BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora resmi menghentikan program Ayo Bayar Pajak Restoran (AmByar Pak To). Program yang diluncurkan pada 2024 ini dinilai tidak efektif dalam meningkatkan pendapatan pajak restoran, meski telah digelontorkan biaya promosi dan hadiah hingga Rp100 juta.
Plt Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora, Susi Widyorini, mengatakan evaluasi menunjukkan bahwa pendapatan dari sektor pajak restoran sebelum dan sesudah pelaksanaan program tidak mengalami peningkatan signifikan.
“Padahal ada biaya yang cukup besar, termasuk untuk hadiah. Tapi hasilnya tidak sebanding dengan yang diharapkan,” ujar Susi, Selasa, 12 Agustus 2025.
Ia menegaskan bahwa keputusan penghentian program tersebut merupakan langkah tepat demi efisiensi anggaran dan optimalisasi kinerja pendapatan daerah.
“Program AmByar Pak To hanya berjalan satu tahun. Setelah dievaluasi tidak efektif, kami akan cari inovasi lain yang lebih berdampak,” jelasnya.
Fokus Baru: Tapping Box dan Skema Efisiensi
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Blora melalui BPPKAD akan menggandeng Bank Jateng untuk memasang tapping box di sejumlah restoran. Alat ini akan membantu merekam transaksi secara digital dan otomatis menghitung pajak, tanpa membebani anggaran daerah.
“Kami ingin solusi yang efektif tapi tetap efisien. Tapping box ini pembiayaannya ditanggung Bank Jateng dengan skema per ruas jalan. Jadi, Blora tidak perlu mengeluarkan biaya besar,” ungkap Susi.
Program AmByar Pak To: Harapan Tak Terwujud
Program AmByar Pak To diluncurkan Bupati Blora Arief Rohman pada 21 Juni 2024, dengan harapan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meminta struk saat makan di restoran sebagai bukti pajak. Program ini sempat menarik perhatian karena menghadirkan hadiah menarik, mulai dari sepeda listrik, smartphone, logam mulia, hingga tabungan.
Kala itu, Bupati Arief menyebut program ini sejalan dengan upaya membangun kesadaran pajak sekaligus memajukan wisata kuliner Blora.
“Pajak restoran akan kembali ke masyarakat untuk membangun infrastruktur, termasuk jalan,” ujar Arief saat peluncuran program di Pendapa Kabupaten Blora.
Namun kini, Pemkab Blora memilih untuk berfokus pada pendekatan berbasis teknologi yang dinilai lebih akurat dan berkelanjutan.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










