KLATEN, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menargetkan distribusi 1.000 tangki air bersih selama musim kemarau tahun 2026.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyebut sejumlah wilayah di Klaten rawan kekeringan sehingga distribusi air bersih diperlukan. Menurutnya, program ini menjadi langkah penanganan jangka pendek dalam menghadapi kemarau.
Pada tahap awal, kata Bupati Hamenang, sebanyak 15 tangki air bersih akan dikirim setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Untuk kali ini di kawasan Lereng Merapi kita targetkan 1.000 tangki. Setiap harinya sekitar 15 tangki sampai kebutuhan masyarakat dapat tercukupi,” jelasnya dalam keterangan yang diterima pada Kamis, 18 Juni 2026.
Bupati Hamenang juga menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan penetapan status siaga darurat kekeringan seiring meningkatnya potensi kekeringan.
Untuk saat ini, bantuan air bersih masih diberikan berdasarkan permohonan yang diusulkan masyarakat dan pemerintah desa.
“Semoga dengan kegiatan dropping air bersih ini dapat mencukupi kebutuhan warga masyarakat di Lereng Merapi. Semoga semua berjalan lancar, kekeringan dapat teratasi sehingga kebutuhan air warga masyarakat bisa kita cukupi,” ujarnya.
Untuk solusi jangka panjang persoalan kekeringan, Pemkab Klaten mempertimbangkan alternatif berupa pembangunan sumur dalam, tandon air berkapasitas besar melalui skema kerja sama BUMD, hingga penyediaan sarana distribusi air yang lebih efektif bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Syahruna, menjelaskan bahwa pada tahap awal distribusi air bersih akan menyasar lima desa yang mengalami kesulitan air bersih.
“Untuk sementara ada lima desa yang menjadi sasaran, yaitu Desa Kendalsari, Tlogowatu, Tegalmulyo, dan Sidorejo di Kecamatan Kemalang, serta satu desa di Kecamatan Bayat,” tengnya.
Dropping air bersih tersebut berdasarkan permintaan dari beberapa desa yang mulai mengalami kekurangan air bersih,” ujarnya.
Menurut Syahruna, anggaran yang disiapkan untuk program bantuan air bersih tahun ini mencapai sekitar Rp500 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Klaten.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











