• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Semarang Nihil Kasus Hantavirus, Warga Diminta Tetap Waspada

Rosyid by Rosyid
11 Mei 2026
in News, Semarang
69 1
Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

538
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus dan Leptospirosis di wilayah setempat. Langkah itu dilakukan menyusul meningkatnya kasus Leptospirosis sepanjang 2026 meskipun hingga kini belum ditemukan kasus Hantavirus.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, mengatakan pihaknya selama tiga tahun terakhir rutin melakukan penelitian terhadap manusia dan tikus untuk mendeteksi potensi penyebaran Hantavirus.

“Kita tiga tahun berturut-turut melakukan sampling penelitian, baik ke manusia maupun hewan tikus. Tahun 2023 dari 110 sampel manusia ada sekitar 3 persen yang positif Hanta. Namun pada 2024 dan 2025, hasil sampling baik pada manusia maupun tikus dinyatakan negatif,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.

Ia memastikan hingga saat ini belum ada laporan kasus Hantavirus yang ditemukan di fasilitas kesehatan di Kota Semarang.

“Alhamdulillah sampai detik ini belum ada temuan kasus Hantavirus, baik di rumah sakit maupun puskesmas yang ada di Kota Semarang,” katanya.

Meski demikian, hasil pemeriksaan Dinkes pada 2025 menunjukkan sekitar 30 persen tikus dan celurut yang diuji membawa bakteri Leptospira penyebab Leptospirosis. Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko penularan penyakit kepada masyarakat.

“Ini yang kemudian sejak 2025 kami sampaikan kepada masyarakat agar melakukan PTP atau Pemberantasan Tikus Permukiman supaya kasus Lepto bisa dikendalikan,” jelasnya.

Menurut Abdul Hakam, meningkatnya kasus Leptospirosis pada 2026 dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi lingkungan, kelembapan udara, suhu, hingga rendahnya perilaku hidup bersih masyarakat.

“Kalau suhu, kelembapan, lingkungan, dan perilaku hidup sehat masyarakat tidak baik, maka risiko terpapar Lepto menjadi sangat tinggi,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan sekaligus meningkatkan kewaspadaan, Dinkes Kota Semarang terus menggencarkan edukasi melalui program Gembira Ria atau Gerakan Buka Jendela dan Pintu Rumah, membersihkan rumah, serta aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari. Program tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi tikus berkembang biak.

“Kalau sinar matahari bisa masuk, udara keluar masuk, rumah dibersihkan, maka tikus tidak akan nyaman berkembang di lingkungan rumah,” katanya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diminta melakukan pemberantasan tikus dengan menggunakan perangkap tertutup. Dinkes mengimbau warga menghindari penggunaan perangkap lem karena dinilai dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

“Kalau pakai lem, tikus akan gelisah dan bisa kencing di mana-mana. Maka lebih baik menggunakan perangkap tertutup,” ujarnya.

Dinkes menjelaskan gejala awal Hantavirus memiliki kemiripan dengan demam berdarah dan Leptospirosis, seperti demam tinggi, nyeri tubuh, dan rasa ngilu. Virus tersebut memiliki masa inkubasi sekitar 7 hingga 14 hari dan berpotensi menyerang sistem pernapasan hingga menyebabkan gagal napas.

“Yang membahayakan, virus ini menyerang saluran pernapasan hingga menyebabkan gagal napas seperti pneumonia,” katanya.

Menurutnya, hingga kini belum tersedia antivirus khusus untuk penanganan Hantavirus. Penanganan medis dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh pasien serta mengatasi gejala klinis yang muncul.

“Kalau pasien mau makan, minum, dan daya tahan tubuhnya baik, maka virus bisa mati dengan sendirinya. Tetapi kalau sudah mengarah ke gagal napas, tentu akan dilakukan penanganan intensif di rumah sakit,” tandasnya.

Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita SemarangHantavirusLeptospirosis
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Polemik JPTP Rembang, DPRD Pilih Tunggu Hasil Konsultasi BKN

Next Post

KP2MI Perkuat Pelindungan PMI Berbasis Data

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

Penghuni Nunggak Sewa 9 Bulan, 4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Satpol PP

Penghuni Nunggak Sewa 9 Bulan, 4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Satpol PP

by Rosyid
14 Oktober 2026
531

SEMARANG, Harianmuria.com – Satpol PP Kota Semarang menyegel empat unit kamar di Rumah Susun (Rusun) Kaligawe setelah penghuninya tak kunjung melunasi tunggakan sewa. Penyegelan dilakukan setelah serangkaian pemanggilan...

Tak Sesuai Aturan, Aktivitas Parkir di Jalan D.I. Panjaitan Semarang Ditertibkan

Tak Sesuai Aturan, Aktivitas Parkir di Jalan D.I. Panjaitan Semarang Ditertibkan

by Rosyid
13 Oktober 2026
584

SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menindak aktivitas parkir yang tidak sesuai aturan di Jalan Mayor Jenderal D.I. Panjaitan. Penertiban dilakukan melalui patroli rutin petugas Dishub...

Pengosongan Gedung Pandanaran Dipertanyakan, DPRD Semarang Minta Bukti Kajian Teknis

Pengosongan Gedung Pandanaran Dipertanyakan, DPRD Semarang Minta Bukti Kajian Teknis

by Sekar Sari
13 Oktober 2026
710

SEMARANG, Harianmuria.com - DPRD Kota Semarang menyoroti rencana pengosongan Gedung Pandanaran di kawasan Tugu Muda milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Komisi B DPRD Kota Semarang pun meminta Pemkot...

OPD Penghuni Gedung Pandanaran Semarang Belum Bersiap Pindah, Masih Tunggu Instruksi Resmi

OPD Penghuni Gedung Pandanaran Semarang Belum Bersiap Pindah, Masih Tunggu Instruksi Resmi

by Sekar Sari
11 Oktober 2026
986

SEMARANG, Harianmuria.com - Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkantor di Gedung Pandanaran, di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang belum melakukan persiapan pindahan. Sejumlah kepala OPD mengaku masih...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Getuk Runting, salah satu jajanan pasar khas Pati. (Instagram @tumbasmangan/Harianmuria.com

Jajanan Pasar Khas Pati Ini Wajib untuk Dicoba

28 Februari 2023
1.6k
NgAllah Suluk Maleman: Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

NgAllah Suluk Maleman: Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

28 Januari 2026
563

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya