KUDUS, Harianmuria.com – Tes Kemampuan Akademik (TKA) bakal digelar perdana bagi SD dan SMP sederajat pada April 2026. TKA merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI) untuk mengukur kemampuan hasil belajar siswa.
Menghadapi program baru tersebut, sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus sudah melakukan persiapan. Salah satunya yakni di SDN 3 Jepang, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo yang sudah melaksanakan try out atau latihan menghadapi TKA.
Kepala SDN 3 Jepang, Eko Mardiana, mengatakan bahwa meskipun TKA tidak menjadi penentu kelulusan, asesmen ini tetap memiliki peran penting. Untuk menghadapi TKA tersebut, pihaknya sudah menggelar dua kali kegiatan try out.
Pelaksanaan try out TKA pertama diadakan pada tanggal 12 Februari 2026. Sedangkan try out TKA kedua pada tanggal 24-25 Februari 2026.
“Try out ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi TKA 2026. Walaupun TKA memang tidak memengaruhi kelulusan, tetapi hasilnya sangat penting terutama untuk pendaftaran jalur prestasi ke jenjang SMP,” ungkapnya.
Kegiatan try out ini melibatkan empat guru yang bertugas sebagai teknisi, proktor, serta dua orang pengawas. Menurut Eko, selain sebagai upaya penguatan materi, try out juga menjadi sarana evaluasi kesiapan teknis sekolah, mulai dari perangkat Chromebook dan laptop, kestabilan jaringan internet, hingga kesiapan ruang ujian berbasis digital.
“Untuk pelaksanaan TKA nanti, satu mata pelajaran akan kami bagi menjadi dua sesi karena keterbatasan jumlah Chromebook dan laptop yang kami miliki,” ujarnya.
Setelah seluruh rangkaian try out TKA selesai, kata Eko, sekolah akan melakukan analisis kesiapan dan analisis nilai siswa guna mengidentifikasi indikator materi yang belum dikuasai, sehingga penguatan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah.
“Dengan persiapan akademik dan teknis yang matang, kami harap seluruh siswa dapat mengikuti TKA 2026 dengan lancar dan meraih hasil terbaik sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.
Ketua Pelaksana TKA SDN 3 Jepang, Aufa Gisti Pravitasari, menambahkan bahwa pelaksanaan try out pertama menggunakan smartphone masing-masing siswa di ruang kelas.
“Try out TKA pertama diikuti 21 siswa kelas VI. Hasilnya masih jauh dari harapan dan terdapat kendala sinyal karena menggunakan WiFi sekolah,” ujarnya.
Sementara utnuk try out TKA kedua dilakukan dengan menggunakan 15 unit Chromebook dan 6 unit laptop melalui fitur Rumah Murid pada platform Rumah Pendidikan dari Kemendikdasmen RI. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00–09.15 WIB untuk mata pelajaran Bahasa Indonesiaz
“Pada hari pertama try out TKA kedua memang terdapat kendala jaringan karena ruang ujian cukup jauh dari sumber WiFi. Hal ini menyebabkan sistem beberapa kali error dan ada jawaban siswa yang tidak tersimpan sehingga nilai tidak muncul. Setelah evaluasi, hari kedua kami pindahkan ke ruang lain agar jaringan lebih stabil,” jelasnya.
Selain melalui try out, sebagai bentuk keseriusan, sekolah telah menambah jam pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika setiap Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu pada pukul 06.00–07.00 WIB. Program ini ditangani oleh tim penguatan materi guna meningkatkan kesiapan akademik siswa menghadapi TKA.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











