• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 19, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ribuan Hektare Tebu di Blora Terancam Tak Tertebang, Petani Desak Solusi Cepat

Basuki by Basuki
1 Oktober 2025
in News, Blora
67 3
Petani desak solusi cepat setelah penghentian operasional PG GMM Blora akibat kerusakan mesin boiler membuat ribuan hektare tebu terancam tak tertebang.

Para petani tebu foto bersama Ketua DPRD Blora Mustopa. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

539
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

BLORA, Harianmuria.com – Ribuan hektare tanaman tebu milik petani di Blora terancam tidak bisa digiling setelah Pabrik Gula (PG) Gendhis Multi Manis (GMM) di Todanan menghentikan operasional akibat kerusakan mesin boiler. Kejadian ini menimbulkan keresahan karena berdampak langsung pada penghidupan ribuan petani tebu.

Seperti diketahui, PT GMM resmi menghentikan musim giling tebu tahun 2025 lebih cepat dari jadwal pada Kamis, 25 September 2025. Kerusakan parah pada dua unit boiler yang vital membuat operasional pabrik tidak dapat dilanjutkan.

Baca juga: Boiler Rusak dan Target Meleset, PT GMM Blora Catat Kerugian Rp134 Miliar di 2025

Petani Tuntut Solusi, Kecam Manajemen PG GMM

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Blora, Sunoto, menyampaikan kekecewaannya atas kinerja manajemen PG GMM, terutama terkait penempatan personel non-ahli di bagian vital.

“PG itu jantungnya ada di boiler. Tapi teknisi boiler diganti orang yang bukan ahlinya. Akibatnya berulang kali mengalami kerusakan, dan sekarang petani tebu yang jadi korban. Ada sekitar 1.500 hektare tebu di sekitar GMM yang belum bisa ditebang,” tegas Sunoto saat audiensi dengan DPRD Blora, Rabu, 1 Oktober 2025.

Sunoto menambahkan, jika GMM tidak mampu memperbaiki masalah secara profesional, sebaiknya pengelolaan diserahkan kepada pihak lebih kompeten.

Baca juga: Rugikan Petani Tebu, APTRI Blora Protes Keputusan PT GMM Tutup Musim Giling

Senada, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Blora, Kusnanto, menegaskan persoalan ini serius dan harus segera dicari solusi. Ia menyebut sejak awal keberadaan GMM sudah menuai kontroversi, mulai dari proses pembebasan lahan hingga kualitas mesin pabrik.

“Mesin boiler yang dipakai GMM memang bermasalah. Kalau mesin ini sudah tua dan tidak layak, harusnya ada solusi sejak awal. Jangan sampai petani yang menanggung kerugian,” katanya.

DPRD Siap Kawal ke Tingkat Menteri

Ketua DPRD Blora, Mustopa, memastikan pihaknya akan mengawal persoalan ini hingga tingkat kementerian. Ia mendorong komunikasi intensif dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian.

“Kalau memang harus beli boiler baru, ya harus segera diputuskan. Minggu depan kita jadwalkan bertemu wakil menteri, bahkan menteri, agar ada solusi cepat. Jangan sampai petani terus jadi korban,” kata Mustopa.

GMM Cari Solusi Darurat

Plt. Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti, membenarkan gangguan teknis serius pada boiler yang telah digunakan sejak 2010. Pihaknya sudah berupaya memperbaiki, tapi usia mesin sudah terlalu tua.

“Kami mohon maaf kepada petani karena tidak bisa menyerap seluruh tebu. Sebagai langkah darurat, kami bekerja sama dengan pabrik gula di sekitar Blora untuk membantu menyerap tebu petani,” jelasnya.

GMM telah berkoordinasi dengan PG Rendeng dan PG Trangkil untuk menampung sebagian tebu dari Blora. GMM juga menyiapkan fasilitas tambahan berupa jembatan timbang dan transportasi agar petani dapat mengangkut hasil panennya ke pabrik lain.

Petani Khawatir Kualitas Tebu Turun

Meskipun ada solusi darurat, petani tetap khawatir kualitas tebu menurun jika terlalu lama tidak digiling. Salah satu petani, Winarsih, masih memiliki 10 hektare tebu yang belum ditebang, sementara ratusan hektare tebu milik petani penyangga juga masih tegak di lahan.

Kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, dengan nilai rata-rata satu truk tebu sekitar Rp5 juta. Petani menilai penghentian giling tanpa pemberitahuan jauh-jauh hari sangat merugikan.

Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: APTRI BloraBerita BloraBlora Hari IniDPRD Blorakerusakan boilermusim giling 2025Pabrik Gula Blorapetani tebu BloraPG GMM
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Penertiban Sumur Minyak Ilegal di Blora Terkendala Regulasi

Next Post

22 Persen Jalan di Pekalongan Rusak, Bupati Fadia Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

by Rosyid
18 Agustus 2026
548

BLORA, Harianmuria.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memperoleh dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp1 miliar dari Bank Jateng. Dana tersebut akan diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui...

Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

by utia
18 Agustus 2026
535

BLORA, Harianmuria.com - Proyek rehabilitasi Pasar Ngawen hingga Selasa, 18 Agustus 2026 belum selesai dikerjakan. Padahal proyek tersebut ditargetkan harus selesai pada 14 Juli 2026 sesuai kontrak atau...

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
704

BLORA, Harianmuria.com – Seorang warga Kabupaten Blora, Lilik Yuliantoro, menggelar aksi jalan kaki mundur sebagai simbol kritik proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu, Selasa, 18 Agustus...

76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

by ulfa puspa
17 Agustus 2026
521

BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 76 warga binaan Rutan Kelas IIB Blora menerima remisi umum dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. Dari jumlah...

Load More

BERITA UTAMA

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

19 Agustus 2026
509
Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
704
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
518
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
532

TRENDING HARI INI

  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Membangun PMI Merdeka dari Hulu

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Modus Penyelundupan Barang Ilegal di Pelabuhan Merak Digagalkan Karantina Banten

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Kepala Dinkesda Demak ungkap penyebab utama naiknya angka kematian bayi (AKB) dan strategi penanganannya.

Angka Kematian Bayi di Demak Meningkat, Dinkesda Ungkap Penyebab dan Langkah Antisipasi

30 Juli 2025
553
Kerajinan Bolit dari Limbah Kertas Tipping Rokok Banjir Peminat, Pesanan Hingga Negeri Sakura

Kerajinan Bolit dari Limbah Kertas Tipping Rokok Banjir Peminat, Pesanan Hingga Negeri Sakura

9 April 2025
604

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya