• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 20, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Awali Karier dari Resepsionis, Sugeng Sugiantoro Kini Jadi GM Hotel Bintang 5 dan Ketua BPPD Jateng

Aklis Ahmad by Aklis Ahmad
27 April 2022
in News
75 6
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sugeng Sugiantoro.(Lingkar Network  I Harianmuria.com )

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sugeng Sugiantoro.(Lingkar Network I Harianmuria.com )

624
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Sugeng Sugiantoro, pria kelahiran Pati, 31 Juli 1973 ini memiliki perjalanan karier yang sangat inspiratif. Mengawali karier di bidang pariwisata dari bawah, saat ini Sugeng sudah menduduki posisi General Manager (GM) hotel bintang lima di Magelang, dan juga dipercaya sebagai Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah. Di mana jabatan Ketua BPPD ini berdasarkan amanat Undang-Undang Pariwisata dan disahkan oleh SK Gubernur Jawa Tengah.

Berangkat dari sebuah keluarga sederhana, di mana keluarga besar Sugeng banyak yang menjadi anggota kepolisian atau tentara. Karena itu, dari awal dirinya telah disiapkan keluarga untuk bisa menjadi anggota kepolisian atau tentara. Kecenderungan tersebut membuat Sugeng remaja menjadi siswa yang anti mata pelajaran bahasa Inggris.

“Jadi saya sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris saat SMA, karena kerjaan saya kalau pelajaran bahasa Inggris itu nilep (kabur),” jelas Sugeng, mengenang masa lalunya.

Hingga suatu hari, ketika libur Hari Raya Idul Fitri tahun 1991, Sugeng ikut kerabatnya ke Pulau Lombok. Saat itu, ia sudah lulus SMA dan sempat merasa tidak yakin mau menempuh jalur kepolisian. Meski begitu, untuk mengantongi ijin orang tua, ia berpamitan ikut Pakde ke Lombok untuk jadi polisi di sana.

“Pakde saya ini orang Lombok dan ia polisi juga. Jadi orang tua percaya dan mengizinkan saya ikut ke Lombok untuk daftar polisi,” terangnya sambil tersenyum.

Setiba di Lombok, ia melihat banyak turis dan akrab dengan bahasa Inggris. Dari sanalah titik balik perjalanan kariernya dimulai. Ia pun berbohong kepada orang tuanya untuk bisa mendaftar Diploma 1 jurusan Pariwisata di Lombok.

“Waktu itu saya bilang ke Ibu saya, minta Rp 600.000 untuk modal daftar polisi. Nah, uang itulah saya gunakan untuk daftar sekolah Pariwisata D1,” kenangnya.

Perjalanan tak selalu mulus. Sugeng mulai mendapat kesulitan, karena dosen-dosennya mengajar menggunakan bahasa Inggris. Namun, kegigihannya tak terpatahkah. Meski 3 bulan pertama ia jadi mahasiswa yang duduk di bangku paling belakang karena buta bahasa Inggris, justru di bulan keempat ia sudah duduk di bangku paling depan dan jadi salah satu mahasiswa berprestasi yang lulus duluan dan dapat kerja duluan dibanding teman-teman seangkatannya.

Kisah sukses Sugeng Sugiantoro tidak berhenti di sana. Dalam kurun waktu yang cukup singkat, ia sudah bisa mengubah posisi dari resepsionis, menuju supervisor, lalu dipercaya jadi asisten manajer. Setelah itu, ia pun berpindah-pindah posisi lagi. Hingga akhirnya menjadi General Manager (GM) hotel berbintang 5 di Magelang, sekaligus dipercaya menjadi Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Tengah.

“Saya tidak pernah merencanakan untuk kerja di hotel. Tapi semua itu mungkin terjadi dengan niat dan kegigihan kita, bisa mencapai tujuan meskipun dengan segala keterbatasan. Waktu itu saya merantau, uang pas-pasan, dan kala itu saya berjuang sendiri di sana tanpa kenalan dan tanpa relasi. Tapi saya bisa karena kerja keras,” tuturnya.

Selain itu, ia juga dipercaya untuk memimpin banyak asosiasi. Di antaranya menjadi Ketua Asosiasi GM Hotel di Jawa Tengah, Ketua Masata Jawa Tengah, Ketua Asosiasi Home Stay Jawa Tengah, dan Wakil Ketua PHRI Jawa Tengah.

Dipercayanya Sugeng sebagai nakhoda di BPPD Jateng karena keaktifannya di berbagai asosiasi, juga karena dirinya banyak berkontribusi pada komunitas perhotelan dan pariwisata.

Meski memiliki segudang kelebihan, Sugeng mengaku punya kelemahan, yaitu tidak bisa menolak ajakan berorganisasi.

“Saya punya kelemahan nggak bisa nolak. Jadi, selama itu bermanfaat untuk orang lain, tetap saya jalani,” tegasnya.

Konsekuensinya, terkadang ia menuai protes dari keluarga karena kesibukannya. Untuk hal ini, ia punya slogan: “Orang itu harus bener, pinter dan kober.”

“Orang pinter nggak kober, ya kurang bermanfaat. Jadi saya punya komitmen, sesibuk-sibuknya kita, harus berkontribusi di bidang yang kita geluti. Jadi kita harus profesional, kalau memang tidak mampu, ya sudah kita letakkan saja. Jadi komitmen saja sih, karena orang pinter itu kan banyak. Tapi cari orang yang komitmen itu yang nggak mudah,” imbuhnya.

Sugeng juga punya satu tips inspiratif yang selalu ia sampaikan kepada stafnya. “Jadi kalau kita jadi staf itu kita harus punya cita-cita. Kan nggak mungkin kita tetap di staf terus. Tipsnya adalah ketika menjadi staf, kita harus sudah melakukan pekerjaan di atas staf yaitu pekerjaan supervisor. Jadi memang dari dulu saya terkenal pulangnya paling lama, paling larut, karena di situ saya terus belajar. Seperti yang saya alami waktu di hotel Lombok itu, saya naik sampai 3 kali dalam 3 tahun,” paparnya.

Untuk bisa sukses seperti dirinya, Sugeng mengatakan, jangan hanya mengerjakan pekerjaan yang diberikan, tetapi berusaha melakukan pekerjaan di atas yang sudah diberikan. Harus semakin banyak skill yang dikuasai, Insya Allah itu akan memberikan kemudahan untuk meniti karier ke jenjang berikutnya.

Nah, sekalipun sudah di puncak karier, Sugeng masih memiliki segudang cita-cita, lho. Di antaranya ingin bisa melanjutkan S2 dan membawa pariwisata Jawa Tengah untuk dikenal di kancah nasional dan internasional.

“Salah satu impian saya sudah terwujud yaitu S1 Sastra Inggris. Terus ingin melanjutkan ke S2. Lalu saya juga ingin mengenalkan produk-produk wisata di Jawa Tengah ini bersama para stakeholder, agar terkenal di skala nasional maupun internasional, karena potensi wisata di Jawa Tengah ini nggak kalah sama yang di Bali dan Lombok, hanya saja belum tergarap maksimal,” pungkasnya.( Lingkar Network I Harianmuria.com )

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: GM HOTELInfo PatiKETUA BPPD JATENGsemarangSUGENG SUGIANTORO
SummarizeShare45SendShare
Previous Post

Hitungan Zakat Fitrah Dengan Uang

Next Post

Buronan Pembunuh Gegara Cinta Segitiga Ditangkap di Pati

Aklis Ahmad

Aklis Ahmad

Berita Terkait

Pendapatan Daerah Seret, Disperkim Semarang Tunda 19 Persen Program Kerja

Pendapatan Daerah Seret, Disperkim Semarang Tunda 19 Persen Program Kerja

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
517

SEMARANG, Harianmuria.com — Rasionalisasi anggaran Pemerintah Kota Semarang berimbas penundaan pelaksanaan program Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).  Sekitar 19 persen program kerja Disperkim kini harus ditunda, termasuk sejumlah...

Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
960

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memangkas pos belanja daerah hingga Rp300 miliar untuk menutup potensi defisit pos pendapatan. Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, mengungkapkan rasionalisasi...

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

by Sekar Sari
12 Agustus 2026
532

PATI, Harianmuria.com - Ratusan warga Tayu, Kabupaten Pati, menggelar aksi di depan Kantor Kecamatan Tayu, Rabu, 12 Agustus 2026. Mereka memprotes larangan penggunaan sound horeg yang disampaikan Camat...

TKD Dipangkas, Taj Yasin Pastikan Gaji ASN Pemprov Jateng Masih Aman

TKD Dipangkas, Taj Yasin Pastikan Gaji ASN Pemprov Jateng Masih Aman

by ulfa puspa
5 Agustus 2026
528

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan masih mampu menggaji aparatur sipil negara (ASN) meskipun dana transfer ke daerah (TKD) pada APBN 2026 dipangkas. Wakil Gubernur Jateng, Taj...

Load More

BERITA UTAMA

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

19 Agustus 2026
522
Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
746
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
519
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
534

TRENDING HARI INI

  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    134 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Proyek KNMP Gempolsewu Kendal Dikucur Rp3,6 Miliar, Ini Fasilitas yang Akan Dibangun

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 4.802 Warga Jepara di 3 Desa Mengalami Krisis Air Bersih Sejak Juni 2026

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Masjid Kapal Pesiar, salah satu masjid berarsitektur unik di Jawa Tengah. (Gmaps/Harianmuria.com)

7 Masjid di Jawa Tengah Berarsitektur Unik dan Indah

2 November 2022
1.9k
Candi Kayen, Situs Cagar Budaya peninggalan Hindhu Budha yang masih ada sampai sekarang. (Google Map/Harianmuria.com)

Candi Kayen, Situs Cagar Budaya Peninggalan Hindu Budha di Pantai Utara Jawa

1 Oktober 2022
746

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya