REMBANG, Harianmuria.com – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mondoteko 3 Kabupaten Rembang dihentikan sementara usai dugaan kasus diare massal siswa dan guru SMP Negeri 5 Rembang.
Ketua Satgas program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaliggus Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro’, mengungkapkan SPPG Mondoteko 3 berhenti operasional sementara mulai Kamis, 6 Agustus 2026 hingga investigasi rampung.
Hanie mengatakan sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.
“Hasilnya belum kita ketahui. Biasanya membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga hari. Sampelnya sudah dikirim dan sekarang kita masih menunggu hasil laboratorium,” ungkapnya, Kamis, 6 Agustus 2026.
Meski demikian, Hanies menegaskan belum ada dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa keluhan diare para siswa berasal dari menu MBG.
Hanies menyebut siswa yang mengalami gejala hanya berasal dari dua sekolah, yakni SMP Negeri 5 Rembang dan SD An Nawawiyah, sementara SPPG Mondoteko 3 melayani penerima manfaat di lebih banyak sekolah.
“SPPG tersebut melayani penerima manfaat lebih dari dua sekolah itu. Jadi belum bisa kita ambil kesimpulan bahwa penyebabnya berasal dari makanan MBG. Apalagi hasil laboratoriumnya juga belum keluar,” tegasnya.
Dinkes Sorot Hygiene-Sanitasi SPPG Usai Investigasi Dugaan Diare Massal SMPN 5 Rembang
Satgas MBG terus memantau perkembangan kondisi para siswa yang sempat menjalani perawatan.
Menurut Gus Hanies, hingga Kamis siang tiga siswa masih menjalani rawat inap. Namun, kondisi mereka terus menunjukkan perkembangan yang baik.
“Per hari ini masih ada tiga yang dirawat inap dan kondisinya sudah membaik. Tinggal menunggu diperbolehkan pulang,” katanya.
Sebelumnya, sebanyak 94 siswa serta tujuh guru dan empat pegawai tata usaha SMP Negeri 5 Rembang mengalami mulas dan diare sehingga tidak ke sekolah pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Berdasarkan data sekolah, siswa yang izin sakit terdiri atas 31 siswa kelas VII, 25 siswa kelas VIII, dan 38 siswa kelas IX.
Kepala SMPN 5 Rembang, Menik Mustikatun, mengaku turut merasakan gejala serupa. Meski demikian, ia tetap masuk kerja dan baru mengetahui banyak siswa tidak hadir setelah tiba di sekolah.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Ngadiyono, mengatakan dari siswa yang tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari itu, sebanyak 42 siswa juga mengeluhkan diare.
“Pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan puskesmas terdekat. Tim medis kemudian memeriksa kondisi kesehatan para siswa di ruang UKS,” ujar Ngadiyono.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











