PATI, Harianmuria.com – Puncak panen raya padi diprediksi pada Februari 2026. Kabupaten Pati dan sejumlah wilayah lainnya di Jawa Tengah memulai panen lebih cepat pada akhir Januari.
Mendekati masa panen raya padi, Kepala Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan tim untuk membeli gabah petani sesuai dengan Harga Pokok Pembelian (HPP) Rp6.500 per kilogram.
“Puncak musim panen kira-kira bulan Februari, meskipun ada beberapa tempat di Pati sudah panen dulu,” ungkap Sri, disela-sela kunjungannya ke Desa Kebolampang, Kecamatan Winong Pati beberapa waktu lalu.
Melihat curah hujan yang masih tinggi, Bulog juga menyiapkan tempat pengeringan agar padi dalam kondisi baik sebelum diproses menjadi beras.
“Bahkan sebagian kecil wilayah kami yaitu meliputi Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Kendal, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Pati kategori curah hujan sangat tinggi yaitu di atas 500 milimeter. Selanjutnya setelah gabah kering panen diolah melalui sarana pengeringan, maka dibutuhkan sarana pengolahan gabah menjadi beras yang memadai,” terangnya.
Untuk target, lanjut Sri, Bulog Jateng menargetkan serapan padi 4 juta ton atau 374.658 ton beras. Angka ini meningkat 32 persen atau 90.956 ton kalau dibandingkan dengan target tahun 2025.
Ia berharap serapan gabah dari Bulog bisa turut mensukseskan swasembada beras dan ketahanan pangan sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa











