BLORA, Harianmuria.com – Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora memastikan pasokan beras untuk masyarakat tetap aman hingga akhir 2025. Saat ini, sekitar 2 ton beras disiagakan untuk distribusi dalam keadaan darurat.
Cadangan Beras di Gudang DP4 Aman
Kepala Bidang Pangan DP4 Blora, Nugraheni Wahyu Utami, menyampaikan cadangan beras hingga akhir tahun masih dalam keadaan aman, meskipun jumlah stok beras dalam bentuk gabah di gudang DP4 tinggal 2,1 ton.
“Waktu Desember 2024 tercatat ada 67 ton gabah, yang jika digiling menjadi beras sebanyak 42 ton,” jelas Nugraheni, Minggu, 2 November 2025.
Sebagian sisa beras sebelumnya telah disalurkan sesuai arahan Bupati Blora untuk program Ramadan, bantuan bencana, dan kebutuhan logistik insidentil.
Cadangan Beras untuk Keadaan Darurat
Nugraheni menegaskan bahwa cadangan beras digunakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bila terjadi keadaan darurat pangan, seperti paceklik atau gagal panen.
“Cadangan beras akan berkurang jika ada perintah dan permintaan dari bupati untuk didistribusikan. Jika tidak ada permintaan, cadangan akan disimpan dan digunakan lagi untuk kebutuhan tahun berikutnya, terutama jika terjadi bencana atau daerah rawan pangan,” terang Nugraheni.
Kolaborasi dengan Bulog untuk Distribusi
Dalam kegiatan penyaluran beras dan bantuan bencana, DP4 Blora dapat bekerja sama dengan Bulog sebagai penyalur. Hal ini sesuai instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) agar pemerintah daerah memiliki stok pangan yang siap antisipasi kondisi darurat.
“Sesuai instruksi Bapanas, pemda harus memiliki stok pangan di gudang untuk langkah antisipasi,” tambah Nugraheni.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











