REMBANG, Harianmuria.com – Brigade Pangan Wijaya Abadi Kecamatan Rembang terus memperkuat modernisasi sektor pertanian dengan mengandalkan 15 petani muda. Sejak dibentuk, brigade ini fokus memberikan layanan mekanisasi pertanian mulai dari pengolahan lahan, penyediaan bibit, hingga penanaman padi menggunakan mesin transplanter.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Rembang Kota, Hartono, mengatakan Brigade Pangan Wijaya Abadi beranggotakan petani muda yang berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Rembang, seperti Waru, Kasreman, Ketanggi, Mondoteko, dan Kabongan.
“Sejak berdiri, Brigade Pangan telah melaksanakan jasa pengolahan tanah, pembibitan padi sistem dapok, serta jasa tanam menggunakan mesin transplanter. Fokus kami adalah memberikan pelayanan mekanisasi pertanian kepada para petani,” ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Hartono, pelayanan brigade sudah menjangkau sejumlah desa. Di Desa Waru, Brigade Pangan melayani pengolahan tanah, penyediaan bibit, hingga penanaman. Layanan serupa juga diberikan kepada petani di Mondoteko, Ketanggi, Kasreman, dan Kabongan.
Meski demikian, Brigade Pangan masih menghadapi kendala pada tahap panen. Hingga kini, kelompok tersebut belum memiliki mesin combine harvester sehingga belum mampu memberikan layanan panen secara mandiri.
“Untuk panen kami belum bisa menyediakan jasa karena belum memiliki combine harvester. Selama ini kami hanya menghubungkan petani dengan penyedia jasa alsintan yang sudah memiliki alat tersebut,” jelasnya.
Selain combine harvester, Hartono berharap Brigade Pangan juga mendapat bantuan mesin tanam tipe riding. Saat ini brigade hanya memiliki mesin tanam model dorong yang dinilai kurang efektif untuk melayani areal persawahan yang luas.
“Kalau nantinya ada mesin tanam tipe riding, pelayanan kepada petani akan lebih cepat dan mampu menjangkau lahan yang lebih luas,” katanya.
Hartono menambahkan, Kecamatan Rembang memiliki luas baku sawah sekitar 2.900 hektare. Sebagian besar lahan dipanen pada Musim Tanam (MT) I, sedangkan pada MT II sekitar 50 persen wilayah masih dapat dipanen dengan total produksi gabah mencapai sekitar 21 ribu ton.
Kemudian memasuki Musim Tanam III, sejumlah desa di Kecamatan Rembang telah mulai melakukan penanaman kembali, di antaranya Desa Waru, Ketanggi, dan Kasreman.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar











