asemrudung, Mulyono, memberikan keterangan mengenai kondisi kekeringan yang berdampak ke pertanian desa setempat, Kamis, 20 Agustus 2026. (Ahmad Abror/Harianmuria.com)

506
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

GROBOGAN, Harianmuria.com – Pertanian di wilayah Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, mulai terdampak kekeringan ekstrem tahun ini. Sebagian tanaman jagung petani bahkan terancam gagal panen. 

Ketua Gapoktan Sedio Mukti Desa Asemrudung, Mulyono, mengatakan kondisi kekeringan tahun ini menjadi salah satu yang paling berat bagi petani. Minimnya pasokan air membuat tanaman jagung tidak dapat tumbuh secara maksimal.

“Karena kemarin sangat ekstrem di tahun 2026 ini, sangat mengganggu hasil pertanian yang ada di kelompok tani saya. Yang biasanya jagung bisa hasil maksimal, karena dampak kekeringan bahkan bisa gagal total. Ada juga yang hasilnya berkurang sampai 80 persen,” kata Mulyono.

Menurutnya, mayoritas lahan pertanian di Asemrudung merupakan lahan tadah hujan. Petani selama ini mengandalkan sumur gali untuk memenuhi kebutuhan air tanaman ketika hujan tidak turun.

Ia mengakui bantuan sumur dari Dinas Pertanian memang telah diberikan kepada kelompok tani. Namun, keberadaan sumur tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan pengairan karena sumber air semakin terbatas selama kemarau panjang.

“Karena sifatnya tidak ada hujan, sumur dangkal jadi karena kemarau yang sangat ekstrem ini tidak mencukupi untuk merawat tanaman jagung pada saat ini,” ujarnya.

Mulyono menegaskan, keterbatasan air menjadi persoalan utama yang membuat produktivitas jagung turun drastis. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, petani harus menghadapi risiko gagal panen.

“Yang jelas karena kekurangan air, tanaman pasti tidak bisa maksimal dan akhirnya gagal panen juga menjadi risiko untuk petani,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Asemrudung, Suraji. Menurutnya, kekeringan tidak hanya berdampak terhadap pertanian, tetapi juga mengganggu ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

“Adanya kekeringan di Desa Asemrudung, dampaknya banyak sekali, terutama untuk kepentingan air bersih untuk rumah tangga dan juga untuk lahan-lahan pertanian,” ujar Suraji.

Ia menyebut lahan pertanian warga yang sebagian besar bergantung pada hujan mengalami penurunan hasil panen hingga sekitar 50 persen.

“Kalau biasanya satu hektar itu dapat lima ton, ini tidak dapat karena dampak dari kekeringan tersebut. Banyak tanaman yang mati sebelum bijinya itu bisa menua,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat petani mengalami kerugian cukup besar. Bahkan, warga belum dapat memulai kembali pengolahan lahan karena tanah masih sangat keras akibat tidak adanya hujan.

“Belum, karena tanahnya saja di cangkul masih keras seperti batu, tidak bisa. Masih menunggu turunnya hujan, nanti baru memulai menggarap lahan sawah maupun lahan yang ada di hutan,” kata Suraji.

Suraji menjelaskan, sebagian besar warga Asemrudung menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, baik melalui lahan milik sendiri maupun sebagai petani hutan. Karena itu, dampak kekeringan langsung dirasakan terhadap perekonomian masyarakat.

Untuk membantu petani bangkit setelah mengalami kerugian akibat kekeringan, pemerintah desa berharap ada bantuan pada musim tanam berikutnya, terutama berupa benih.

“Kami mengharapkan ada bantuan pemerintah untuk musim tanam yang akan datang, untuk pemberian benih, agar kerugian yang dialami petani saat ini bisa terobati pada musim tanam yang akan datang,” pungkasnya.

Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Tia

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: berita grobogan hari iniBerita Grobogan TerkiniKEKERINGANpertanian
SummarizeShare36SendShare
Previous Post

Soal Penyegelan Rusun, Disperkim Semarang Sebut Upaya Capai Target Retribusi Rp5,5 M

Next Post

Atasi Sampah, Desa Jati Kulon Kudus Raih Peringkat 1 Desa Mandiri Sampah se-Jateng

utia

utia

Berita Terkait

Sorot Penanganan Kekeringan di Pati, Ali Badrudin Sebut Butuh Solusi Berkelanjutan

Sorot Penanganan Kekeringan di Pati, Ali Badrudin Sebut Butuh Solusi Berkelanjutan

by ulfa puspa
20 Agustus 2026
515

PATI, Harianmuria.com – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyoroti penanganan masalah krisis air bersih saat kemarau yang kerap kali hanya berupa distribusi air. Ali berpendapat bahwa penyaluran...

4.802 Warga Jepara di 3 Desa Mengalami Krisis Air Bersih Sejak Juni 2026

4.802 Warga Jepara di 3 Desa Mengalami Krisis Air Bersih Sejak Juni 2026

by ulfa puspa
19 Agustus 2026
521

JEPARA, Harianmuria.com – Krisis air bersih masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara. Hingga 18 Agustus 2026, sebanyak 1.335 kepala keluarga (KK) atau 4.802 jiwa kesulitan mendapatkan air...

Super El Nino Ancam Grobogan, 280 Desa Rawan Kekeringan

Super El Nino Ancam Grobogan, 280 Desa Rawan Kekeringan

by Rosyid
18 Agustus 2026
519

GROBOGAN, Harianmuria.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak Super El Nino yang memicu ancaman kekeringan selama musim kemarau. Kepala...

Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

by Sekar Sari
18 Agustus 2026
560

GROBOGAN, Harianmuria.com - Musim kemarau panjang memicu penurunan hasil pertanian di Kabupaten Grobogan. Akibatnya, sebagian petani terpaksa memilih tak lagi menanami lahannya lantaran ketidaksediaan sumber air. Disamping itu,...

Load More

BERITA UTAMA

4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

20 Agustus 2026
511
Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

19 Agustus 2026
527
Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
752
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
519

TRENDING HARI INI

  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Proyek KNMP Gempolsewu Kendal Dikucur Rp3,6 Miliar, Ini Fasilitas yang Akan Dibangun

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Perubahan Desil Berpotensi Pengaruhi Status Penerima Bansos di Blora

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Muslimah yang memerlukan skincare saat puasa. (Freepik/Harianmuria.com)

5 Produk Skincare yang Wajib Dipakai saat Puasa Menurut Pakar

3 April 2023
632
Bunda Melati Plus, Disdukcapil Kendal Bantu Adminduk Bayi Terdaftar BPJS Kesehatan

Bunda Melati Plus, Disdukcapil Kendal Bantu Adminduk Bayi Terdaftar BPJS Kesehatan

6 April 2026
588

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya