PALU, Harianmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah masih mendata rumah warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026.
Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan pendataan mencakup rumah dengan kategori rusak ringan, sedang, hingga berat. Selama pendataan, pengungsi akan ditempatkan sementara di tenda yang didirikan di halaman rumah masing-masing.
“Untuk sementara, para pengungsi selama sepekan akan ditempatkan di tenda yang berada di halaman depan rumah mereka,” kata Asbudianto dalam konferensi pers virtual pada Senin, 22 Juni 2026.
Asbudianto mengatakan pemerintah akan membangun hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa di Sigi. Rencananya, huntara dibangun di sekitar lokasi rumah terdampak atau di halaman rumah pengungsi.
Adapun pendataan kerusakan rumah diperkirakan berlangsung selama satu bulan. Setelah itu, pemerintah memulai pembangunan huntara sebelum menyalurkan bantuan perbaikan rumah sesuai tingkat kerusakan yang telah diverifikasi.
Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemilik rumah dengan kategori rusak berat berpotensi memperoleh bantuan perbaikan lebih dari Rp50 juta.
Saat ini, tim BPBD Sulawesi Tengah terus mendata jumlah rumah rusak, pengungsi, kebutuhan mendesak masyarakat, serta memetakan wilayah yang berpotensi mengalami longsor susulan pascagempa yang terjadi pada 16 Juni 2026.
Pendataan tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.
Berdasarkan data BPBD Sigi per Sabtu, 20 Juni 2026 jumlah rumah rusak akibat bencana gempa di Sigi mencapai 2.319 unit terdiri dari rusak ringan 1.966 rumah, rusak sedang 219 unit dan rusak berat 134 unit.
Sementara itu terdapat penambahan total korban dan terdampak sebanyak 8.586 jiwa dengan 2.762 kepala keluarga pada bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi dengan rincian korban luka berat 17 orang dan luka ringan 108 orang dengan tiga warga meninggal dunia.
Wilayah terdampak akibat bencana gempa bumi tersebut tersebar di 42 desa dengan sembilan kecamatan, yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, Lindu, Dolo, Sigi Biromaru, Dolo Selatan dan Gumbasa.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sigi, Parimo, Donggala dan Kota Palu, Sulteng, Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











