BLORA, Harianmuria.com – Konsumsi elpiji subsidi di Kabupaten Blora tercatat mencapai 6,7 juta tabung hingga 31 Oktober 2025. Data terbaru pada November belum bisa dirilis karena masih dalam proses rekapitulasi.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah–DIY, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa total serapan hingga akhir Oktober mencapai 6.792.667 tabung atau setara 20.378 metrik ton.
“(Untuk total serapan) bulan November belum dapat ditarik kesimpulan,” ujar Taufiq, Minggu, 7 Desember 2025.
Kuota Elpiji Ditentukan Pemerintah Pusat
Taufiq mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengetahui detail kuota elpiji subsidi khusus untuk Kabupaten Blora, karena penetapan kuota sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.
“Permohonan tambahan tidak lewat Pertamina. Pemda menghitung dan mengusulkan ke pusat,” jelasnya.
Baca juga: Permintaan Naik, Pertamina Salurkan Ribuan Tabung Elpiji 3 Kg ke Blora
Pemkab Ajukan Tambahan 26 Ribu Tabung
Sementara itu, Plt Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Blora Blora, Indah Yuniatik, menegaskan bahwa sepanjang 2025 tidak ada penambahan kuota elpiji subsidi.
Namun, Pemkab Blora mengajukan alokasi fakultatif untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi pada momen akhir tahun.
“Kuota masih sama tahun ini, hanya tambahan fakultatif. Tambahan ini hanya penarikan alokasi, tidak mengurangi jatah tahunan,” terangnya.
Indah menyebut, Pemkab telah mengusulkan sekitar 26 ribu tabung tambahan untuk meredam potensi lonjakan harga akibat tingginya permintaan jelang libur akhir tahun.
“Untuk mengantisipasi lonjakan harga, kami sudah meminta tambahan kuota di akhir tahun. Tapi belum ada jawaban dari Pertamina,” ujarnya.
Berdasarkan data sebelumnya, kuota elpiji subsidi Kabupaten Blora pada 2025 sebesar 7,7 juta tabung, turun dari 7,9 juta tabung pada tahun 2024. Artinya, terdapat pengurangan jatah sekitar 143 ribu tabung pada tahun ini.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











