KUDUS, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengajukan 12 ribu siswa sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP). Hal ini diungkap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid dengan didampingi Bupati Sam’ani Intakoris saat kunjungan ke Kudus belum lama ini.
Abdul Wahid menuturkan bantuan PIP bagi pelajar di Kudus tersebut ditujukan untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan.
“Kami sekarang sudah mendapatkan 12 ribu siswa,” kata dia.
Menurutnya, penerima bantuan diprioritaskan bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan data kesejahteraan pemerintah.
“Anak-anak tidak mampu dari desil satu sampai empat kami berikan bantuan beasiswa,” katanya.
Ia menjelaskan, besaran bantuan PIP berbeda sesuai jenjang pendidikan. Untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), bantuan yang diberikan sebesar Rp450 ribu. Sementara siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) menerima Rp750 ribu, dan siswa Madrasah Aliyah (MA) memperoleh Rp1,8 juta.
“Untuk madrasah (ibtidaiyah) Rp450 ribu, tsanawiyah Rp750 ribu, aliyah Rp1,8 juta,” jelasnya.
Selain bagi siswa sekolah, Abdul Wachid juga menyampaikan bahwa pemerintah memberikan dukungan pembiayaan kepada mahasiswa melalui Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Dalam bantuan KIP itu, setiap mahasiswa penerima akan memperoleh bantuan sebesar Rp6,6 juta setiap semester atau Rp13,2 juta dalam satu tahun.
“Per semester itu Rp6,6 juta, dua semester menjadi Rp13,2 juta,” terangnya.
Ia berharap bantuan pendidikan tersebut dapat meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu sekaligus meningkatkan kesempatan generasi muda untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Jurnalis: Abdul Wahid
Editor: Tia











