KUDUS, Harianmuria.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus berencana merenovasi Kawasan Terminal Colo agar bisa menjadi tempat nongkrong.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Teguh Riyanto, menyampaikan rencana renovasi Terminal Colo agar para wisatawan maupun peziarah bisa semakin nyaman ketika datang ke Kawasan Wisata Sunan Muria.
Mengingat, Terminal Colo menjadi tempat parkir utama kendaraan bagi para peziarah maupun wisatawan yang datang ke Gunung Muria. Selain itu kawasan tersebut memiliki panorama lereng Gunung Muria yang cantik dan memanjakan mata.
“Pengunjung kan sudah bayar retribusi ketika masuk ke kawasan wisata Muria itu, jadi kami ingin meningkatkan kenyamanan pengunjung dengan menambah area yang bisa jadi tempat nonkrong. Apalagi di sana punya pemandangan lereng Muria yang sangat bagus,” paparnya, Senin, 2 Maret 2026.
Pondok Wisata Colo Kudus: Penginapan Murah Favorit Peziarah Sunan Muria
Teguh menjelaskan bahwa Terminal Colo sebenarnya sudah memiliki ruko-ruko yang diisi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL). Namun, penataannya memang belum maksimal.
Oleh karena itu, pihaknya berencana merenovasi landasan parkir yang ada di area Terminal Colo. Kemudian, menambahkan area publik seperti tempat duduk untuk kongkow-kongkow melihat pemandangan khas Lereng Gunung Muria.
“Kami juga akan tambahkan area resto yang nyaman bagi pengunjung. Karena konsukensinya kita sudah menerima retribusi, pengunjung juga harus bisa disuguhkan fasilitas untuk menikmati pemandangan Muria,” terangnya.
Pondok Wisata Colo Kudus: Penginapan Murah Favorit Peziarah Sunan Muria
Pengembangan Terminal Colo akan menjadi prioritas dalam perencanaan anggaran tahun 2027. Dengan rencana ini, Teguh menargetkan setidaknya juga dapat berimbas terhadap peningkatan PAD di sektor pariwisata, khususnya dari kawasan Terminal Colo.
“Semoga saja bisa terealisasi, dan semoga saja anggaran di tahun 2027 juga berpihak kepada kita (Disbudpar Kabupaten Kudus),” ucapnya.
Sebagai informasi, PAD dari sektor pengelolaan kekayaan yang berada di bawah Disbudpar Kudus pada tahun 2025 hanya mencapai 95 persen atau senilai Rp3,5 miliar dari target yang dibebankan sebesar Rp3,8 miliar.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











