BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mendapat bantuan pembangunan sejumlah embung-embung kecil dari Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Semarang sebagai upaya untuk memitigasi bencana kekeringan yang sering terjadi di Kabupaten Blora setiap tahunnya.
“Jadi, Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui BBWS Pemali Juana Semarang Satker SNVT ATAB pada tahun ini memberikan bantuan pembangunan embung di Kabupaten Blora sebagai upaya untuk memitigasi bencana kekeringan yang sering terjadi di Kabupaten Blora setiap tahunnya,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (SDA DPUPR) Kabupaten Blora Surat mewakili Kepala Dinas PUPR Blora Samgautama Karnajaya di Blora, Kamis 22 Agustus 2024.
Pembangunan embung tersebut tersebar di tiga titik yaitu di Desa Jiken, Kecamatan Jiken 1 titik dengan kapasitas tampungan air 4.800 M3; di Desa Ketringan, Kecamatan jiken 1 titik dengan kapasitas tampungan air 3.200 M3; dan di Desa Andongrejo, Kecamatan Blora 1 titik dengan kapasitas tampungan air 4.800 M3.
“Pembangunan embung tersebut merupakan instruksi langsung dari Bapak Menteri PUPR dalam rangka mengatasi permasalahan penanganan bencana kekeringan yang sering terjadi setiap tahun di wilayah Kabupaten Blora pada saat musim kemarau tiba,” jelasnya.
Surat menyebut, hal itu menindaklanjuti permohonan Bupati Blora Arief Rohman kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada awal tahun 2024 agar Kabupaten Blora diberikan bantuan untuk pembangunan embung-embung dalam rangka mengurangi dampak bencana kekeringan saat musim kemarau tiba.
“Akhirnya permohonan Bapak Bupati kita direspon langsung oleh Bapak Menteri PUPR untuk memberikan bantuan kedaruratan bencana kekeringan berupa pembangunan embung-embung kecil tersebut guna mengurangi dampak kekeringan di lokasi lokasi desa terdampak kekeringan yang ada di Kabupaten Blora,” tuturnya.
Sementara itu, Arif Rahman salah satu staf dari BBWS Pemali Juana Semarang menjelaskan untuk pembuatan/pembangunan embung kecil ini masih di tahap pelaksanaan pekerjaan galian embung dan penimbunan tanggul. (Lingkar Network | hms – Harianmuria.com)











