KUDUS, Harianmuria.com – Sebanyak 1.550 Bubur Asyura dibagikan di kawasan Menara Kudus pada Rabu, 24 Juni 2026. Pembagian Bubur Asyura ini merupakan bagian dari tradisi dalam menyambut Buka Luwur Sunan Kudus.
Salah satu panitia, Nailis Sa’adah, mengatakan ribuan Bubur Asyura itu terdiri dari 1.050 uter bubur yang akan dibagikan kepada warga Kauman dan sekitarnya. Sementara 500 takir bubur disediakan khusus untuk jamaah yang mengikuti pembacaan Al Barzanji pada malam hari.
“Untuk takir disampaikan kepada jamaah yang ikut berjanjen di malam hari,” jelasnya, Rabu, 24 Juni 2026.
Nailis menjelaskan, Bubur Asyura yang dibuat memiliki sembilan jenis isian, yakni tahu, tempe, teri, telur, pentol, cambah, jeruk, udang, dan cabai. Sembilan bahan tersebut memiliki makna filosofis yang merujuk pada Wali Songo.
“Sembilan bahan ini merujuk pada sembilan Wali Songo,” katanya.
Proses pembuatan Bubur Asyura ini pun, kata dia, cukup unik. Ia menjelaskan prosesnya diawali dengan persiapan bahan dan peralatan memasak pada 8 Muharram.
Selanjutnya, bahan-bahan bubur tersebut akan dimasak pada 9 Muharram sejak pukul 03.00 WIB. Menariknya proses memasak Bubur Asyura ini harus diaduk oleh satu orang yang sama selama tiga jam tanpa henti.
“Memasak dimulai jam tiga pagi, kemudian diaduk selama tiga jam tanpa berhenti, dan harus satu orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembuatan Bubur Asyura melibatkan 35 ibu-ibu relawan dari warga sekitar Menara Kudus. Mereka bergotong royong menyiapkan dan memasak bubur hingga siap dibagikan kepada masyarakat.
Nailis berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga selesai. Ia juga berharap tradisi yang telah berlangsung turun-temurun tersebut dapat membawa keberkahan bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi semuanya,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Tia











