KUDUS, Harianmuria.com – Peringatan Hari Santri 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Kudus makin semarak dengan digelarnya Pameran Produk Unggulan UMKM Santri di sepanjang Jalan Sunan Kudus, Selasa, 21 Oktober 2025.
Sebanyak 72 tenant dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah menampilkan berbagai produk unggulan mulai dari kuliner, busana, hingga kerajinan tangan hasil karya santri.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang mengangkat tema kemandirian ekonomi berbasis pesantren.
Dorong Ekspor Produk UMKM Santri
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menilai kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi atas inovasi para pelaku UMKM dan santri dalam mengembangkan produk lokal.
“Pameran ini kami pusatkan di Kudus dan mengundang UMKM dari berbagai daerah, baik binaan dinas, Bank Jateng, BI, Baznas, maupun pondok pesantren. Tujuannya adalah memperkenalkan karya-karya unggulan santri sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas,” kata Gus Yasin.
Ia menambahkan, beberapa produk pesantren di Jawa Tengah kini sudah menunjukkan kualitas bersaing, bahkan berpeluang menembus pasar ekspor.
“Kami akan terus melakukan kurasi agar produk UMKM santri bisa dikirim ke luar negeri. Kalau soal permodalan, kita hadirkan solusinya lewat Bank Jateng, Bank Jateng Syariah, BI, dan Baznas,” jelasnya.
Kudus Dukung UMKM Santri Berkembang
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan Provinsi Jawa Tengah yang menempatkan Kudus sebagai tuan rumah peringatan Hari Santri.
“Ini kehormatan besar bagi Kudus. Kita tunjukkan bahwa santri bisa berkontribusi di berbagai bidang, termasuk UMKM,” ucapnya.
Sam’ani menegaskan bahwa Pemkab Kudus berkomitmen memberikan ruang dan dukungan bagi santri serta pelaku UMKM untuk terus berkembang.
Ia juga mengungkapkan tengah menyiapkan Peraturan Bupati tentang retribusi pesantren, yang diharapkan segera terbit setelah difasilitasi oleh Kemenkumham dan Pemprov Jateng.
Santri Belajar Wirausaha
Dari salah satu stan pameran, Arum Wiranti, Guru Kuliner Ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara, membagikan pengalamannya. Ia membawa karya santri dari tiga jurusan: kuliner, tata busana, dan animasi.
“Kami bangga bisa menunjukkan karya santri ke masyarakat luas. Ini pengalaman yang sangat berharga,” kata Arum.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat rutin digelar agar kemandirian santri melalui wirausaha terus tumbuh dan dikenal secara nasional.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki











