• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tradisi Asrah Batin Grobogan, Upacara Mengenang Kisah 2 Saudara yang Lama Terpisah

ulfa puspa by ulfa puspa
13 Juli 2026
in Grobogan, News
68 2
Upacara tradisi asrah batin di Desa Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan pada Minggu, 12 Jul 2026. (dok for Harianmuria.com)

Upacara tradisi asrah batin di Desa Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan pada Minggu, 12 Jul 2026. (dok for Harianmuria.com)

541
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

GROBOGAN, Harianmuria.com – Masyarakat Desa Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan masih melestarikan tradisi Asrah Batin yang digelar dua tahun sekali pada tahun genap.

Salah satu hal unik yang membuat warga rela berdesakan yakni saat perebutan bedak dan air tape. Warga dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa, antusias memasuki kerumunan demi memperoleh bedak dan air tape yang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun tersebut.

Menurut tradisi setempat, bedak dan air tape diyakini membawa berkah, membuat awet muda, serta menangkal berbagai penyakit.

Farida dan Liawati, warga Desa Karanglangu, mengaku sengaja datang mengikuti prosesi perebutan bedak dan air tape tradisi Asrah Batin. Meski harus berdesakan dengan ribuan orang, keduanya mengaku menikmati suasana yang penuh kebersamaan.

“Seru dan asyik sekali ikut berebut bersama warga lain. Kami meyakini kalau bedak ini bisa bikin awet muda, sedangkan air tapenya bisa menyembuhkan atau menghilangkan penyakit,” ujar Farida dan Liawati.

Kepala Desa Karanglangu, Agus Slamet, mengatakan Asrah Batin merupakan tradisi warisan leluhur yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Tradisi ini melibatkan dua desa bertetangga, yakni Desa Karanglangu dan Desa Ngombak, sebagai simbol persaudaraan yang terus dijaga hingga kini.

Menurut Agus, tradisi tersebut berangkat dari kisah dua saudara kandung bernama Raden Kedono dan Raden Kedini yang terpisah sejak kecil.

“Ketika beranjak dewasa, keduanya tidak sengaja bertemu dan saling jatuh cinta hingga berniat melangsungkan pernikahan. Namun, pernikahan tersebut gagal total setelah mereka mengetahui bahwa mereka adalah saudara kandung yang terpisah lama,” jelasnya.

Prosesi Asrah Batin diawali dengan rombongan warga Desa Karanglangu yang merepresentasikan Raden Kedono. Dipimpin kepala desa, ribuan warga berjalan menuju Sungai Tuntang untuk menyeberang menggunakan perahu tradisional.

Di seberang sungai, rombongan disambut warga Desa Ngombak bersama kepala desa yang merepresentasikan Raden Kedini. Pertemuan kedua rombongan berlangsung khidmat sekaligus meriah sebagai simbol pertemuan kembali dua saudara yang lama terpisah.

Setelah prosesi penyambutan dan ritual adat selesai, masyarakat kemudian berebut bedak dan air tape yang telah disiapkan. Masyarakat meyakini kedua benda tersebut membawa keberkahan, kesehatan, serta menjadi simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Agus menegaskan, tradisi Asrah Batin bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara warga dua desa yang selama ini meyakini berasal dari satu garis keturunan.

“Tradisi ini terus kami lestarikan sebagai warisan budaya sekaligus pengingat bahwa warga Karanglangu dan Ngombak adalah saudara. Nilai persaudaraan itulah yang kami jaga dari generasi ke generasi,” katanya.

Kepercayaan tersebut juga melahirkan aturan adat yang masih dihormati hingga sekarang. Masyarakat meyakini warga Desa Karanglangu dan Desa Ngombak masih memiliki hubungan darah, sehingga hingga kini tidak ada warga dari kedua desa yang saling menikah.

Menurutnya, komitmen menjaga adat itu menjadi bagian penting dari kelestarian tradisi Asrah Batin yang terus diwariskan sebagai simbol persaudaraan, kerukunan, dan identitas budaya masyarakat Kedungjati.

Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita GroboganBerita JatengGroboganTRADISI
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Pembangunan Area Parkir RSUD Soewondo Mandek, DPRD Pati: Tunggu Evaluasi

Next Post

Serahkan 200 Bibit Cemara Laut, Walkot Semarang Minta Karang Taruna Merawat Hingga Tumbuh

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

DPRD Grobogan Setujui Propemperda Penyesuaian Kelembagaan BPBD

DPRD Grobogan Setujui Propemperda Penyesuaian Kelembagaan BPBD

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
504

GROBOGAN, Harianmuria.com – DPRD Kabupaten Grobogan menyetujui perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 terkait penyesuaian kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ketua DPRD Grobogan, Lusia Indah...

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
514

DEMAK, Harianmuria.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus mengusulkan Jawa Tengah sebagai model percontohan penanganan tuberkulosis untuk seluruh Indonesia. Rencana tersebut disampaikan saat meninjau Layanan Active Case...

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
516

SEMARANG, Harianmuria.com – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 1.778 kasus yang terlaporkan. Dari jumlah tersebut, 234 kasus terjadi di sekolah. Kasus kekerasan...

Kukuhkan Pengurus FTBM, Bupati Grobogan Dorong Gerakan Literasi hingga Pelosok Desa

Kukuhkan Pengurus FTBM, Bupati Grobogan Dorong Gerakan Literasi hingga Pelosok Desa

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
528

GROBOGAN, Harianmuria.com – Bupati Grobogan Setyo Hadi mengukuhkan pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Literasi Kabupaten Grobogan dalam rangkaian pembukaan Festival Literasi di JIG Laksana Mall pada Selasa,...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
541
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    209 shares
    Share 84 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Logo Hari Santri Nasional 2022 yang menandung banyak filofofi. (Istimewa/Harianmuria.com)

Logo Hari Santri Nasional 2022 Sudah Dilaunching, Ini Filosofi dan Link Download

30 September 2022
672
Nampak kawasan wisata Rawa Pening yang harus segera ditata ulang. (Hesty Imaniar | Harianmuria.com)

Disparta Semarang Segera Ajukan Anggaran Penataan Rawa Pening

13 Januari 2025
598

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya