PATI, Harianmuria.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pati masih dihantui rob. Daerah terdampak yang cukup parah yakni di Kecamatan Tayu.
Menurut data yang dihimpun, terdapat sepuluh desa terdampak rob yang tersebar di Kecamatan Tayu dan Kecamatan Margoyoso.
Di Kecamatan Margoyoso, rob terjadi di tiga desa yakni Desa Margotuhu Kidul, Desa Margoyoso, Desa Semerak.
Sementara itu dampak rob di Kecamatan Tayu dirasakan warga Desa Keboromo, Dororejo, Tunggulsari, Sambiroto, Jepat Lor, Jepat Kidul, Margomulyo.
Wilayah terdampak rob paling parah terjadi di Kecamatan Tayu, yakni Desa Tunggulsari, Margomulyo, Jepat Lor, dan Desa Jepat Kidul.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengungkapkan bahwa kerugian akibat rob diperkirakan mencapai Rp50 miliar.
Menyikapi persoalan tersebut, pihaknya menyebut telah melaporkan kondisi rob ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar mendapatkan atensi dan bantuan untuk peninggian tanggul.
“Sudah lapor BNPB, kami menginformasikan terkait rob di Tunggulsari karena anggaran yang diperlukan untuk tanggul banyak sekali. Kami diminta bersurat ke Kementerian PU. Semoga penangananya bisa cepat,” terangnya, Jumat, 12 Juni 2026.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pati telah mengirimkan bantuan berupa bambu dan peralatan lainnya senilai Rp60 juta rupiah. Bantuan tersebut untuk penanganan sementara tanggul jebol di Tunggulsari.
Kendati demikian, Chandra menyebut penanganan belum bisa dilaksanakan karena kondisi di lapangan belum memungkinkan.
“Kami sudah perintahkan BPBD meninjau lokasi. Untuk penanganan logistik juga sudah kami upayakan. Ada bantuan bambu dan peralatan lainnya,” jelasnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











