BLORA, Harianmuria.com – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Kabupaten Blora meningkatkan potensi siswa bidang seni dan kebudayaan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Sekolah Rakyat Blora menyediakan ekstrakurikuler untuk seni tari dan barongan yang merupakan kebudayaan daerah setempat.
Pada prakteknya, siswa-siswa menggunakan pakaian hitam, memainkan seperangkat alat musik khas Jawa sebagai iringan tari dan barongan.
Para siswa melakukan atraksi, menari hingga salto. Begitu pula siswa yang memerankan barongan berlenggak-lenggok selaras dengan alunan musik tradisional. Kadang lari, mendekat ke penonton. Lalu kembali, beratraksi.
Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum, menyebut pihaknya memang menggali potensi para siswa untuk seni dan budaya. Caranya lewat wawancara dan menyebar angket.
“Sebagian besar (siswa) ternyata punya basic Barongan,” ungkap Tri Yuli pada Rabu, 17 Juni 2026.
Dari situ Tri Yuli mengajukan fasilitas ke pemerintah pusat untuk pengadaan seperangkat kostum dan alat-alat Barongan.
“Kami datangkan pelatih dari luar sekolah,” bebernya.
Selain barongan dan tari, SRMA 18 Blora juga membuka ekstrakurikuler paduan suara. Pasalnya menurut Tri Yuli, sebagian siswi memiliki bakat dan minat di bidang tersebut.
“Ekstrakurikuler ini terjadwal. Seminggu sekali menyesuaikan jadwal guru. Untuk tari Selasa sore. Barongan Kamis sore,” katanya.
Selain itu, sambung Tri Yuli, para siswa sering kali juga berlatih sendiri di waktu-waktu senggang atau di luar jam pembelajaran.
Dari hasil latihan tersebut, beberapa kali para siswa terlibat dalam pementasan dalam acara-acara penting tingkat kabupaten.
“Kemarin bersama Dinsos tampil di kirab Budaya Kabupaten Blora di depan Bapak Bupati,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











