• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Awali Karier dari Resepsionis, Sugeng Sugiantoro Kini Jadi GM Hotel Bintang 5 dan Ketua BPPD Jateng

Aklis Ahmad by Aklis Ahmad
27 April 2022
in News
77 6
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sugeng Sugiantoro.(Lingkar Network  I Harianmuria.com )

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sugeng Sugiantoro.(Lingkar Network I Harianmuria.com )

636
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Sugeng Sugiantoro, pria kelahiran Pati, 31 Juli 1973 ini memiliki perjalanan karier yang sangat inspiratif. Mengawali karier di bidang pariwisata dari bawah, saat ini Sugeng sudah menduduki posisi General Manager (GM) hotel bintang lima di Magelang, dan juga dipercaya sebagai Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah. Di mana jabatan Ketua BPPD ini berdasarkan amanat Undang-Undang Pariwisata dan disahkan oleh SK Gubernur Jawa Tengah.

Berangkat dari sebuah keluarga sederhana, di mana keluarga besar Sugeng banyak yang menjadi anggota kepolisian atau tentara. Karena itu, dari awal dirinya telah disiapkan keluarga untuk bisa menjadi anggota kepolisian atau tentara. Kecenderungan tersebut membuat Sugeng remaja menjadi siswa yang anti mata pelajaran bahasa Inggris.

“Jadi saya sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris saat SMA, karena kerjaan saya kalau pelajaran bahasa Inggris itu nilep (kabur),” jelas Sugeng, mengenang masa lalunya.

Hingga suatu hari, ketika libur Hari Raya Idul Fitri tahun 1991, Sugeng ikut kerabatnya ke Pulau Lombok. Saat itu, ia sudah lulus SMA dan sempat merasa tidak yakin mau menempuh jalur kepolisian. Meski begitu, untuk mengantongi ijin orang tua, ia berpamitan ikut Pakde ke Lombok untuk jadi polisi di sana.

“Pakde saya ini orang Lombok dan ia polisi juga. Jadi orang tua percaya dan mengizinkan saya ikut ke Lombok untuk daftar polisi,” terangnya sambil tersenyum.

Setiba di Lombok, ia melihat banyak turis dan akrab dengan bahasa Inggris. Dari sanalah titik balik perjalanan kariernya dimulai. Ia pun berbohong kepada orang tuanya untuk bisa mendaftar Diploma 1 jurusan Pariwisata di Lombok.

“Waktu itu saya bilang ke Ibu saya, minta Rp 600.000 untuk modal daftar polisi. Nah, uang itulah saya gunakan untuk daftar sekolah Pariwisata D1,” kenangnya.

Perjalanan tak selalu mulus. Sugeng mulai mendapat kesulitan, karena dosen-dosennya mengajar menggunakan bahasa Inggris. Namun, kegigihannya tak terpatahkah. Meski 3 bulan pertama ia jadi mahasiswa yang duduk di bangku paling belakang karena buta bahasa Inggris, justru di bulan keempat ia sudah duduk di bangku paling depan dan jadi salah satu mahasiswa berprestasi yang lulus duluan dan dapat kerja duluan dibanding teman-teman seangkatannya.

Kisah sukses Sugeng Sugiantoro tidak berhenti di sana. Dalam kurun waktu yang cukup singkat, ia sudah bisa mengubah posisi dari resepsionis, menuju supervisor, lalu dipercaya jadi asisten manajer. Setelah itu, ia pun berpindah-pindah posisi lagi. Hingga akhirnya menjadi General Manager (GM) hotel berbintang 5 di Magelang, sekaligus dipercaya menjadi Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Tengah.

“Saya tidak pernah merencanakan untuk kerja di hotel. Tapi semua itu mungkin terjadi dengan niat dan kegigihan kita, bisa mencapai tujuan meskipun dengan segala keterbatasan. Waktu itu saya merantau, uang pas-pasan, dan kala itu saya berjuang sendiri di sana tanpa kenalan dan tanpa relasi. Tapi saya bisa karena kerja keras,” tuturnya.

Selain itu, ia juga dipercaya untuk memimpin banyak asosiasi. Di antaranya menjadi Ketua Asosiasi GM Hotel di Jawa Tengah, Ketua Masata Jawa Tengah, Ketua Asosiasi Home Stay Jawa Tengah, dan Wakil Ketua PHRI Jawa Tengah.

Dipercayanya Sugeng sebagai nakhoda di BPPD Jateng karena keaktifannya di berbagai asosiasi, juga karena dirinya banyak berkontribusi pada komunitas perhotelan dan pariwisata.

Meski memiliki segudang kelebihan, Sugeng mengaku punya kelemahan, yaitu tidak bisa menolak ajakan berorganisasi.

“Saya punya kelemahan nggak bisa nolak. Jadi, selama itu bermanfaat untuk orang lain, tetap saya jalani,” tegasnya.

Konsekuensinya, terkadang ia menuai protes dari keluarga karena kesibukannya. Untuk hal ini, ia punya slogan: “Orang itu harus bener, pinter dan kober.”

“Orang pinter nggak kober, ya kurang bermanfaat. Jadi saya punya komitmen, sesibuk-sibuknya kita, harus berkontribusi di bidang yang kita geluti. Jadi kita harus profesional, kalau memang tidak mampu, ya sudah kita letakkan saja. Jadi komitmen saja sih, karena orang pinter itu kan banyak. Tapi cari orang yang komitmen itu yang nggak mudah,” imbuhnya.

Sugeng juga punya satu tips inspiratif yang selalu ia sampaikan kepada stafnya. “Jadi kalau kita jadi staf itu kita harus punya cita-cita. Kan nggak mungkin kita tetap di staf terus. Tipsnya adalah ketika menjadi staf, kita harus sudah melakukan pekerjaan di atas staf yaitu pekerjaan supervisor. Jadi memang dari dulu saya terkenal pulangnya paling lama, paling larut, karena di situ saya terus belajar. Seperti yang saya alami waktu di hotel Lombok itu, saya naik sampai 3 kali dalam 3 tahun,” paparnya.

Untuk bisa sukses seperti dirinya, Sugeng mengatakan, jangan hanya mengerjakan pekerjaan yang diberikan, tetapi berusaha melakukan pekerjaan di atas yang sudah diberikan. Harus semakin banyak skill yang dikuasai, Insya Allah itu akan memberikan kemudahan untuk meniti karier ke jenjang berikutnya.

Nah, sekalipun sudah di puncak karier, Sugeng masih memiliki segudang cita-cita, lho. Di antaranya ingin bisa melanjutkan S2 dan membawa pariwisata Jawa Tengah untuk dikenal di kancah nasional dan internasional.

“Salah satu impian saya sudah terwujud yaitu S1 Sastra Inggris. Terus ingin melanjutkan ke S2. Lalu saya juga ingin mengenalkan produk-produk wisata di Jawa Tengah ini bersama para stakeholder, agar terkenal di skala nasional maupun internasional, karena potensi wisata di Jawa Tengah ini nggak kalah sama yang di Bali dan Lombok, hanya saja belum tergarap maksimal,” pungkasnya.( Lingkar Network I Harianmuria.com )

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: GM HOTELInfo PatiKETUA BPPD JATENGsemarangSUGENG SUGIANTORO
SummarizeShare46SendShare
Previous Post

Hitungan Zakat Fitrah Dengan Uang

Next Post

Buronan Pembunuh Gegara Cinta Segitiga Ditangkap di Pati

Aklis Ahmad

Aklis Ahmad

Berita Terkait

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
516

SEMARANG, Harianmuria.com – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 1.778 kasus yang terlaporkan. Dari jumlah tersebut, 234 kasus terjadi di sekolah. Kasus kekerasan...

Cegah Banjir di Jalan Gajah dan Medoho, Pemkot Semarang Perlebar Drainase

Cegah Banjir di Jalan Gajah dan Medoho, Pemkot Semarang Perlebar Drainase

by ulfa puspa
9 Oktober 2026
523

SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang memperbesar kapasitas saluran drainase di Jalan Gajah dan Jalan Medoho untuk mencegah limpasan air ke bahu jalan. DPU juga...

2.982 Guru PPPK Paruh Waktu Pemprov Jateng Diangkat Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes

2.982 Guru PPPK Paruh Waktu Pemprov Jateng Diangkat Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes

by ulfa puspa
9 Oktober 2026
2.3k

SEMARANG, Harianmuria.com – Sebanyak 2.982 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan dialihkan menjadi penuh waktu tanpa tes. Berdasarkan...

Perubahan APBD 2026 Pemkot Semarang Defisit Rp219,2 Miliar, Ini Penyebabnya

Perubahan APBD 2026 Pemkot Semarang Defisit Rp219,2 Miliar, Ini Penyebabnya

by ulfa puspa
28 September 2026
529

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota Semarang bersama DPRD setemoat menyepakati perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026. Dalam perubahan anggaran...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi CCTV ETLE dalam operasi Zebra Candi 2022. (Freepik/Harianmuria.com)

Kena Tilang ETLE? Simak Cara Urus Pembayaran Denda dan Persidangannya

13 Oktober 2022
603
Kelapa bakar. (Instagram @memo_bali/Harianmuria.com)

Benarkah Air Kelapa Bakar Bisa Bersihkan Paru-Paru? Simak Penjelasan Dokter Spesialis

1 Juni 2023
690

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya