• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ribuan Hektare Tebu di Blora Terancam Tak Tertebang, Petani Desak Solusi Cepat

Basuki by Basuki
1 Oktober 2025
in News, Blora
69 3
Petani desak solusi cepat setelah penghentian operasional PG GMM Blora akibat kerusakan mesin boiler membuat ribuan hektare tebu terancam tak tertebang.

Para petani tebu foto bersama Ketua DPRD Blora Mustopa. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

552
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

BLORA, Harianmuria.com – Ribuan hektare tanaman tebu milik petani di Blora terancam tidak bisa digiling setelah Pabrik Gula (PG) Gendhis Multi Manis (GMM) di Todanan menghentikan operasional akibat kerusakan mesin boiler. Kejadian ini menimbulkan keresahan karena berdampak langsung pada penghidupan ribuan petani tebu.

Seperti diketahui, PT GMM resmi menghentikan musim giling tebu tahun 2025 lebih cepat dari jadwal pada Kamis, 25 September 2025. Kerusakan parah pada dua unit boiler yang vital membuat operasional pabrik tidak dapat dilanjutkan.

Baca juga: Boiler Rusak dan Target Meleset, PT GMM Blora Catat Kerugian Rp134 Miliar di 2025

Petani Tuntut Solusi, Kecam Manajemen PG GMM

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Blora, Sunoto, menyampaikan kekecewaannya atas kinerja manajemen PG GMM, terutama terkait penempatan personel non-ahli di bagian vital.

“PG itu jantungnya ada di boiler. Tapi teknisi boiler diganti orang yang bukan ahlinya. Akibatnya berulang kali mengalami kerusakan, dan sekarang petani tebu yang jadi korban. Ada sekitar 1.500 hektare tebu di sekitar GMM yang belum bisa ditebang,” tegas Sunoto saat audiensi dengan DPRD Blora, Rabu, 1 Oktober 2025.

Sunoto menambahkan, jika GMM tidak mampu memperbaiki masalah secara profesional, sebaiknya pengelolaan diserahkan kepada pihak lebih kompeten.

Baca juga: Rugikan Petani Tebu, APTRI Blora Protes Keputusan PT GMM Tutup Musim Giling

Senada, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Blora, Kusnanto, menegaskan persoalan ini serius dan harus segera dicari solusi. Ia menyebut sejak awal keberadaan GMM sudah menuai kontroversi, mulai dari proses pembebasan lahan hingga kualitas mesin pabrik.

“Mesin boiler yang dipakai GMM memang bermasalah. Kalau mesin ini sudah tua dan tidak layak, harusnya ada solusi sejak awal. Jangan sampai petani yang menanggung kerugian,” katanya.

DPRD Siap Kawal ke Tingkat Menteri

Ketua DPRD Blora, Mustopa, memastikan pihaknya akan mengawal persoalan ini hingga tingkat kementerian. Ia mendorong komunikasi intensif dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian.

“Kalau memang harus beli boiler baru, ya harus segera diputuskan. Minggu depan kita jadwalkan bertemu wakil menteri, bahkan menteri, agar ada solusi cepat. Jangan sampai petani terus jadi korban,” kata Mustopa.

GMM Cari Solusi Darurat

Plt. Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti, membenarkan gangguan teknis serius pada boiler yang telah digunakan sejak 2010. Pihaknya sudah berupaya memperbaiki, tapi usia mesin sudah terlalu tua.

“Kami mohon maaf kepada petani karena tidak bisa menyerap seluruh tebu. Sebagai langkah darurat, kami bekerja sama dengan pabrik gula di sekitar Blora untuk membantu menyerap tebu petani,” jelasnya.

GMM telah berkoordinasi dengan PG Rendeng dan PG Trangkil untuk menampung sebagian tebu dari Blora. GMM juga menyiapkan fasilitas tambahan berupa jembatan timbang dan transportasi agar petani dapat mengangkut hasil panennya ke pabrik lain.

Petani Khawatir Kualitas Tebu Turun

Meskipun ada solusi darurat, petani tetap khawatir kualitas tebu menurun jika terlalu lama tidak digiling. Salah satu petani, Winarsih, masih memiliki 10 hektare tebu yang belum ditebang, sementara ratusan hektare tebu milik petani penyangga juga masih tegak di lahan.

Kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, dengan nilai rata-rata satu truk tebu sekitar Rp5 juta. Petani menilai penghentian giling tanpa pemberitahuan jauh-jauh hari sangat merugikan.

Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: APTRI BloraBerita BloraBlora Hari IniDPRD Blorakerusakan boilermusim giling 2025Pabrik Gula Blorapetani tebu BloraPG GMM
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Penertiban Sumur Minyak Ilegal di Blora Terkendala Regulasi

Next Post

22 Persen Jalan di Pekalongan Rusak, Bupati Fadia Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur

Basuki

Basuki

Berita Terkait

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
514

BLORA, Harianmuria.com – SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi Rp1,9 miliar tahun anggaran 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dengan...

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
544

BLORA, Harianmuria.com – Kabupaten Blora kembali menarik perhatian investor internasional di sektor energi terbarukan. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Blora menerima kunjungan dari calon investor asal Jepang, Toho Gas,...

Diresmikan Sejak Awal 2022, DPRD Blora Soroti Operasional Bendungan Randugunting 

Diresmikan Sejak Awal 2022, DPRD Blora Soroti Operasional Bendungan Randugunting 

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
519

BLORA, Harianmuria.com – Setelah diresmikan pada awal tahun 2022, pemanfaatan air baku Bendungan Randugunting dirasa belum optimal. Oleh karena itu DPRD Kabupaten Blora meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah...

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
530

BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Blora menggelar festival literasi dengan tema "Nyalakan Cerita, Literasi Blora Mendunia"di halaman Perpusda selama empat hari mulai Rabu, 14 Oktober 2026. Pelaksanaan Festival...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
544
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
530
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
547

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    209 shares
    Share 84 Tweet 52
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga aktif menekan kasus DBD lewat Program Cendana Emas dengan Grebeg Jentik dan edukasi 3M Plus.

Cendana Emas: Strategi Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga Tekan Kasus DBD

26 Juli 2025
655
Buah Nanas. (Freepik/Harianmuria.com)

Baik untuk Tubuh, Kenali 7 Manfaat Hebat Buah Nanas

11 Juni 2023
636

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya