• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Pertanian di Asemrudung Grobogan Mulai Terdampak Kekeringan

utia by utia
20 Agustus 2026
in Grobogan, News
65 5
Ketua Gapoktan Sedio Mukti Desa Asemrudung, Mulyono, memberikan keterangan mengenai kondisi kekeringan yang berdampak ke pertanian desa setempat, Kamis, 20 Agustus 2026. (Ahmad Abror/Harianmuria.com)

Ketua Gapoktan Sedio Mukti Desa Asemrudung, Mulyono, memberikan keterangan mengenai kondisi kekeringan yang berdampak ke pertanian desa setempat, Kamis, 20 Agustus 2026. (Ahmad Abror/Harianmuria.com)

540
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

GROBOGAN, Harianmuria.com – Pertanian di wilayah Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, mulai terdampak kekeringan ekstrem tahun ini. Sebagian tanaman jagung petani bahkan terancam gagal panen. 

Ketua Gapoktan Sedio Mukti Desa Asemrudung, Mulyono, mengatakan kondisi kekeringan tahun ini menjadi salah satu yang paling berat bagi petani. Minimnya pasokan air membuat tanaman jagung tidak dapat tumbuh secara maksimal.

“Karena kemarin sangat ekstrem di tahun 2026 ini, sangat mengganggu hasil pertanian yang ada di kelompok tani saya. Yang biasanya jagung bisa hasil maksimal, karena dampak kekeringan bahkan bisa gagal total. Ada juga yang hasilnya berkurang sampai 80 persen,” kata Mulyono.

Menurutnya, mayoritas lahan pertanian di Asemrudung merupakan lahan tadah hujan. Petani selama ini mengandalkan sumur gali untuk memenuhi kebutuhan air tanaman ketika hujan tidak turun.

Ia mengakui bantuan sumur dari Dinas Pertanian memang telah diberikan kepada kelompok tani. Namun, keberadaan sumur tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan pengairan karena sumber air semakin terbatas selama kemarau panjang.

“Karena sifatnya tidak ada hujan, sumur dangkal jadi karena kemarau yang sangat ekstrem ini tidak mencukupi untuk merawat tanaman jagung pada saat ini,” ujarnya.

Mulyono menegaskan, keterbatasan air menjadi persoalan utama yang membuat produktivitas jagung turun drastis. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, petani harus menghadapi risiko gagal panen.

“Yang jelas karena kekurangan air, tanaman pasti tidak bisa maksimal dan akhirnya gagal panen juga menjadi risiko untuk petani,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Asemrudung, Suraji. Menurutnya, kekeringan tidak hanya berdampak terhadap pertanian, tetapi juga mengganggu ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

“Adanya kekeringan di Desa Asemrudung, dampaknya banyak sekali, terutama untuk kepentingan air bersih untuk rumah tangga dan juga untuk lahan-lahan pertanian,” ujar Suraji.

Ia menyebut lahan pertanian warga yang sebagian besar bergantung pada hujan mengalami penurunan hasil panen hingga sekitar 50 persen.

“Kalau biasanya satu hektar itu dapat lima ton, ini tidak dapat karena dampak dari kekeringan tersebut. Banyak tanaman yang mati sebelum bijinya itu bisa menua,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat petani mengalami kerugian cukup besar. Bahkan, warga belum dapat memulai kembali pengolahan lahan karena tanah masih sangat keras akibat tidak adanya hujan.

“Belum, karena tanahnya saja di cangkul masih keras seperti batu, tidak bisa. Masih menunggu turunnya hujan, nanti baru memulai menggarap lahan sawah maupun lahan yang ada di hutan,” kata Suraji.

Suraji menjelaskan, sebagian besar warga Asemrudung menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, baik melalui lahan milik sendiri maupun sebagai petani hutan. Karena itu, dampak kekeringan langsung dirasakan terhadap perekonomian masyarakat.

Untuk membantu petani bangkit setelah mengalami kerugian akibat kekeringan, pemerintah desa berharap ada bantuan pada musim tanam berikutnya, terutama berupa benih.

“Kami mengharapkan ada bantuan pemerintah untuk musim tanam yang akan datang, untuk pemberian benih, agar kerugian yang dialami petani saat ini bisa terobati pada musim tanam yang akan datang,” pungkasnya.

Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Tia

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: berita grobogan hari iniBerita Grobogan TerkiniKEKERINGANpertanian
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Soal Penyegelan Rusun, Disperkim Semarang Sebut Upaya Capai Target Retribusi Rp5,5 M

Next Post

Atasi Sampah, Desa Jati Kulon Kudus Raih Peringkat 1 Desa Mandiri Sampah se-Jateng

utia

utia

Berita Terkait

Hewan Ternak Turut Dibawa saat Shalat Istisqa di Grobogan, Ini Maknanya

Hewan Ternak Turut Dibawa saat Shalat Istisqa di Grobogan, Ini Maknanya

by Sekar Sari
11 Oktober 2026
520

GROBOGAN, Harianmuria.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Grobogan, selama lebih dari lima bulan membuat warga Desa Tanggungharjo kesulitan mendapatkan air bersih, Sabtu, 10 Oktober 2026.  Berharap hujan...

Salat Istisqa dan Distribusi Air Bersih Jadi Ikhtiar Pemkab Banjarnegara Hadapi Kekeringan

Salat Istisqa dan Distribusi Air Bersih Jadi Ikhtiar Pemkab Banjarnegara Hadapi Kekeringan

by ulfa puspa
8 Oktober 2026
534

BANJARNEGARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mencatat 200 titik terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026. Untuk penanganan dampak kekeringan tersebut, Pemkab Banjarnegara telah menyalurkan bantuan air bersih secara...

Grobogan Raih Tiga Penghargaan JDIH Sekaligus, Bupati Tekankan Pengelolaan Dokumentasi

Grobogan Raih Tiga Penghargaan JDIH Sekaligus, Bupati Tekankan Pengelolaan Dokumentasi

by utia
5 Oktober 2026
533

GROBOGAN, Harianmuria.com - Pemerintah Kabupaten Grobogan meraih tiga penghargaan dalam ajang Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun...

Targetkan Panen Padi Hingga 1 Juta Ton, Grobogan Kuatkan Penerapan Metode PM-AAS

Targetkan Panen Padi Hingga 1 Juta Ton, Grobogan Kuatkan Penerapan Metode PM-AAS

by utia
2 Oktober 2026
565

GROBOGAN, Harianmuria.com - Pemerintah Kabupaten Grobogan menargetkan produksi padi mencapai 1 juta ton dalam sekali masa tanam. Salah satu langkah mewujudkna target tersebut adalah melalui penguatan penerapan metode...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus hadirkan layanan Cathlab tercover BPJS, pasien jantung dan stroke tak perlu lagi dirujuk ke kota besar.

Tak Perlu ke Kota Besar, Layanan Cathlab RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Sudah Tercover BPJS

17 September 2025
643
Jejak Karier Dr Ngasiman Djoyonegoro, Pengamat Intelijen Nasional Alumni MA Salafiyah Kajen

Jejak Karier Dr Ngasiman Djoyonegoro, Pengamat Intelijen Nasional Alumni MA Salafiyah Kajen

5 Juli 2025
1.1k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya