• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Sejarah Masjid Jami’ Lasem Rembang yang Berusia Hampir 4,5 Abad

Rosyid by Rosyid
15 Maret 2026
in Rembang
81 1
Masjid Jami' Lasem yang berada di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. (Harianmuria.com)

Masjid Jami' Lasem yang berada di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. (Harianmuria.com)

632
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

REMBANG, Harianmuria.com – Masjid Jami’ Lasem yang berada di Kabupaten Rembang menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang menandai perkembangan Islam sekaligus tata kota kuno di pesisir utara Jawa. Masjid yang berdiri sejak tahun 1588 tersebut kini telah berusia lebih dari empat abad dan masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Pengurus Masjid Jami’ Lasem, Gus Abdul Aziz, mengatakan masjid ini termasuk salah satu masjid tua di Pulau Jawa yang berdiri pada masa awal berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di wilayah tersebut.

“Masjid Jami’ Lasem ini adalah masjid tua, berdiri pada tahun 1588. Usianya sekarang sekitar 440 tahun atau hampir 4,5 abad,” ujarnya Sabtu, 14 Maret 2026.

Menurutnya, pembangunan masjid tersebut berlangsung hampir bersamaan dengan berdirinya Masjid Gedhe Mataram Kotagede yang didirikan oleh Panembahan Senopati, penguasa pertama Kesultanan Mataram.

Masjid Jami’ Lasem sendiri dibangun sebagai bagian dari konsep pengembangan kota Lasem pada masa itu. Wilayah tersebut dipimpin oleh Adipati Tejo Kusumo I yang baru diangkat oleh Raja Kesultanan Pajang.

Sebagai pusat pemerintahan baru di jalur pantai utara Jawa, Tejo Kusumo I merancang tata kota yang terintegrasi. Di kawasan tersebut dibangun kompleks kadipaten, Masjid Jami’, alun-alun sebagai pusat aktivitas masyarakat, serta pasar di bagian selatan kawasan.

“Konsep pembangunan seperti itu menjadi ciri khas tata kota pada masa tersebut, di mana pusat pemerintahan, masjid, alun-alun, dan pasar berada dalam satu kawasan,” jelasnya.

Dalam proses pembangunannya, terdapat kisah yang berkaitan dengan tokoh ulama yang dikenal sebagai Mbah Sambu. Meski saat itu belum menjadi menantu penguasa Lasem, ia disebut turut membantu pembangunan masjid secara diam-diam.

Menurut salah satu cerita yang berkembang di kalangan pengurus masjid, Mbah Sambu merupakan santri utama sekaligus murid kesayangan dari cucu Sunan Bonang di pesantren Bonang Binangun.

Ia disebut tergerak membantu pembangunan masjid dengan membawa batu-batu besar dari kawasan pegunungan Kemuning. Batu-batu tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai bahan fondasi dan dinding bangunan masjid.

“Batu-batu besar itu diambil dari sekitar pegunungan Kemuning, lalu dibawa ke Lasem untuk bahan fondasi dan dinding masjid,” katanya.

Hingga kini, batu-batu besar tersebut masih dapat dilihat dan menjadi ciri khas bangunan Masjid Jami’ Lasem. Struktur dinding batu tua itu menjadi bukti bahwa bangunan tersebut telah berdiri selama ratusan tahun.

Seiring berjalannya waktu, masjid ini juga telah mengalami beberapa kali pemugaran. Salah satu jejak renovasi terlihat dari ukiran angka tahun 1829 pada bagian kayu bangunan yang diduga menjadi penanda pemugaran pada masa tersebut.

Pemugaran besar juga pernah dilakukan pada awal 1990-an. Sementara renovasi terakhir berlangsung sekitar tiga tahun lalu ketika pemerintah melakukan penataan kawasan Lasem sebagai kota pusaka.

Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita RembangMasjid Jami' LasemRembang Hari Ini
SummarizeShare46SendShare
Previous Post

Fraksi Demokrat DPRD Pati Ajak Masyarakat Berbagi di Bulan Ramadhan

Next Post

Perbaikan LPJU di Kudus Dikebut Jelang Mudik Lebaran

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
516

REMBANG, Harianmuria.com – Jalan penghubung Desa Kalipang dengan Desa Lodan, tepatnya di Desa Gunungmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan dalam kurun 15 tahun....

Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
523

REMBANG, Harianmuria.com – Bupati Rembang, Harno, mengajak masyarakat membiasakan diri menabung sekaligus berani mengembangkan usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, budaya menabung dan pemanfaatan akses permodalan secara...

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
539

REMBANG, Harianmuria.com – Mayat perempuan ditemukan di bibir Embung Sambongan wilayah Desa Jatimudo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang pada Rabu, 14 Oktober 2026. Korban diketahui dilaporkan meninggalkan rumah pada...

Hari Terakhir Pendaftaran, Peserta Pelatihan Kerja Gratis di Rembang Berpeluang Langsung Direkrut Perusahaan

Hari Terakhir Pendaftaran, Peserta Pelatihan Kerja Gratis di Rembang Berpeluang Langsung Direkrut Perusahaan

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
535

REMBANG, Harianmuria.com – Pendaftaran pelatihan kerja gratis bagi warga Kabupaten Rembang hanya sisa hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026. Sementara jadwal pelatihan dimulai pada 28 Oktober 2026. Balai...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi: Para siswa sebagai generasi penerus bangsa Indonesia yang memperingati bulan bahasa dan sastra. (Unspash/Harianmuria.com)

Mengapa Bulan Oktober Disebut Sebagai Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia?

26 Oktober 2022
591
Rembang Catat Angka Terendah Kematian Ibu dan Bayi 2025 Lewat Program TELPONI

Rembang Catat Angka Terendah Kematian Ibu dan Bayi 2025 Lewat Program TELPONI

30 Juli 2026
652

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya