KENDAL, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu peternak ayam petelur yang terdampak penurunan harga telur.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan menggelar bazar telur segar dan berkualitas secara rutin setiap Jumat di Alun-alun Kendal sebagai upaya meningkatkan penyerapan hasil produksi peternak.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan merosotnya harga telur di tingkat peternak tidak hanya dipengaruhi oleh liburnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor lain yang turut menyebabkan harga komoditas tersebut mengalami penurunan.
Ia menjelaskan, memasuki bulan Muharram, permintaan telur dari masyarakat cenderung menurun karena pada periode tersebut aktivitas penyelenggaraan hajatan di kalangan masyarakat Jawa relatif berkurang.
Menurutnya, kondisi itu berdampak langsung pada melemahnya daya serap pasar.
“Kemudian populasi ayam petelur di Kabupaten Kendal terus bertambah sehingga produksi telur meningkat cukup signifikan. Ketika produksi melimpah sementara permintaan menurun, harga telur pun ikut tertekan,” ujar Bupati Kendal yang akrab disapa Tika saat meninjau Gerakan Pangan Murah di Gedung PKBM Wiyata Mulya Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Rabu 1 Juli 2026.
Untuk membantu memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan penjualan telur, Pemkab Kendal akan menjadwalkan bazar murah secara rutin setiap pekan.
“Insyaallah ini akan terjadwal. Khususnya pasar murah telur setiap hari Jumat. Harapannya ini bisa mendongkrak harga sekaligus meningkatkan penjualan telur di Kabupaten Kendal,” katanya.
Selain mendorong pemasaran hasil produksi, pihaknya juga berupaya menekan beban biaya produksi yang saat ini masih tinggi, terutama untuk kebutuhan pakan ternak.
Tika mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung.
Melalui program tersebut, peternak dapat memperoleh jagung dengan harga Rp5.000 per kilogram.
“Dengan adanya SPHP jagung ini diharapkan biaya pakan dapat ditekan sehingga peternak tetap bisa bertahan di tengah rendahnya harga telur,” tutupnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid











