KUDUS, Harianmuria.com – Penemuan fosil baru di aliran Kali Piji, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, memperkuat dugaan bahwa kawasan Patiayam dan sekitarnya masih menyimpan banyak jejak kehidupan masa purba.
Terbaru, warga Desa Honggosoco, Sugeng menemukan benda diduga fosil saat mencari rumput di sekitar aliran sungai.
Fosil tersebut pertama kali ditemukan oleh Sugeng, warga setempat, saat mencari rumput di sekitar aliran sungai. Curiga melihat benda menyerupai tulang berukuran besar yang muncul dari permukaan tanah, ia kemudian melaporkan temuannya kepada tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang saat itu sedang melakukan penelitian di kawasan Situs Patiayam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BRIN langsung mendatangi lokasi dan melakukan identifikasi serta evakuasi fosil secara hati-hati agar kondisinya tetap utuh. Proses penggalian dilakukan menggunakan peralatan sederhana karena sebagian fosil masih tertimbun material sungai.
Peneliti BRIN, Bagas, mengatakan pihaknya memperoleh informasi dari masyarakat mengenai adanya temuan fosil di Kali Piji. Berdasarkan identifikasi awal, fosil tersebut merupakan ruas tulang belakang vertebrata berukuran besar.
“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat lokal kalau ada temuan fosil di Kali Piji Desa Honggosoco Kecamatan Jekulo,” ujarnya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Bagas menjelaskan, lokasi penemuan berada di tepi sungai sehingga sangat memungkinkan fosil telah mengalami perpindahan akibat arus banjir pada masa lampau.
“Kalau saya lihat ini memang di tepian sungai ya, sangat memungkinkan. Itu formasi-formasi tua tapi karena temuan di sungai kebanyakan unsur transformasi itu perpindahannya sangat tinggi dengan kuantitas debit air yang berubah bisa saja dari hulu atau banjir. Material-material seperti fosil fauna sangat memungkinkan terbawa,” terangnya.
“Jadi kalau awal dimana fauna-fauna itu hidup atau mati itu kalau di sungai bisa saja dia dari tempat yang lain,” lanjutnya.
Meski demikian, dirinya belum dapat memastikan jenis satwa pemilik fosil tersebut. Menurut Bagas, identifikasi lebih lanjut akan dilakukan oleh ahli paleontologi di laboratorium.
“Kebetulan saya bukan ekspert di bidang paleontologi ya, yang jelas saya tahu ini bentuk ruas tulang belakang vertebrata hewan cukup besar, tapi jenisnya entah Elephas atau gajah, atau rusa saya belum tahu, nanti akan saya sampaikan ke ahli paleontologi yang akan datang,” tandasnya.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Sekar











