KUDUS, Harianmuria.com – DPRD Kabupaten Kudus menyoroti proses revitalisasi Pasar Kliwon yang molor. Pasalnya, proses revitalisasi yang sebelumnya ditarget oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus untuk mulai pengerjaan pada bulan Juni 2026, ternyata bergeser ke akhir Juli karena masih menyelesaikan tahapan pengadaan.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kudus, H. Sutejo, S.Pd.I., mengaku menyayangkan proses revitalisasi Pasar Kliwon yang lamban. Menurutnya, hal tersebut bisa merugikan bagi para pedagang maupun masyarakat yang berbelanja di pasar tersebut.
“Kalau proses revitalisasinya mundur tentunya manfaat bagi pedagang juga bisa berkurang. Selain itu juga bisa berdampak pada menurunnya jumlah konsumen atau masyarakat yang akan berbelanja ke sana,” katanya.
Ia pun meminta OPD terkait, khususnya Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, agar tidak menunda lagi proses pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Kliwon. Apalagi, revitalisasi pasar tersebut menyasar pada bagian atap yang sering mengalami kebocoran saat terjadi hujan.
“Kami sudah beberapa kali mengimbau pada saat rapat koordinasi dengan dinas terkait agar segera menindaklanjuti anggaran yang sudah ditetapkan. Karena setiap kegiatan APBD yang sudah ditetapkan melalui Rapat Paripurna, seharusnya segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait, tidak untuk ditunda. Semakin pekerjaan ini dilakukan semakin cepat, maka hasil manfaatnya akan diterima para pedagang dengan lebih cepat dan lebih baik,” paparnya.
Sutejo menambahkan, proses pengerjaan kegiatan yang terlalu mepet juga dikhawatirkan berdampak pada kualitas hasil bangunan.
“Proses pekerjaan yang terus mundur dikhawatirkan ketika nanti masuk musim hujan itu kualitasnya menurun. Apalagi kan yang mau diperbaiki bagian atap yang sering bocor dan menyebabkan lantai pasar ikut tergenang air. Ini juga bisa menyebabkan konsumen atau masyarakat jadi tidak mau ke sana, dampaknya bisa ikut merugikan omzet bagi para pedagang Pasar Kliwon,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono mengatakan revitalisasi Pasar Kliwon yang dibiayai APBD Kudus Rp225 juta diperkirakan akan dimulai pada akhir Juli 2026.
“Sempat molor karena proses dokumen pengadaan. Saat ini dokumennya sudah siap, kemungkinan akhir Juli sudah mulai pelaksanaan,” ujarnya.
Menurutnya, revitalisasi Pasar Kliwon nantinya akan menyasar sejumlah fasilitas yang menjadi prioritas, di antaranya bagian atap, pipa hidran, pintu pasar, hingga gorong-gorong saluran pembuangan. (Adv)
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid











