BLORA, Harianmuria.com – Tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Blora kekurangan puluhan dokter spesialis dari berbagai bidang untuk pemenuhan hingga optimalisasi kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edy Widayat, mengatakan untuk tenaga kesehatan dokter spesialis di RSUD Dr R Sotijono Blora, RSUD dr R Soeprapto Cepu dan RSUD Samin Surosentiko Randublatung, masih kurang tenaga kesehatan. Namun, untuk dokter spesialis dasar sudah tercukupi.
“Dokter spesialis dasar itu seperti dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, dokter spesialis obgyn dan dokter spesialis anak. Empat spesialis dasar itu sudah cukup di rumah sakit pemerintah kami,” ujar Edy, Senin, 3 Agustus 2026.
Namun, untuk dokter spesialis ortopedi, jantung, paru-paru, saraf dan dokter spesialis bedag mulut itu masih kekurangan.
“Kami menghitung jumlah kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit daerah itu mencapai 39 orang. Dengan total 20 spesialis penyakit,” ucapnya.
Ada beberapa upaya Pemkab Blora untuk mengantisipasi kekurangan dokter spesialis, di antaranya menjalin kerja sama universitas di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerja sama tersebut salah satunya untuk menjaring atau indent lulusan baru kedokteran agar mau ditempatkan di Blora.
“Sementara ini kami sudah kerja sama dengan Undip dan UNS untuk menjaring mahasiswa spesialis yang belum terikat dengan pemerintah kabupaten,” ungkapnya.
Dinkes Blora juga berupaya mendorong tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit untuk menempuh pendidikan dokter spesialis.
Apabila ada tenaga kesehatan yang berniat untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis, pihaknya akan berusaha untuk mencarikan beasiswa dari Kementerian Kesehatan.
“Kalau PNS di puskesmas dan rumah sakit di Blora ambil spesialis, itu nanti setelah lulus akan kembali ke Blora,” katanya.
Dalam empat tahun terakhir, kata Edy, beberapa dokter umum yang ada di Kabupaten Blora telah melanjutkan pendidikan dokter spesialis sehingga akan menambah jumlah dokter spesialis yang saat ini sudah ada.
“Dalam kurun waktu empat tahun ini, ada sebanyak 16 PNS dokter umum yang mengambil beberapa jurusan spesialis di beberapa universitas,” tambahnya.
Adapun daftar kebutuhan dokter spesialis di RSUD Kabupaten Blora yakni:
- Spesialis penyakit dalam (RSUD Cepu dan RSUD Samin)
- Spesialis anak (RSUD Samin)
- Obgyn (RSUD Samin)
- Bedah (RSUD Blora, RSUD Samin, RSUD Cepu)
- Radiologi (RSUD Blora, RSUD Cepu, RSUD Samin)
- Anastesi (RSUD Cepu, RSUD Samin)
- Patologi klinik (RSUD Cepu, RSUD Samin)
- Patologi anatomi (RSUD Blora)
- Fisik rehabilitasi (RSUD Blora, RSUD Cepu, RSUD Samin)
- Bedah Plastik rekonstruksi dan estetik (RSUD Blora)
- Bedah syaraf (RSUD Blora, RSUD Cepu)
- Bedah toraxkardoivascular (RSUD Blora)
- Dermatologi venerologi (RSUD Blora, RSUD Cepu)
- Gizi klinik (RSUD Cepu)
- Jiwa (RSUD Blora, RSUD Cepu, RSUD Samin)
- Mata (RSUD Samin)
- Neurologi (RSUD Samin)
- Jantung (RSUD Blora, RSUD Cepu, RSUD Samin)
- THT (RSUD Blora, RSUD Cepu, RSUD Samin)
- Urologi (RSUD Blora, RSUD Cepu).
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











