BLORA, Harianmuria.com – Sempat terkendala administrasi hingga biaya operasional, akhirnya bus Sekolah Gratis segera beroperasi melayani mobilitas pelajar dengan rute Kunduran–Blora.
Armada bus sekolah diperoleh Pemerintah Kabupaten Blora dari bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada akhir tahun 2025. Pada usulan tersebut, Pemkab Blora meminta empat armada namun, hanya satu armada yang disetujui.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Sunyoto, mengatakan operasional bus tinggal menunggu pengesahan anggaran dalam APBD Perubahan 2026.
“Bus merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Sekarang kami masih menunggu anggaran APBD Perubahan untuk biaya balik nama sekitar Rp50 juta. Setelah proses itu selesai, bus sudah bisa dioperasikan,” ujar Sunyoto, Jumat, 10 Juli 2026.
Selain biaya administrasi, Pemkab Blora juga telah menyiapkan anggaran operasional sekitar Rp200 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai sopir serta kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) selama bus beroperasi.
Pada tahap awal, bus sekolah akan melayani rute Kunduran–Blora. Bus beroperasi dua kali setiap hari, yakni saat mengantar siswa ke sekolah pada pagi hari, lalu bus akan menjemput siswa ketika jam pulang sekolah.
Satu unit bus sekolah memiliki kapasitas sekitar 25 penumpang. Seluruh siswa yang menggunakan layanan tersebut tidak akan dipungut biaya.
“Bus ini gratis untuk para pelajar. Harapannya dapat membantu mereka memperoleh sarana transportasi umum yang aman dan nyaman menuju sekolah,” katanya.
Sunyoto menambahkan, sebenarnya Kabupaten Blora memperoleh bantuan dua unit bus sekolah dari pemerintah pusat.
Selain bus yang melayani rute Kunduran–Blora, satu unit lainnya sudah dioperasikan oleh SMK NU Kedungtuban di wilayah Kecamatan Kedungtuban.
Ia berharap kehadiran bus sekolah menjadi langkah awal peningkatan pelayanan transportasi bagi pelajar di Blora.
Ke depan, pemerintah daerah berharap dapat menambah alokasi anggaran sehingga jangkauan layanan bus sekolah, dapat diperluas ke wilayah lain yang membutuhkan.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











