KUDUS, Harianmuria.com – Sebanyak 70 unit truk mulai disalurkan untuk operasional sejumlah Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Kudus. Truk ini merupakan bantuan sebagai sarana pendukung distribusi barang dan pengembangan usaha koperasi.
Distribusi kendaraan dilakukan secara bertahap. Sebanyak 53 unit truk lebih dahulu diterima, kemudian disusul sekitar 13 unit yang dijadwalkan tiba di Markas Kodim 0722/Kudus pada Senin, 29 Juni 2026.
Truk-truk tersebut selanjutnya disalurkan kepada sejumlah desa penerima, di antaranya seperti Desa Jekulo, Kedungdowo, Temulus, Loram Kulon, Rendeng, Piji, Tanjungkarang, Purworejo, Panjang, hingga Undaan Tengah dan lainnya.
Kepala Desa Purworejo, Nur Chamid, mengatakan desanya menjadi salah satu penerima bantuan pada tahap kedua. Sebelumnya, Koperasi Merah Putih di Desa Purworejo telah menerima dua unit kendaraan roda tiga (bentor) sebagai penunjang operasional.
“Desa Purworejo menerima bantuan truk KDMP pada tahap kedua. Sebelumnya kami juga sudah menerima dua unit bentor, dan nantinya masih akan ada bantuan kendaraan pikap,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas realisasi bantuan yang diberikan secara bertahap. Menurut Chamid, seluruh kendaraan tersebut akan menjadi modal penting dalam mendukung aktivitas usaha koperasi desa.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas program ini. Bantuan diberikan secara bertahap dan semuanya sangat membantu operasional koperasi,” katanya.
Nur Chamid menjelaskan pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di Purworejo sebenarnya masuk dalam tahap pertama. Namun proses penyelesaiannya mengalami keterlambatan karena pelaksana proyek mengerjakan sejumlah titik pembangunan secara bersamaan.
Meski demikian, ia menuturkan kondisi tersebut tidak menghambat kesiapan desa dalam menerima bantuan kendaraan operasional.
Ke depan, truk akan dimanfaatkan untuk mengangkut barang dagangan dalam kapasitas besar, sedangkan bentor digunakan untuk distribusi dalam jumlah kecil maupun pengiriman jarak dekat kepada masyarakat.
“Kalau barang sedikit dan lokasinya dekat memakai bentor. Sedangkan truk digunakan untuk mengangkut barang dalam jumlah besar maupun distribusi kebutuhan koperasi,” jelasnya.
Saat ini kendaraan operasional masih diparkir di halaman Balai Desa Purworejo karena belum tersedia petugas khusus yang bertanggung jawab menjaga aset koperasi.
Sementara itu, pengurus masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan operasional Koperasi Merah Putih dari pemerintah pusat.
“Dalam tahap awal, koperasi direncanakan membuka layanan penjualan gas elpiji dan gerai sembako,” paparnya.
Jurnalis: M. Fahtur Rohman
Editor: Tia











