• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 12, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tradisi Asrah Batin Grobogan, Upacara Mengenang Kisah 2 Saudara yang Lama Terpisah

ulfa puspa by ulfa puspa
13 Juli 2026
in Grobogan, News
66 2
Upacara tradisi asrah batin di Desa Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan pada Minggu, 12 Jul 2026. (dok for Harianmuria.com)

Upacara tradisi asrah batin di Desa Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan pada Minggu, 12 Jul 2026. (dok for Harianmuria.com)

526
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

GROBOGAN, Harianmuria.com – Masyarakat Desa Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan masih melestarikan tradisi Asrah Batin yang digelar dua tahun sekali pada tahun genap.

Salah satu hal unik yang membuat warga rela berdesakan yakni saat perebutan bedak dan air tape. Warga dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa, antusias memasuki kerumunan demi memperoleh bedak dan air tape yang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun tersebut.

Menurut tradisi setempat, bedak dan air tape diyakini membawa berkah, membuat awet muda, serta menangkal berbagai penyakit.

Farida dan Liawati, warga Desa Karanglangu, mengaku sengaja datang mengikuti prosesi perebutan bedak dan air tape tradisi Asrah Batin. Meski harus berdesakan dengan ribuan orang, keduanya mengaku menikmati suasana yang penuh kebersamaan.

“Seru dan asyik sekali ikut berebut bersama warga lain. Kami meyakini kalau bedak ini bisa bikin awet muda, sedangkan air tapenya bisa menyembuhkan atau menghilangkan penyakit,” ujar Farida dan Liawati.

Kepala Desa Karanglangu, Agus Slamet, mengatakan Asrah Batin merupakan tradisi warisan leluhur yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Tradisi ini melibatkan dua desa bertetangga, yakni Desa Karanglangu dan Desa Ngombak, sebagai simbol persaudaraan yang terus dijaga hingga kini.

Menurut Agus, tradisi tersebut berangkat dari kisah dua saudara kandung bernama Raden Kedono dan Raden Kedini yang terpisah sejak kecil.

“Ketika beranjak dewasa, keduanya tidak sengaja bertemu dan saling jatuh cinta hingga berniat melangsungkan pernikahan. Namun, pernikahan tersebut gagal total setelah mereka mengetahui bahwa mereka adalah saudara kandung yang terpisah lama,” jelasnya.

Prosesi Asrah Batin diawali dengan rombongan warga Desa Karanglangu yang merepresentasikan Raden Kedono. Dipimpin kepala desa, ribuan warga berjalan menuju Sungai Tuntang untuk menyeberang menggunakan perahu tradisional.

Di seberang sungai, rombongan disambut warga Desa Ngombak bersama kepala desa yang merepresentasikan Raden Kedini. Pertemuan kedua rombongan berlangsung khidmat sekaligus meriah sebagai simbol pertemuan kembali dua saudara yang lama terpisah.

Setelah prosesi penyambutan dan ritual adat selesai, masyarakat kemudian berebut bedak dan air tape yang telah disiapkan. Masyarakat meyakini kedua benda tersebut membawa keberkahan, kesehatan, serta menjadi simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Agus menegaskan, tradisi Asrah Batin bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara warga dua desa yang selama ini meyakini berasal dari satu garis keturunan.

“Tradisi ini terus kami lestarikan sebagai warisan budaya sekaligus pengingat bahwa warga Karanglangu dan Ngombak adalah saudara. Nilai persaudaraan itulah yang kami jaga dari generasi ke generasi,” katanya.

Kepercayaan tersebut juga melahirkan aturan adat yang masih dihormati hingga sekarang. Masyarakat meyakini warga Desa Karanglangu dan Desa Ngombak masih memiliki hubungan darah, sehingga hingga kini tidak ada warga dari kedua desa yang saling menikah.

Menurutnya, komitmen menjaga adat itu menjadi bagian penting dari kelestarian tradisi Asrah Batin yang terus diwariskan sebagai simbol persaudaraan, kerukunan, dan identitas budaya masyarakat Kedungjati.

Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita GroboganBerita JatengGroboganTRADISI
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Pembangunan Area Parkir RSUD Soewondo Mandek, DPRD Pati: Tunggu Evaluasi

Next Post

Serahkan 200 Bibit Cemara Laut, Walkot Semarang Minta Karang Taruna Merawat Hingga Tumbuh

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Anti Mainstream, Warga Grobogan Beri Mahar Pernikahan Ekskavator hingga GWM Tank 300

Anti Mainstream, Warga Grobogan Beri Mahar Pernikahan Ekskavator hingga GWM Tank 300

by ulfa puspa
12 Agustus 2026
514

GROBOGAN, Harianmuria.com — Pernikahan warga Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan mencuri perhatian masyarakat karena jenis dan nilai mahar anti mainstream Bukan emas maupun uang tunai, Rico Putra...

Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

by Basuki
12 Agustus 2026
528

Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kejari Grobogan Buka Lelang 39 Barang Rampasan Negara, Ada Motor dan Puluhan HP

Kejari Grobogan Buka Lelang 39 Barang Rampasan Negara, Ada Motor dan Puluhan HP

by Sekar Sari
11 Agustus 2026
515

GROBOGAN, Harianmuria.com – Sebanyak 39 barang rampasan negara milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Grobogan segera dilelang. Sebelum lelang berlangsung, masyarakat diberi kesempatan mengecek langsung kondisi fisik barang melalui kegiatan...

Bupati Grobogan Siapkan Pertemuan Lintas Pihak untuk Selesaikan Persoalan Peternak Ayam

Bupati Grobogan Siapkan Pertemuan Lintas Pihak untuk Selesaikan Persoalan Peternak Ayam

by Sekar Sari
10 Agustus 2026
528

GROBOGAN, Harianmuria.com – Bupati Grobogan Setyo Hadi menerima langsung audiensi para peternak ayam petelur yang menggelar aksi pada Senin, 10 Agustus 2026.  Dalam audiensi tersebut, para peternak menyampaikan...

Load More

BERITA UTAMA

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

12 Agustus 2026
516
Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

12 Agustus 2026
528
Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

11 Agustus 2026
541
Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

10 Agustus 2026
520

TRENDING HARI INI

  • 80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Baru Masuk China, Ekspor Durian Sulteng Langsung Tembus 7.344 Ton

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Jalan Semarang-Purwodadi di Grobogan Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Warga Binaan Rutan Blora Difasilitasi Pendidikan Kesetaraan Gratis hingga Dapat Ijazah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dugaan Keracunan MBG Terulang, DPRD Rembang Beri Peringatan Keras ke SPPG

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

RS Aisyiyah Kudus resmi naik status jadi rumah sakit tipe C bertepatan dengan milad ke-49.

RS Aisyiyah Kudus Resmi Jadi Tipe C, Luncurkan 6 Layanan Modern di Milad ke-49

28 Juli 2025
606
Caption: Ilustrasi seorang guru PPPK guru yang mengajar di kelas. (Antara/Harianmuria.com)

Intip Besaran Gaji PPPK Guru 2022 Berdasarkan Golongan dan Tunjangannya

25 November 2022
571

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya